Juara AS Terbuka 2020, Naomi Osaka: Saya Harap Kobe Bryant Bangga
Minggu, 13 September 2020 - 16:02 WIB
loading...
Kampanye Black Lives Matter kembali disuarakan Naomi Osaka saat menjuarai Grand Slam AS Terbuka 2020 usai mengalahkan Victoria Azarenka di Stadion Arthur Ashe, Minggu (13/9/2020) WIB / Foto: Twitter Naomi Osaka
A
A
A
NEW YORK - Kampanye Black Lives Matter kembali disuarakan Naomi Osaka saat menjuarai Grand Slam AS Terbuka 2020 usai mengalahkan Victoria Azarenka melalui pertarungan sengit tiga set 1-6, 6-3, dan 6-3 di Stadion Arthur Ashe, Minggu (13/9/2020) WIB. Selain itu, petenis gado-gado Haiti-Jepang itu mengaku berhasil menjaga warisan dari mendiang Kobe Bryant.
Pada pertandingan ini Osaka sempat tertinggal pada set pertama 1-6 dari Azarenka. Namun dia mampu bangkit untuk membalikkan keadaan setelah merebut dua set berikutnya 6-3 dan 6-3. (Baca juga: Gelar US Open 2020 dan Pesan Kemanusian Naomi Osaka )
Ini merupakan trofi ketiga Naomi Osaka di ajang Grand Slam setelah sebelumnya meraih di AS Terbuka 2018 dan Australia Terbuka 2019. Dia juga menjadi petenis Asia pertama yang memenangkan tiga gelar tunggal grand slam melampaui petenis China, Li Na.
Itu merupakan bagian dari kisah perjalanannya di AS Terbuka 2020. Di luar itu, banyak hal yang dilakukan Naomi Osaka sebelum dan sesudah mengalahkan Azarenka. (Baca juga: Ada Kesedihan di Balik Selebrasi Gol Mohamed Salah )
Pertama, Naomi Osaka mengampanyekan Black Lives Matter. Dia bahkan menggunakan masker bertuliskan 'Tamir Rice' saat berjalan memasuki Stadion Arthur Ashe. Tamir Rice itu merupakan bocah laki-laki berusia 12 tahun yang dibunuh oleh seorang polisi saat bermain dengan pistol mainan pada 2014.
![Juara AS Terbuka 2020, Naomi Osaka: Saya Harap Kobe Bryant Bangga]()
Sementara pacar Osaka, rapper Cordae, duduk di tribun dengan kaus bertuliskan ' Defund the police '. Disinggung mengenai pesan apa yang ingin disampaikan?
Pada pertandingan ini Osaka sempat tertinggal pada set pertama 1-6 dari Azarenka. Namun dia mampu bangkit untuk membalikkan keadaan setelah merebut dua set berikutnya 6-3 dan 6-3. (Baca juga: Gelar US Open 2020 dan Pesan Kemanusian Naomi Osaka )
Ini merupakan trofi ketiga Naomi Osaka di ajang Grand Slam setelah sebelumnya meraih di AS Terbuka 2018 dan Australia Terbuka 2019. Dia juga menjadi petenis Asia pertama yang memenangkan tiga gelar tunggal grand slam melampaui petenis China, Li Na.
Itu merupakan bagian dari kisah perjalanannya di AS Terbuka 2020. Di luar itu, banyak hal yang dilakukan Naomi Osaka sebelum dan sesudah mengalahkan Azarenka. (Baca juga: Ada Kesedihan di Balik Selebrasi Gol Mohamed Salah )
Pertama, Naomi Osaka mengampanyekan Black Lives Matter. Dia bahkan menggunakan masker bertuliskan 'Tamir Rice' saat berjalan memasuki Stadion Arthur Ashe. Tamir Rice itu merupakan bocah laki-laki berusia 12 tahun yang dibunuh oleh seorang polisi saat bermain dengan pistol mainan pada 2014.

Sementara pacar Osaka, rapper Cordae, duduk di tribun dengan kaus bertuliskan ' Defund the police '. Disinggung mengenai pesan apa yang ingin disampaikan?
Lihat Juga :