PON Bela Diri Kudus 2025: Aksi Bintang Hollywood Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman Hipnotis Ribuan Penonton
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 21:39 WIB
loading...
Tonggak sejarah baru olahraga nasional terukir di Kota Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (11/10/2025) / Foto: Ist
A
A
A
KUDUS - Tonggak sejarah baru olahraga nasional terukir di Kota Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (11/10/2025). Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 resmi dibuka dengan gemilang, menandai dimulainya pesta olahraga yang mempertandingkan 10 cabang bela diri murni.
Seremoni pembukaan berlangsung megah di dua lokasi ikonik Kudus, yakni Djarum Arena Kaliputu dan Alun-alun Simpang Tujuh. Acara khidmat di Djarum Arena dihadiri oleh Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, dan Deputi II Kemenpora Raden Isnanta.
Momen paling memukau datang dari panggung utama. Dua pesilat internasional yang juga aktor Hollywood, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman, menampilkan atraksi silat yang spektakuler.
Baca Juga: Federasi Gimnastik Indonesia Pastikan Atlet Israel Tidak Ikut Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025
Perpaduan keindahan gerak, ketangkasan, dan filosofi mendalam silat yang mereka suguhkan sukses memukau seluruh penonton yang hadir. Ketua Panitia Ryan Gozali menyampaikan apresiasi atas partisipasi luar biasa dari 2.645 atlet yang mewakili 38 KONI Provinsi.
Mereka akan bertanding memperebutkan medali dalam 10 cabor bela diri murni, termasuk Karate, Tarung Derajat, Ju-Jitsu, Pencak Silat, Taekwondo, Gulat, Judo, Sambo, Wushu, dan Shorinji Kempo. "Kami merancang pesta pembukaan ini dengan konsep istimewa, tujuannya tidak hanya hiburan, tetapi juga menjadi sumber motivasi dan pemantik semangat bagi para atlet," ujar Ryan Gozali dalam keterangan persnya.
Setelah pembukaan resmi, defile kontingen atlet bergerak dalam pawai meriah dari Djarum Arena menuju Alun-alun Simpang Tujuh. Di pusat kota, ribuan warga Kudus telah memadati area tersebut dan menyambut para atlet dengan antusias.
Baca Juga: Apa Konsekuensi Penolakan Atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Jakarta?
Rangkaian acara di alun-alun semakin semarak dengan penampilan Tari Kretek yang melibatkan ratusan penari perempuan, diikuti oleh pertunjukan aksi bela diri, hingga ditutup dengan pesta kembang api dan pertunjukan musik yang menggelegar. Ketua KONI Pusat, Marciano Norman, menegaskan bahwa PON Bela Diri ini memiliki tujuan strategis, yakni sebagai wadah kompetisi bagi cabor bela diri non-Olimpiade yang tidak lagi dipertandingkan pada PON reguler mulai 2028.
Ajang dua tahunan ini diharapkan menjaga kontinuitas kompetisi serta melahirkan juara-juara baru yang akan mewakili Indonesia di kancah internasional. Lebih dari itu, PON Bela Diri Kudus juga dirancang untuk mengembangkan sports tourism, memadukan semangat olahraga dengan kekayaan budaya lokal.
"Kami berharap PON Bela Diri ini tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga memperkuat pembinaan olahraga bela diri di Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan, serta memberikan efek domino bagi promosi daerah dan perekonomian masyarakat," imbuh Marciano.
Kompetisi akan berlangsung dari 12–26 Oktober, berpusat di Djarum Arena Kaliputu, dengan Taekwondo dan Judo sebagai cabor pembuka, Minggu (12/10/2925).
Seremoni pembukaan berlangsung megah di dua lokasi ikonik Kudus, yakni Djarum Arena Kaliputu dan Alun-alun Simpang Tujuh. Acara khidmat di Djarum Arena dihadiri oleh Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, dan Deputi II Kemenpora Raden Isnanta.
Momen paling memukau datang dari panggung utama. Dua pesilat internasional yang juga aktor Hollywood, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman, menampilkan atraksi silat yang spektakuler.
Baca Juga: Federasi Gimnastik Indonesia Pastikan Atlet Israel Tidak Ikut Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025
Perpaduan keindahan gerak, ketangkasan, dan filosofi mendalam silat yang mereka suguhkan sukses memukau seluruh penonton yang hadir. Ketua Panitia Ryan Gozali menyampaikan apresiasi atas partisipasi luar biasa dari 2.645 atlet yang mewakili 38 KONI Provinsi.
Mereka akan bertanding memperebutkan medali dalam 10 cabor bela diri murni, termasuk Karate, Tarung Derajat, Ju-Jitsu, Pencak Silat, Taekwondo, Gulat, Judo, Sambo, Wushu, dan Shorinji Kempo. "Kami merancang pesta pembukaan ini dengan konsep istimewa, tujuannya tidak hanya hiburan, tetapi juga menjadi sumber motivasi dan pemantik semangat bagi para atlet," ujar Ryan Gozali dalam keterangan persnya.
Setelah pembukaan resmi, defile kontingen atlet bergerak dalam pawai meriah dari Djarum Arena menuju Alun-alun Simpang Tujuh. Di pusat kota, ribuan warga Kudus telah memadati area tersebut dan menyambut para atlet dengan antusias.
Baca Juga: Apa Konsekuensi Penolakan Atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Jakarta?
Rangkaian acara di alun-alun semakin semarak dengan penampilan Tari Kretek yang melibatkan ratusan penari perempuan, diikuti oleh pertunjukan aksi bela diri, hingga ditutup dengan pesta kembang api dan pertunjukan musik yang menggelegar. Ketua KONI Pusat, Marciano Norman, menegaskan bahwa PON Bela Diri ini memiliki tujuan strategis, yakni sebagai wadah kompetisi bagi cabor bela diri non-Olimpiade yang tidak lagi dipertandingkan pada PON reguler mulai 2028.
Ajang dua tahunan ini diharapkan menjaga kontinuitas kompetisi serta melahirkan juara-juara baru yang akan mewakili Indonesia di kancah internasional. Lebih dari itu, PON Bela Diri Kudus juga dirancang untuk mengembangkan sports tourism, memadukan semangat olahraga dengan kekayaan budaya lokal.
"Kami berharap PON Bela Diri ini tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga memperkuat pembinaan olahraga bela diri di Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan, serta memberikan efek domino bagi promosi daerah dan perekonomian masyarakat," imbuh Marciano.
Kompetisi akan berlangsung dari 12–26 Oktober, berpusat di Djarum Arena Kaliputu, dengan Taekwondo dan Judo sebagai cabor pembuka, Minggu (12/10/2925).
(yov)
Lihat Juga :