Kalahkan Azarenka, Jadi Bukti Kematangan Mentalitas Osaka
Senin, 14 September 2020 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
Osaka menjelaskan, butuh perjuangan keras menghadapi tekanan karena kesuksesan yang diraih di awal kariernya masih hijau dan sering patah semangat jika mendapatkan hasil buruk. Hal itu pun terjadi ketika kalah di babak keempat AS Terbuka 2019 dan tersingkir di babak ketiga Australia Terbuka awal tahun ini.
Dia mengaku menemukan kepercayaan dirinya selama jeda yang tidak terduga akibat pandemi virus korona (Covid-19). Kini dia kembali mencapai prestasi tertingginya dan menjadi petenis dengan pendapatan paling besar di dunia versi Forbes. Tahun ini petenis berusia 22 tahun tersebut mendapatkan USD37,4 juta atau sekitar Rp551 miliar).
Selain itu, Osaka juga menjadi petenis putri pertama yang meraih tiga gelar grand slam sebelum usia 23 tahun sejak terakhir dilakukan Maria Sharapova pada 2008. “Semua pertandingan yang saya mainkan di sini sangat sulit. Tapi, saya sekarang merasa lebih dari pemain yang komplet. Saya juga lebih sadar dengan apa yang sudah saya lakukan,” ungkap Osaka.
Sementara itu, Azarenka tidak terlalu kecewa dengan kekalahan ini. Alasannya, bisa mencapai final AS Terbuka menunjukkan jika dirinya masih memiliki semangat bermain setelah berjuang dengan serangkaian cedera dan mengasuh anak dalam beberapa tahun terakhir. Namun, petenis asal Belarusia ini tetap merasa sedih karena tak mampu merebut kemenangan di laga itu. Padahal dia sangat berhasrat bisa menjadi juara untuk pertama kalinya di AS Terbuka. Apalagi ini merupakan kegagalan ketiga kalinya setelah sebelumnya juga tak mampu meraih kemenangan pada laga final AS Terbuka pada 2012 dan 2013. (Lihat videonya: Peran Ki Gede Sala dalam Sejarah Berdirinya Kota Solo)
“Saya memang tidak terlalu kecewa, tetapi merasa sedikit sakit. Sangat menyakitkan karena sudah sedekat ini menjadi juara, tapi tidak ada yang berubah. Saya tidak akan duduk di sini, mengutuk diri, dan menjadi orang yang paling sengsara di dunia. Saya sudah menjalani dua pekan luar biasa. Saya bahagia dengan diri saya sendiri,” ujarnya. (Raikhul Amar)
Dia mengaku menemukan kepercayaan dirinya selama jeda yang tidak terduga akibat pandemi virus korona (Covid-19). Kini dia kembali mencapai prestasi tertingginya dan menjadi petenis dengan pendapatan paling besar di dunia versi Forbes. Tahun ini petenis berusia 22 tahun tersebut mendapatkan USD37,4 juta atau sekitar Rp551 miliar).
Selain itu, Osaka juga menjadi petenis putri pertama yang meraih tiga gelar grand slam sebelum usia 23 tahun sejak terakhir dilakukan Maria Sharapova pada 2008. “Semua pertandingan yang saya mainkan di sini sangat sulit. Tapi, saya sekarang merasa lebih dari pemain yang komplet. Saya juga lebih sadar dengan apa yang sudah saya lakukan,” ungkap Osaka.
Sementara itu, Azarenka tidak terlalu kecewa dengan kekalahan ini. Alasannya, bisa mencapai final AS Terbuka menunjukkan jika dirinya masih memiliki semangat bermain setelah berjuang dengan serangkaian cedera dan mengasuh anak dalam beberapa tahun terakhir. Namun, petenis asal Belarusia ini tetap merasa sedih karena tak mampu merebut kemenangan di laga itu. Padahal dia sangat berhasrat bisa menjadi juara untuk pertama kalinya di AS Terbuka. Apalagi ini merupakan kegagalan ketiga kalinya setelah sebelumnya juga tak mampu meraih kemenangan pada laga final AS Terbuka pada 2012 dan 2013. (Lihat videonya: Peran Ki Gede Sala dalam Sejarah Berdirinya Kota Solo)
“Saya memang tidak terlalu kecewa, tetapi merasa sedikit sakit. Sangat menyakitkan karena sudah sedekat ini menjadi juara, tapi tidak ada yang berubah. Saya tidak akan duduk di sini, mengutuk diri, dan menjadi orang yang paling sengsara di dunia. Saya sudah menjalani dua pekan luar biasa. Saya bahagia dengan diri saya sendiri,” ujarnya. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :