Rudianto Manurung Kembali Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PSTI Riau

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 15:30 WIB
loading...
Rudianto Manurung Kembali...
Rudianto Manurung Kembali Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PSTI Riau. Foto: IST
A A A
Rudianto Manurung kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Persatuan Sepak Takraw Indonesia ( PSTI ) Riau lewat Musyawarah Provinsi PSTI di Ballroom Hotel Alpha, Pekanbaru, awal Agustus 2025 lalu.

Ia kembali dipercaya tanpa voting, terpilih secara aklamasi untuk menakhodai PSTI Riau selama empat tahun ke depan, periode 2025–2029.

Tepuk tangan membahana di ballroom kala itu. Rudianto berdiri tenang di podium. Jasnya sederhana, kancing atas dibiarkan terbuka.

“Empat tahun kemarin belum menghasilkan apa-apa,” katanya lirih, disambut hening ruangan. Kalimat itu bukan basa-basi. Bagi Rudianto, kepemimpinan bukan ajang klaim, melainkan panggilan pengabdian.

Sosok ini memang jauh dari citra pejabat olahraga yang sibuk konferensi pers. Ia lebih sering terlihat di lapangan: berbicara dengan pelatih, memeriksa bola rotan, atau duduk di bangku penonton memantau anak-anak muda yang berlatih di bawah terik matahari.

“Kalau mengurus sepak takraw Riau menjadikan saya miskin, tak apa-apa,” ucapnya suatu kali kepada pengurus. Kalimat itu terdengar ekstrem, tapi bukan kiasan. Ia sering memakai uang pribadi untuk transportasi atlet, membayar penginapan, bahkan membelikan perlengkapan latihan.


Membangun dari Akar

Ketika pertama kali menjabat Ketua PSTI Riau pada 2021, organisasi itu dalam kondisi nyaris mati suri. Kepengurusan lama vakum, turnamen sepi, dan atlet kehilangan arah. Tapi Rudianto—seorang pengacara yang menekuni olahraga dari hati—memilih mulai dari bawah.

Ia berkeliling ke kabupaten satu per satu: Rokan Hulu, Bengkalis, Indragiri Hilir—membangkitkan kembali semangat pelatih dan pemain.

Ia tahu betul, sepak takraw bukan sekadar olahraga, tapi bagian dari identitas Melayu yang mesti dijaga. “Kalau bukan kita yang merawat, siapa lagi?” ujarnya.

Di masa kepemimpinannya, Rudianto memprioritaskan pembinaan berjenjang. Ia memperbanyak kompetisi lokal, membuka pelatihan usia dini, serta menggandeng KONI dan Dispora untuk memperkuat infrastruktur. Langkah-langkah kecil itu membuahkan hasil besar.

Dua tahun kemudian, Riau menjadi salah satu daerah penyumbang atlet terbanyak bagi tim nasional sepak takraw Indonesia. Dari tanah Melayu ini lahir nama-nama seperti Muhammad Hafiz dan Wan Annisa, yang menyumbangkan medali emas, perak, dan perunggu di SEA Games 2023 di Kamboja.

“Anak-anak Riau bisa bersaing di level Asia Tenggara,” kata Rudianto dengan nada bangga tapi tertahan. “Mereka hasil kerja keras pembinaan yang kami tanam sejak awal.”

Rendah Hati dan Altruistik

Prestasi itu membuat namanya diperhitungkan. Tapi Rudianto tetap bersikap sama: sederhana, menolak berlebihan, dan enggan mengklaim kesuksesan pribadi.

“Saya hanya melanjutkan perjuangan orang-orang yang lebih dulu mencintai takraw,” ujarnya.

Sifat altruistiknya—tulus berkorban tanpa pamrih dan selalu mengutamakan kepentingan orang lain—membuat banyak pengurus daerah menaruh hormat.

Tak heran, menjelang Munas PB PSTI bulan depan, suara dukungan agar Rudianto maju ke level nasional kian nyaring.

“Beliau punya kerja nyata, bukan hanya pidato,” kata seorang pengurus KONI dari Sumatera Barat. “Figur seperti ini yang dibutuhkan untuk membawa sepak takraw Indonesia ke level dunia.”

Kabar terkini menyebutkan, dukungan dari pengprov kepada Rudianto untuk memimpin PB PSTI sudah mencapai lebih dari 50 persen.

Rudianto menanggapinya dengan tenang. Ia tak mau terlihat ambisius. Namun kepada rekan-rekan terdekatnya, ia kerap melontarkan cita-cita yang lebih besar: membawa sepak takraw Indonesia menjuarai Kejuaraan Dunia ISTAF yang digelar empat tahun sekali, serta King’s Cup—turnamen tahunan paling bergengsi di bawah Federasi Sepaktakraw Internasional.


