Tantangan Berbagi Tempat Merekam Momen Olahraga

Selasa, 21 Oktober 2025 - 18:06 WIB
loading...
Tantangan Berbagi Tempat...
Jurnalis foto Isra Triansyah membidik momen pertandingan kandang Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring Palembang. Foto: SINDOnews/Dok. Pribadi
A A A
JAKARTA - Olahraga kini menjadi salah satu aktivitas paling fotogenik. Di tengah dominasi budaya visual, keterikatan antara fotografi dan aktivitas berolahraga mengalami pergeseran makna: penegasan eksistensi bagi individu yang diambil gambarnya, dan peluang meraup cuan bagi sang fotografer.

Belakangan menjamur fotografer yang menangkap momen warga berolahraga di ruang publik untuk kemudian dijual. Fenomena ini menimbulkan berbagai polemik, selain soal masalah etika, karena berpotensi mengganggu privasi orang lain, menjamurnya juru foto olahraga juga berdampak pada godaan berkompetisi secara tidak sehat.

Di Indonesia, peraturan tentang memotret di ruang publik masih abu-abu. Belum ada regulasi yang tegas, namun bukan berarti fotografer bebas menekan tombol shutter sesuka hati. Kebebasan mengambil gambar tetap harus dibatasi oleh etika: jangan sampai mengganggu hak dan privasi orang lain.

Baca Juga: Siapa Samar Abu Elouf? Fotografer Palestina Pemenang Penghargaan Foto Pers Dunia Tahun 2025

Jurnalis foto SINDOnews, Isra Triansyah, yang telah meliput berbagai peristiwa— termasuk olahraga— selama hampir 20 tahun, menyebut Indonesia memerlukan regulasi yang lebih jelas soal fotografi di ruang publik. Alih-alih membatasi fotografer untuk berkarya, kata Isra, regulasi diperlukan sebagai panduan etika untuk memahami batasan-batasan dan memberi perlindungan hukum, baik untuk sang fotografer maupun individu yang diambil gambarnya.

"Kalau motret manusia, tetap harus meminta izin atau memastikan objek sadar sedang difoto, terutama anak kecil, perempuan, atau momen sensitif. Kalau memotret properti, pastikan itu tidak melanggar privasi pemiliknya." kata Isra.

Persoalan lain kemudian muncul: klaim lokasi pemotretan dan “kavling-kavling” fotografer di ruang publik berujung intimidasi. Padahal, ruang publik sejatinya adalah tempat terbuka bagi siapa pun selama tidak melanggar hukum, termasuk untuk kegiatan fotografi.

"Seharusnya komunitas fotografer itu menjadi wadah untuk saling belajar, berbagi, dan mengasah rasa. Bukan malah membuat lokasi pemotretan menjadi arena rebutan spot, gengsi, atau penegasan status senioritas," tambah Isra.

Olahraga tidak lagi sekadar keringat, kompetisi, dan kemenangan. Di berbagai sudut kota, lapangan futsal, trek lari, arena gowes, hingga lapangan basket publik—hadir fenomena yang kian jamak: kehadiran kamera. Entah di tangan fotografer komunitas, ponsel peserta, atau drone yang mengudara.

Muncul ekosistem baru yang menopang budaya visual ini: fotografer komunitas. Mereka hadir di spot-spot olahraga—dari CFD (Car Free Day), taman kota, hingga gelanggang olahraga, membidik momen dengan tekun dan cermat. Tak sedikit dari mereka bekerja sukarela, hanya berbekal passion dan kamera, lalu mengunggah hasilnya ke Instagram atau Google Drive agar peserta bisa mengunduhnya.

Fenomena ini memperlihatkan wajah baru relasi sosial di ruang publik. Fotografi komunitas menciptakan hubungan yang saling menguntungkan: pelaku olahraga mendapat dokumentasi dan eksposur, sementara fotografer memperoleh pengakuan sosial, likes, dan jaringan baru. Validasi berbalas validasi, sebuah sistem apresiasi yang menggantikan honorarium.

Namun di sisi lain, hal ini menunjukkan bagaimana ruang publik bertransformasi menjadi ruang representasi digital. Setiap aksi olahraga kini diproyeksikan untuk kamera, bukan semata untuk tubuh.

Hubungan antara fotografi dan olahraga adalah cermin zaman. Ia memperlihatkan bagaimana teknologi, estetika, dan hasrat eksistensi manusia yang saling berkelindan. Di satu sisi, ini bentuk positif dari partisipasi publik dan budaya apresiasi visual, di sisi lain, menjadi tantangan bagi para fotografer untuk berani berbagi tempat.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lahirnya Hukum Olahraga...
Lahirnya Hukum Olahraga Indonesia
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Aidan Heslop Rajai Red...
Aidan Heslop Rajai Red Bull Cliff Diving 2026 di Broken Beach
Oceanman Bali 2026 Siap...
Oceanman Bali 2026 Siap Digelar: Diikuti 900 Perenang dari 27 Negara
HGI City Cup 2026: Mengubah...
HGI City Cup 2026: Mengubah Domino Menjadi Olahraga Prestasi
Domino Naik Kelas, Surabaya...
Domino Naik Kelas, Surabaya Domino Tournament 2026 Sukses Cetak Sejarah Baru
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Ini Menu Sarapan Terbaik...
Ini Menu Sarapan Terbaik sebelum Olahraga, Pisang dan Ubi Cilembu Juaranya
Sepak Bola dan Organisme...
Sepak Bola dan Organisme Kepercayaan
Special Bola
Menang atas Kroasia,...
Bola Dunia
Menang atas Kroasia, Timnas Inggris Hapus Catatan Buruk Selama 24 Tahun di Piala Dunia
Imbang 1-1 di Laga Pembuka...
Bola Dunia
Imbang 1-1 di Laga Pembuka seperti Euro 2016, Timnas Portugal Juara Piala Dunia 2026?
Diejek Yel-Yel Lionel...
Bola Dunia
Diejek Yel-Yel Lionel Messi, Cristiano Ronaldo Alami Malam Frustrasi Kontra Kongo di Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Berita Terkini
Kolombia Susah Payah...
Kolombia Susah Payah Tumbangkan Uzbekistan
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Grand Prix Ceko 2026, Tayang Live di VISION+
Saat Messi Bersinar,...
Saat Messi Bersinar, Ronaldo Justru Tenggelam
Inggris Hajar Kroasia...
Inggris Hajar Kroasia 4-2, Tuchel: Ini Bukan Identitas The Three Lions
Drama di Akhir Laga,...
Drama di Akhir Laga, Ghana Tekuk Panama 1-0
Portugal Mentok, Ronaldo...
Portugal Mentok, Ronaldo Dicap Egois!
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved