Jepang Ajak Indonesia Cabut dari AFC, Bikin Blok Sepak Bola Asia Timur?
Senin, 20 Oktober 2025 - 13:52 WIB
loading...
A
A
A
Selama dua dekade terakhir, sepak bola Asia seolah terpecah menjadi dua dunia:
Timur, yang unggul dalam prestasi dan pengelolaan profesional; dan Barat, yang mendominasi politik dan kekuasaan finansial.
Isu ini mengingatkan publik pada era ketika Jepang dan Korea Selatan harus berjuang keras untuk mendapat pengakuan dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2002, di tengah kuatnya pengaruh negara Teluk di AFC. Kini, dua dekade kemudian, situasi serupa muncul kembali — hanya saja Jepang tampak siap mengambil langkah ekstrem.
Di satu sisi, Indonesia selama ini juga kerap mengeluhkan ketimpangan kebijakan AFC dan kontroversi wasit yang merugikan tim Asia Tenggara. Namun di sisi lain, keputusan untuk “boikot” AFC tentu membawa risiko besar terhadap hubungan diplomatik dan keanggotaan resmi di FIFA .
Meski begitu, gagasan untuk membentuk aliansi Asia Timur bisa menjadi momentum reflektif bagi sepak bola Indonesia — apakah tetap nyaman di bawah bayang-bayang kekuasaan Arab, atau ikut mendorong tata kelola sepak bola Asia yang lebih adil dan profesional.
Untuk saat ini, rumor keluarnya Jepang dari AFC masih sebatas spekulasi. Namun, jika langkah itu benar-benar diwujudkan, dampaknya akan mengguncang peta kekuatan olahraga paling populer di Asia.
Timur, yang unggul dalam prestasi dan pengelolaan profesional; dan Barat, yang mendominasi politik dan kekuasaan finansial.
Isu ini mengingatkan publik pada era ketika Jepang dan Korea Selatan harus berjuang keras untuk mendapat pengakuan dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2002, di tengah kuatnya pengaruh negara Teluk di AFC. Kini, dua dekade kemudian, situasi serupa muncul kembali — hanya saja Jepang tampak siap mengambil langkah ekstrem.
Apakah Indonesia Akan Ikut Boikot?
Indonesia berada di posisi menarik dalam wacana ini. Sebagai bagian dari ASEAN dan mitra strategis Jepang di banyak sektor, undangan bergabung dalam blok EAFC bisa menjadi peluang sekaligus dilema.Di satu sisi, Indonesia selama ini juga kerap mengeluhkan ketimpangan kebijakan AFC dan kontroversi wasit yang merugikan tim Asia Tenggara. Namun di sisi lain, keputusan untuk “boikot” AFC tentu membawa risiko besar terhadap hubungan diplomatik dan keanggotaan resmi di FIFA .
Meski begitu, gagasan untuk membentuk aliansi Asia Timur bisa menjadi momentum reflektif bagi sepak bola Indonesia — apakah tetap nyaman di bawah bayang-bayang kekuasaan Arab, atau ikut mendorong tata kelola sepak bola Asia yang lebih adil dan profesional.
Untuk saat ini, rumor keluarnya Jepang dari AFC masih sebatas spekulasi. Namun, jika langkah itu benar-benar diwujudkan, dampaknya akan mengguncang peta kekuatan olahraga paling populer di Asia.
(sto)
Lihat Juga :