Langkah ke Panggung Nasional

Mimpi itu bukan omong kosong. Di bawah Rudianto, PSTI Riau berhasil menghidupkan kembali kultur latihan dan kompetisi daerah.

Ia menanamkan manajemen terbuka, disiplin, namun tetap kekeluargaan. Setiap pengurus punya tanggung jawab yang jelas, setiap rupiah dana dicatat transparan.

Visinya jika dipercaya memimpin PSTI nasional sederhana tapi jelas: memperkuat pelatnas dengan sistem meritokrasi, menggandeng sponsor jangka panjang, dan memastikan kesejahteraan atlet sebagai prioritas.

“Sepak takraw bukan olahraga kecil. Ini warisan budaya yang bisa jadi kebanggaan bangsa,” ujarnya.

Baginya, olahraga Melayu itu bukan sekadar soal medali, tapi soal harga diri. Indonesia, negeri yang menjadi salah satu asal tradisi takraw, sudah seharusnya tak hanya menjadi penonton di arena dunia.

“Kalau anak-anak Riau bisa juara di Asia Tenggara,” katanya, “maka anak-anak Indonesia bisa juara dunia.”


Sumpah di Lapangan Malam

Suatu malam, selepas rapat di kantor PSTI Riau, Rudianto duduk di kursi plastik di pinggir lapangan. Beberapa anak muda masih berlatih, tertawa ketika bola jatuh. Rudianto memandang mereka lama. “Kalau nanti ada di antara mereka berdiri di podium dunia, itu sudah cukup bagi saya,” katanya.

Di hatinya, sepak takraw bukan soal penghargaan pribadi—melainkan tentang menyalakan api yang lebih besar.

Dan jika Munas PSTI yang tak lama lagi digelar benar-benar mencari pemimpin yang tak hanya pandai bicara tapi terbukti bekerja, barangkali jawabannya sudah ada di lapangan kecil itu—di bawah sinar lampu temaram—bersama seorang pria yang berjanji siap miskin demi sepak takraw Riau.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejurnas Atletik 2026...
Kejurnas Atletik 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Lahirnya Generasi Baru Atlet Indonesia
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
HYROX Jakarta 2026 Siap...
HYROX Jakarta 2026 Siap Digelar, Peserta Jalani Persiapan Menuju Kompetisi
Jaring Bibit Unggul...
Jaring Bibit Unggul Olahraga, Program Pengembangan Atlet Sasar Kaum Muda
Oceanman Bali 2026 Sukses...
Oceanman Bali 2026 Sukses Hadirkan Sport Tourism Kelas Dunia
Lahirnya Hukum Olahraga...
Lahirnya Hukum Olahraga Indonesia
8 Olahraga yang Pernah...
8 Olahraga yang Pernah Dilakukan Rasulullah SAW, Lengkap dengan Dalilnya
Jangan Asal Olahraga!...
Jangan Asal Olahraga! Ini 9 Adab Berolahraga dalam Islam
Demam Piala Dunia, Bagaimana...
Demam Piala Dunia, Bagaimana Islam Memandang Olahraga?
Special Bola
Dukun Ghana Kutuk Timnas...
Bola Dunia
Dukun Ghana Kutuk Timnas Argentina, Bantu Cristiano Ronaldo Juara Piala Dunia 2026!
Setelah Prediksi Belanda...
Bola Dunia
Setelah Prediksi Belanda Juara, Ekonom Jerman Jagokan Jepang Hajar Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026!
Bracket Mudah, Timnas...
Bola Dunia
Bracket Mudah, Timnas Argentina Dibantu FIFA agar Juara Piala Dunia 2026?
Rekomendasi
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Persoalkan Penangkapan, Penahanan, Penggeledahan, hingga Pencekalan
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Berita Terkini
Dugaan Aroma Konspirasi...
Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Martinez: Bandingkan...
Martinez: Bandingkan Ronaldo dengan Messi Itu Kekanak-kanakan
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Saat Negeri Hoki Demam...
Saat Negeri Hoki Demam Sepak Bola
HKBP 165 Padel Series...
HKBP 165 Padel Series III Bekasi Tarik Antusias 140 Peserta, Siap Berlanjut ke Bandung
Pelatih Korea Selatan...
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Negaranya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Infografis
4 Pulau Sengketa Kembali...
4 Pulau Sengketa Kembali ke Pangkuan Aceh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved