Amelia Devy Raih Perunggu Kedua Indonesia di Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025
Sabtu, 04 Oktober 2025 - 18:08 WIB
loading...
Timnas Sambo Indonesia berhasil menambah koleksi medali di kancah global / Foto: Ist
A
A
A
BOGOR - Timnas Sambo Indonesia berhasil menambah koleksi medali di kancah global. Amelia Devy mempersembahkan medali perunggu kedua bagi Merah Putih dalam Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior (World Youth and Junior Sambo Championship 2025) di JSI Resort Convention Hall Megamendung, Bogor, Sabtu (4/10/2025).
Medali tersebut diraih Devy di kategori Sport Sambo Junior +80 kilogram putri. Langkah mahasiswi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga ini terhenti di semifinal setelah dipaksa mengakui keunggulan atlet tangguh, Kira Safonova (FIAS 2) dari Belarusia.
Pencapaian Devy melengkapi medali perunggu pertama yang sebelumnya disumbangkan oleh Handezka Vaktorias dari kelas 64kg Combat Junior Putra. Meskipun harus puas di posisi ketiga, Devy menyambut hasil ini dengan bangga dan penuh tekad.
"Saya senang dan tidak menduga bisa mendapatkan medali perunggu untuk Indonesia," kata Devy. "Lawan yang saya hadapi memang lebih bagus, dan ini menjadi pelajaran berharga untuk bisa kembali berlatih keras."
Kekalahan melawan atlet level dunia justru membakar semangat atlet kelahiran Salatiga, 17 Mei 2008, ini. Ia menyadari standar persaingan di level internasional sangat tinggi.
"Saya harus terus berlatih lebih keras lagi. Setelah merasakan pertandingan melawan atlet FIAS 2 dan kalah, tenaga dan stamina saya harus lebih ditingkatkan lagi," tegas Devy, yang mengidolakan legenda judo Indonesia, Krisna Bayu OLY. "Saya ingin mengikuti jejak prestasinya, tapi saya sadar untuk bersaing di level ini, saya harus lebih kuat dan lebih kompetitif."
Manajer Timnas Sambo Indonesia, Nurfirmanwansyah, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian dua medali perunggu ini. "Alhamdulillah. Hasil 2 medali perunggu yang diraih Indonesia dengan materi atlet yang minim pengalaman bertanding internasional ini sudah luar biasa," kata Nurfirmanwansyah.
Ia menambahkan bahwa hasil ini sangat membanggakan mengingat atlet Sambo Indonesia berhadapan dengan lawan-lawan yang jauh lebih berpengalaman, terutama dari negara-negara yang menjadi pusat Sambo. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025 ini harus menjadi bahan evaluasi.
Ke depan, ia berharap agar atlet yang dipersiapkan dapat menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) minimal tiga bulan sebelum terjun di event internasional. "Saat ini, kita terkendala masalah finansial sehingga tidak bisa menjalani Pelatnas lebih panjang. Ke depan, kami berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap olahraga Sambo. Peluang atlet Indonesia itu cukup besar untuk berprestasi di dunia," pungkasnya.
Medali tersebut diraih Devy di kategori Sport Sambo Junior +80 kilogram putri. Langkah mahasiswi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga ini terhenti di semifinal setelah dipaksa mengakui keunggulan atlet tangguh, Kira Safonova (FIAS 2) dari Belarusia.
Pencapaian Devy melengkapi medali perunggu pertama yang sebelumnya disumbangkan oleh Handezka Vaktorias dari kelas 64kg Combat Junior Putra. Meskipun harus puas di posisi ketiga, Devy menyambut hasil ini dengan bangga dan penuh tekad.
"Saya senang dan tidak menduga bisa mendapatkan medali perunggu untuk Indonesia," kata Devy. "Lawan yang saya hadapi memang lebih bagus, dan ini menjadi pelajaran berharga untuk bisa kembali berlatih keras."
Kekalahan melawan atlet level dunia justru membakar semangat atlet kelahiran Salatiga, 17 Mei 2008, ini. Ia menyadari standar persaingan di level internasional sangat tinggi.
"Saya harus terus berlatih lebih keras lagi. Setelah merasakan pertandingan melawan atlet FIAS 2 dan kalah, tenaga dan stamina saya harus lebih ditingkatkan lagi," tegas Devy, yang mengidolakan legenda judo Indonesia, Krisna Bayu OLY. "Saya ingin mengikuti jejak prestasinya, tapi saya sadar untuk bersaing di level ini, saya harus lebih kuat dan lebih kompetitif."
Manajer Timnas Sambo Indonesia, Nurfirmanwansyah, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian dua medali perunggu ini. "Alhamdulillah. Hasil 2 medali perunggu yang diraih Indonesia dengan materi atlet yang minim pengalaman bertanding internasional ini sudah luar biasa," kata Nurfirmanwansyah.
Ia menambahkan bahwa hasil ini sangat membanggakan mengingat atlet Sambo Indonesia berhadapan dengan lawan-lawan yang jauh lebih berpengalaman, terutama dari negara-negara yang menjadi pusat Sambo. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025 ini harus menjadi bahan evaluasi.
Ke depan, ia berharap agar atlet yang dipersiapkan dapat menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) minimal tiga bulan sebelum terjun di event internasional. "Saat ini, kita terkendala masalah finansial sehingga tidak bisa menjalani Pelatnas lebih panjang. Ke depan, kami berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap olahraga Sambo. Peluang atlet Indonesia itu cukup besar untuk berprestasi di dunia," pungkasnya.
(yov)
Lihat Juga :