Menyelinap di Tikungan Akhir, DKI Jakarta Kunci Gelar Juara Umum PON Bela Diri Kudus 2025
Minggu, 26 Oktober 2025 - 21:23 WIB
loading...
Kontingen DKI Jakarta sukses membuat kejutan besar dengan merebut gelar juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 / Foto: Ist
A
A
A
KUDUS - Kontingen DKI Jakarta sukses membuat kejutan besar dengan merebut gelar juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025. Setelah 16 hari pertarungan sengit di Djarum Arena, Kaliputu, Jawa Tengah, sejak 11 hingga 26 Oktober, Ibu Kota berhasil menyalip rival terberatnya, Jawa Barat, di momen-momen terakhir kompetisi.
DKI Jakarta tampil dominan pada fase penutup dengan mendulang medali signifikan dari cabang olahraga unggulan mereka, seperti ju-jitsu, karate, dan wushu. Hasilnya, total 99 medali berhasil dikoleksi, terdiri dari 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu, yang menempatkan mereka di puncak klasemen akhir.
"Bahasa kami, kami bisa 'menyalip di tikungan'," ujar Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Fatchul Anas, merujuk pada strategi yang sukses membawa timnya menjadi kampiun.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari evaluasi menyeluruh dan program latihan intensif yang telah disiapkan DKI Jakarta selama setahun terakhir pasca-PON Aceh-Sumut 2024.
Lumbung Emas Wushu dan Tiga Atlet Tersukses
Di hari penutupan, perhatian tertuju pada cabang wushu yang menjadi lumbung emas bagi Jawa Timur. Duo andalan mereka, Muhammad Daffa "Golden Boy" Hidayatullah dan Jennifer Tjahyadi, kembali menyumbang masing-masing satu keping emas, mengukuhkan Jawa Timur sebagai juara umum cabor wushu.
Daffa, Jennifer, dan atlet wushu DKI Jakarta, Lawrence Dean Kurnia, masing-masing dengan koleksi tiga medali emas, kini tercatat sebagai trio atlet tersukses dan peraih emas terbanyak dalam ajang multi-cabang yang didukung penuh oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini. Ketua Panitia Pelaksana, Ryan Gozali, mengucap syukur atas kelancaran dan kesuksesan event yang diikuti 2.645 atlet murni bela diri dari berbagai provinsi ini.
Ryan berharap semangat dan kemenangan yang diraih menjadi motivasi atlet untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan. "PON Bela Diri Kudus 2025 diharapkan dapat memberi dampak positif, baik dari sisi ekonomi maupun pembangunan SDM masyarakat," kata Ryan,
Pagelaran skala nasional ini akan menjadi pendorong terbentuknya sport tourism di Kota Kretek. Dampak positifnya terlihat dari tingginya okupansi hotel dan ramainya berbagai lini bisnis lokal selama penyelenggaraan. Senada, Ketua KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, memberikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara dan masyarakat Kudus atas sambutan hangat yang menciptakan suasana kompetisi penuh semangat dan persaudaraan.
Marciano juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan kolaborasi dengan Djarum Foundation pada PON Bela Diri 2027 mendatang, sebagai wujud nyata penguatan ekosistem olahraga bela diri di Tanah Air. Sementara itu, Bupati Kudus, Ars Sam'ani Intakoris, turut berterima kasih.
"Pintu Kota Kretek akan selalu terbuka dengan berbagai event olahraga baik skala nasional maupun internasional," pungkas Sam'ani, berharap PON Bela Diri di tahun 2027 dapat berlangsung lebih baik dan lebih sempurna.
DKI Jakarta tampil dominan pada fase penutup dengan mendulang medali signifikan dari cabang olahraga unggulan mereka, seperti ju-jitsu, karate, dan wushu. Hasilnya, total 99 medali berhasil dikoleksi, terdiri dari 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu, yang menempatkan mereka di puncak klasemen akhir.
"Bahasa kami, kami bisa 'menyalip di tikungan'," ujar Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Fatchul Anas, merujuk pada strategi yang sukses membawa timnya menjadi kampiun.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari evaluasi menyeluruh dan program latihan intensif yang telah disiapkan DKI Jakarta selama setahun terakhir pasca-PON Aceh-Sumut 2024.
Lumbung Emas Wushu dan Tiga Atlet Tersukses
Di hari penutupan, perhatian tertuju pada cabang wushu yang menjadi lumbung emas bagi Jawa Timur. Duo andalan mereka, Muhammad Daffa "Golden Boy" Hidayatullah dan Jennifer Tjahyadi, kembali menyumbang masing-masing satu keping emas, mengukuhkan Jawa Timur sebagai juara umum cabor wushu.
Daffa, Jennifer, dan atlet wushu DKI Jakarta, Lawrence Dean Kurnia, masing-masing dengan koleksi tiga medali emas, kini tercatat sebagai trio atlet tersukses dan peraih emas terbanyak dalam ajang multi-cabang yang didukung penuh oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini. Ketua Panitia Pelaksana, Ryan Gozali, mengucap syukur atas kelancaran dan kesuksesan event yang diikuti 2.645 atlet murni bela diri dari berbagai provinsi ini.
Ryan berharap semangat dan kemenangan yang diraih menjadi motivasi atlet untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan. "PON Bela Diri Kudus 2025 diharapkan dapat memberi dampak positif, baik dari sisi ekonomi maupun pembangunan SDM masyarakat," kata Ryan,
Pagelaran skala nasional ini akan menjadi pendorong terbentuknya sport tourism di Kota Kretek. Dampak positifnya terlihat dari tingginya okupansi hotel dan ramainya berbagai lini bisnis lokal selama penyelenggaraan. Senada, Ketua KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, memberikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara dan masyarakat Kudus atas sambutan hangat yang menciptakan suasana kompetisi penuh semangat dan persaudaraan.
Marciano juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan kolaborasi dengan Djarum Foundation pada PON Bela Diri 2027 mendatang, sebagai wujud nyata penguatan ekosistem olahraga bela diri di Tanah Air. Sementara itu, Bupati Kudus, Ars Sam'ani Intakoris, turut berterima kasih.
"Pintu Kota Kretek akan selalu terbuka dengan berbagai event olahraga baik skala nasional maupun internasional," pungkas Sam'ani, berharap PON Bela Diri di tahun 2027 dapat berlangsung lebih baik dan lebih sempurna.
(yov)
Lihat Juga :