Menko AHY Hadiri Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025
Sabtu, 04 Oktober 2025 - 08:14 WIB
loading...
Menko AHY Hadiri Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025
A
A
A
MEGAMENDUNG - Pembukaan Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior atau World Youth and Junior Sambo Championship 2025 terasa istimewa dengan hadirnya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Jumat (3/10/2025) malam.
Putra Presiden ke-6 RI itu hadir bersama adiknya, Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono. Acara yang digelar di JSI Resort Convention Hall, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, juga semakin spesial saat AHY menekan tombol pembukaan bersama enam tamu kehormatan lainnya.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior: Peserta dan FIAS Puas, Indonesia Dapat Tawaran Event Lebih Besar
Mereka adalah Presiden Federasi Sambo Amatir Internasional (FIAS) Vasily Shestakov, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari, Sekretaris Jenderal KONI Pusat TB Ade Lukman, perwakilan sponsor Tommy Hermawan Lo, serta Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP Persambi) Krisna Bayu sebagai tuan rumah.
“Malam ini bukan hanya perayaan olahraga, tetapi juga perayaan persahabatan, keberanian, dan semangat para remaja. Kami bangga Indonesia dipercaya FIAS untuk menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini. Kehadiran Anda, para atlet dari lebih 30 negara di Asia, Eropa, Afrika, dan Pasifik, adalah penampilan terbaik malam ini,” ujar AHY.
Ketua Dewan Pembina Persambi itu menegaskan, sambo bukan sekadar olahraga, tetapi juga jembatan kemanusiaan. Hal itu tercermin dari antusiasme peserta yang datang dari lima benua dengan semangat menjalin persahabatan demi meningkatkan kualitas kehidupan.
“Sambo mengajarkan nilai-nilai penting bagi generasi muda, bukan hanya untuk menang di arena, tetapi juga untuk sukses dalam kehidupan,” tambah AHY.
Dalam sambutannya, Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari mengatakan ini adalah kali pertama Indonesia menjadi tuan rumah ajang sambo kelas dunia. Ia optimistis bukan yang terakhir, melainkan awal dari langkah lebih besar.
“Semua ini tidak akan terwujud tanpa dukungan Ketua Umum PP Persambi Krisna Bayu. Bahkan saya sampaikan langsung kepada Presiden FIAS, masyarakat Indonesia sangat mencintai olahraga. Menteri Koordinator IPK kami pun berolahraga setiap hari, hingga tiga kali sehari!” ujar Okto.
Ia menekankan, bagi para atlet dan ofisial, ajang ini bukan sekadar menyaksikan pertandingan, melainkan mencatat sejarah. “Hari ini kita semua menjadi saksi bahwa Indonesia mampu menggelar event besar sambo di panggung internasional. Nikmatilah pertandingan, bersenang-senanglah, dan jangan lupa, ini adalah Bogor, ini adalah Indonesia – negeri dengan tradisi keramahtamahan,” katanya.
Sementara itu, Presiden FIAS Vasily Shestakov menilai kejuaraan ini sebagai salah satu ajang terbesar dalam kalender FIAS. “Energi, tekad, dan semangat juang Anda akan menentukan masa depan cabang olahraga sambo. Terima kasih kepada semua pihak, khususnya Kemenpora RI, KOI, dan Federasi Sambo Indonesia atas profesionalisme tinggi dalam penyelenggaraan turnamen ini,” ujarnya.
Menurut Shestakov, kejuaraan ini memberi kesempatan istimewa bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, bertukar pengalaman, dan membuktikan bahwa sambo adalah sekolah kehidupan.
“Tiga hari ke depan akan menjadi perjalanan penting, bukan hanya untuk olahraga tetapi juga kehidupan Anda. Bermimpilah besar, tetaplah setia pada prinsip fair play. Di atas matras kita lawan, tetapi di luar matras kita adalah sahabat,” pungkasnya.
Putra Presiden ke-6 RI itu hadir bersama adiknya, Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono. Acara yang digelar di JSI Resort Convention Hall, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, juga semakin spesial saat AHY menekan tombol pembukaan bersama enam tamu kehormatan lainnya.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior: Peserta dan FIAS Puas, Indonesia Dapat Tawaran Event Lebih Besar
Mereka adalah Presiden Federasi Sambo Amatir Internasional (FIAS) Vasily Shestakov, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari, Sekretaris Jenderal KONI Pusat TB Ade Lukman, perwakilan sponsor Tommy Hermawan Lo, serta Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP Persambi) Krisna Bayu sebagai tuan rumah.
“Malam ini bukan hanya perayaan olahraga, tetapi juga perayaan persahabatan, keberanian, dan semangat para remaja. Kami bangga Indonesia dipercaya FIAS untuk menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini. Kehadiran Anda, para atlet dari lebih 30 negara di Asia, Eropa, Afrika, dan Pasifik, adalah penampilan terbaik malam ini,” ujar AHY.
Ketua Dewan Pembina Persambi itu menegaskan, sambo bukan sekadar olahraga, tetapi juga jembatan kemanusiaan. Hal itu tercermin dari antusiasme peserta yang datang dari lima benua dengan semangat menjalin persahabatan demi meningkatkan kualitas kehidupan.
“Sambo mengajarkan nilai-nilai penting bagi generasi muda, bukan hanya untuk menang di arena, tetapi juga untuk sukses dalam kehidupan,” tambah AHY.
Dalam sambutannya, Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari mengatakan ini adalah kali pertama Indonesia menjadi tuan rumah ajang sambo kelas dunia. Ia optimistis bukan yang terakhir, melainkan awal dari langkah lebih besar.
“Semua ini tidak akan terwujud tanpa dukungan Ketua Umum PP Persambi Krisna Bayu. Bahkan saya sampaikan langsung kepada Presiden FIAS, masyarakat Indonesia sangat mencintai olahraga. Menteri Koordinator IPK kami pun berolahraga setiap hari, hingga tiga kali sehari!” ujar Okto.
Ia menekankan, bagi para atlet dan ofisial, ajang ini bukan sekadar menyaksikan pertandingan, melainkan mencatat sejarah. “Hari ini kita semua menjadi saksi bahwa Indonesia mampu menggelar event besar sambo di panggung internasional. Nikmatilah pertandingan, bersenang-senanglah, dan jangan lupa, ini adalah Bogor, ini adalah Indonesia – negeri dengan tradisi keramahtamahan,” katanya.
Sementara itu, Presiden FIAS Vasily Shestakov menilai kejuaraan ini sebagai salah satu ajang terbesar dalam kalender FIAS. “Energi, tekad, dan semangat juang Anda akan menentukan masa depan cabang olahraga sambo. Terima kasih kepada semua pihak, khususnya Kemenpora RI, KOI, dan Federasi Sambo Indonesia atas profesionalisme tinggi dalam penyelenggaraan turnamen ini,” ujarnya.
Menurut Shestakov, kejuaraan ini memberi kesempatan istimewa bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, bertukar pengalaman, dan membuktikan bahwa sambo adalah sekolah kehidupan.
“Tiga hari ke depan akan menjadi perjalanan penting, bukan hanya untuk olahraga tetapi juga kehidupan Anda. Bermimpilah besar, tetaplah setia pada prinsip fair play. Di atas matras kita lawan, tetapi di luar matras kita adalah sahabat,” pungkasnya.
(sto)
Lihat Juga :