PON Bela Diri 2025, Kudus Siap Sambut Atlet dari Seluruh Provinsi
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 18:18 WIB
loading...
Kota Kretek, Kudus, bersiap mencatat sejarah baru dalam dunia olahraga nasional. Untuk pertama kalinya, Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri akan digelar, dengan Kudus didapuk sebagai tuan rumah / Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Kota Kretek, Kudus, bersiap mencatat sejarah baru dalam dunia olahraga nasional. Untuk pertama kalinya, Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri akan digelar, dengan Kudus didapuk sebagai tuan rumah. Ajang akbar ini akan berlangsung meriah mulai 11 hingga 26 Oktober 2025, mempertemukan para petarung terbaik dari seluruh penjuru Indonesia.
Sebanyak 2.656 atlet dari 38 KONI Provinsi siap berlaga memperebutkan medali dalam 10 cabang olahraga (cabor) bela diri murni. Diselenggarakan berkat kerja sama antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Bakti Olahraga Djarum Foundation, PON Bela Diri 2025 mengusung tema penuh semangat: "Bela Diri itu Prestasi."
Ketua Panitia PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali, menegaskan kesiapan total kota tersebut. “PON Bela Diri di Kudus akan menjadi sejarah baru bagi dunia olahraga di Indonesia. Kudus mendapat kehormatan menjadi panggung prestasi para atlet bela diri terbaik dari seluruh provinsi,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).
Ajang ini tak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga mengusung konsep sports tourism. Bela diri, yang merupakan bagian dari tradisi dan budaya Indonesia, akan dipadukan dengan sportivitas olahraga dalam setiap rangkaian kegiatan.
Untuk memperkuat pesan ini, dua aktor dan pesilat yang telah menembus panggung Hollywood, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman, digaet sebagai brand ambassador PON Bela Diri Kudus.
Adu gengsi dan keterampilan akan tersaji di 10 cabor bela diri yang dipertandingkan, meliputi: Karate, Tarung Derajat, Ju-Jitsu, Pencak Silat, Taekwondo, Gulat, Judo, Sambo, Wushu dan Shorinji Kempo.
Pusat pertandingan utama akan digelar di Djarum Arena 2 dan 3 Kaliputu. Sementara itu, Alun-alun Simpang Tujuh Kudus akan menjadi venue berbagai aktivitas dan panggung utama untuk menyambut antusiasme masyarakat dan suporter.
Kemeriahan sudah dimulai sepekan sebelum opening ceremony. Pada Minggu, 5 Oktober, akan diadakan launching event di Alun-alun Simpang Tujuh, ditandai dengan pembentangan tifo raksasa berukuran 50x25 meter, karya seniman lokal yang melambangkan masa depan Indonesia gemilang melalui prestasi bela diri.
Puncak perayaan akan tersaji pada Sabtu, 11 Oktober, saat opening ceremony berlangsung meriah. Pesta pembukaan akan diawali defile kontingen dari 10 cabor, dilanjutkan dengan aksi memukau dari Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman. Acara diakhiri dengan selebrasi yang menghibur, termasuk daylight fireworks dan music performance.
Ketua KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, menyambut antusias PON Bela Diri sebagai sebuah terobosan. Ajang multi-event tambahan di luar PON reguler ini akan digelar setiap dua tahun sekali.
"Atlet berprestasi itu lahir dari latihan keras yang diuji melalui kompetisi yang berkualitas. Kami berharap PON Bela Diri Kudus 2025 tidak hanya menghasilkan juara-juara baru, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan pembinaan olahraga bela diri di Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan," tegas Marciano.
Ia juga berharap event nasional ini membawa efek domino positif, mempromosikan daerah dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.
Sebanyak 2.656 atlet dari 38 KONI Provinsi siap berlaga memperebutkan medali dalam 10 cabang olahraga (cabor) bela diri murni. Diselenggarakan berkat kerja sama antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Bakti Olahraga Djarum Foundation, PON Bela Diri 2025 mengusung tema penuh semangat: "Bela Diri itu Prestasi."
Ketua Panitia PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali, menegaskan kesiapan total kota tersebut. “PON Bela Diri di Kudus akan menjadi sejarah baru bagi dunia olahraga di Indonesia. Kudus mendapat kehormatan menjadi panggung prestasi para atlet bela diri terbaik dari seluruh provinsi,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).
Ajang ini tak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga mengusung konsep sports tourism. Bela diri, yang merupakan bagian dari tradisi dan budaya Indonesia, akan dipadukan dengan sportivitas olahraga dalam setiap rangkaian kegiatan.
Untuk memperkuat pesan ini, dua aktor dan pesilat yang telah menembus panggung Hollywood, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman, digaet sebagai brand ambassador PON Bela Diri Kudus.
Sepuluh Cabor Paling Bergengsi Siap Bertanding
Adu gengsi dan keterampilan akan tersaji di 10 cabor bela diri yang dipertandingkan, meliputi: Karate, Tarung Derajat, Ju-Jitsu, Pencak Silat, Taekwondo, Gulat, Judo, Sambo, Wushu dan Shorinji Kempo.
Pusat pertandingan utama akan digelar di Djarum Arena 2 dan 3 Kaliputu. Sementara itu, Alun-alun Simpang Tujuh Kudus akan menjadi venue berbagai aktivitas dan panggung utama untuk menyambut antusiasme masyarakat dan suporter.
Kemeriahan sudah dimulai sepekan sebelum opening ceremony. Pada Minggu, 5 Oktober, akan diadakan launching event di Alun-alun Simpang Tujuh, ditandai dengan pembentangan tifo raksasa berukuran 50x25 meter, karya seniman lokal yang melambangkan masa depan Indonesia gemilang melalui prestasi bela diri.
Puncak perayaan akan tersaji pada Sabtu, 11 Oktober, saat opening ceremony berlangsung meriah. Pesta pembukaan akan diawali defile kontingen dari 10 cabor, dilanjutkan dengan aksi memukau dari Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman. Acara diakhiri dengan selebrasi yang menghibur, termasuk daylight fireworks dan music performance.
Ketua KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, menyambut antusias PON Bela Diri sebagai sebuah terobosan. Ajang multi-event tambahan di luar PON reguler ini akan digelar setiap dua tahun sekali.
"Atlet berprestasi itu lahir dari latihan keras yang diuji melalui kompetisi yang berkualitas. Kami berharap PON Bela Diri Kudus 2025 tidak hanya menghasilkan juara-juara baru, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan pembinaan olahraga bela diri di Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan," tegas Marciano.
Ia juga berharap event nasional ini membawa efek domino positif, mempromosikan daerah dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.
(yov)
Lihat Juga :