PON Bela Diri Sukses Dihelat, KONI: Ajang Ini Jadi Agenda 2 Tahunan
Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:02 WIB
loading...
Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 sukses menuai pujian tinggi / Foto: Ist
A
A
A
KUDUS - Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 sukses menuai pujian tinggi. Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, kembali meninjau Djarum Arena dan secara terbuka mengapresiasi pelaksanaan perdana multi-event yang berlangsung sejak 11 Oktober.
Marciano menyebut kesuksesan ini tak lepas dari kolaborasi kuat antara KONI dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation serta antusiasme luar biasa dari masyarakat Kudus. "Dukungan masyarakat Kudus itu luar biasa! Respon dari seluruh masyarakat Kudus luar biasa," ujar Marciano.
Didorong oleh kesuksesan ini, Marciano Norman menegaskan komitmen KONI untuk menjadikan PON Bela Diri sebagai agenda rutin. "Insya Allah PON Bela Diri akan kita gelar dua tahun sekali dan wujudnya adalah kolaborasi dengan Djarum Foundation," sebutnya.
Lebih dari sekadar event, ajang ini berencana dijadikan bagian dari kalender kejuaraan nasional dan bahkan berpotensi menjadi babak kualifikasi resmi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) utama. Langkah ini bertujuan memperbanyak kompetisi untuk mendorong peningkatan prestasi atlet.
"Levelnya nanti tidak 30 persen dari cabang olahraga bela diri sebagai penyumbang medali di SEA Games, tetapi mungkin bisa ke Asian Games dan satu hari nanti kita juga ingin melihat ada atlet-atlet Indonesia dari cabang olahraga bela Diri yang juga lolos kualifikasi Olimpiade," harap Marciano.
Hingga Selasa (21/10/2025), tujuh dari sepuluh cabor telah tuntas dipertandingkan. Kontingen Jawa Tengah (Jateng) menunjukkan dominasi gemilang dengan menguasai dua cabor sekaligus:
Jateng keluar sebagai juara umum cabor pencak silat dengan enam emas dan satu perunggu, melampaui target awal mereka. Manajer Tim, Sigit Infantoro, menyebut capaian ini di luar ekspektasi.
Salah satu penyumbang emas, Muhammad Faizal Ivanda, yang menang telak 39-9, berujar: "Kami melakukannya dengan fokus, serius, dan penuh kerja keras."
Tak hanya di pencak silat, Jateng juga kokoh di puncak dengan lima emas, empat perak, dan tujuh perunggu di cabor Sambo. Sementara itu, DKI Jakarta mengklaim gelar Juara Umum di cabor Shorinji Kempo dengan raihan tujuh emas.
Di tengah persaingan ketat, muncul kisah inspiratif dari atlet perorangan. Fitri Mawarni (Kaltim), wakil tunggal Kaltim ini sukses merebut emas Pencak Silat Tanding B Putri.
Ia mengaku gugup, namun persiapan intensif sejak 2024 menjadi kunci kemenangannya 34-14 atas DKI Jakarta. Sementara Kelvin Saweri (Papua Barat) sukses menutup perjuangannya di Shorinji Kempo Randori 75 kg putra dengan emas.
"Usaha yang saya perjuangkan tidak sia-sia," kata Kelvin yang mengalahkan atlet NTT, Donatus Fios.
PON Bela Diri Kudus 2025 kini menyisakan tiga cabor penutup: Ju-Jitsu, Karate, dan Wushu, yang akan digelar mulai Kamis 23 hingga 26 Oktober.
Marciano menyebut kesuksesan ini tak lepas dari kolaborasi kuat antara KONI dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation serta antusiasme luar biasa dari masyarakat Kudus. "Dukungan masyarakat Kudus itu luar biasa! Respon dari seluruh masyarakat Kudus luar biasa," ujar Marciano.
Didorong oleh kesuksesan ini, Marciano Norman menegaskan komitmen KONI untuk menjadikan PON Bela Diri sebagai agenda rutin. "Insya Allah PON Bela Diri akan kita gelar dua tahun sekali dan wujudnya adalah kolaborasi dengan Djarum Foundation," sebutnya.
Lebih dari sekadar event, ajang ini berencana dijadikan bagian dari kalender kejuaraan nasional dan bahkan berpotensi menjadi babak kualifikasi resmi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) utama. Langkah ini bertujuan memperbanyak kompetisi untuk mendorong peningkatan prestasi atlet.
"Levelnya nanti tidak 30 persen dari cabang olahraga bela diri sebagai penyumbang medali di SEA Games, tetapi mungkin bisa ke Asian Games dan satu hari nanti kita juga ingin melihat ada atlet-atlet Indonesia dari cabang olahraga bela Diri yang juga lolos kualifikasi Olimpiade," harap Marciano.
Hingga Selasa (21/10/2025), tujuh dari sepuluh cabor telah tuntas dipertandingkan. Kontingen Jawa Tengah (Jateng) menunjukkan dominasi gemilang dengan menguasai dua cabor sekaligus:
Jateng keluar sebagai juara umum cabor pencak silat dengan enam emas dan satu perunggu, melampaui target awal mereka. Manajer Tim, Sigit Infantoro, menyebut capaian ini di luar ekspektasi.
Salah satu penyumbang emas, Muhammad Faizal Ivanda, yang menang telak 39-9, berujar: "Kami melakukannya dengan fokus, serius, dan penuh kerja keras."
Tak hanya di pencak silat, Jateng juga kokoh di puncak dengan lima emas, empat perak, dan tujuh perunggu di cabor Sambo. Sementara itu, DKI Jakarta mengklaim gelar Juara Umum di cabor Shorinji Kempo dengan raihan tujuh emas.
Di tengah persaingan ketat, muncul kisah inspiratif dari atlet perorangan. Fitri Mawarni (Kaltim), wakil tunggal Kaltim ini sukses merebut emas Pencak Silat Tanding B Putri.
Ia mengaku gugup, namun persiapan intensif sejak 2024 menjadi kunci kemenangannya 34-14 atas DKI Jakarta. Sementara Kelvin Saweri (Papua Barat) sukses menutup perjuangannya di Shorinji Kempo Randori 75 kg putra dengan emas.
"Usaha yang saya perjuangkan tidak sia-sia," kata Kelvin yang mengalahkan atlet NTT, Donatus Fios.
PON Bela Diri Kudus 2025 kini menyisakan tiga cabor penutup: Ju-Jitsu, Karate, dan Wushu, yang akan digelar mulai Kamis 23 hingga 26 Oktober.
(yov)
Lihat Juga :