Benarkah George Foreman Penipu Terbesar dalam Sejarah Tinju Kelas Berat?
Kamis, 30 Oktober 2025 - 09:01 WIB
loading...
Benarkah George Foreman (kanan) Penipu Terbesar dalam Sejarah Tinju Kelas Berat?
A
A
A
JAKARTA - Legenda tinju dunia Larry Holmes kembali menjadi sorotan setelah sebuah video lama kembali viral, menampilkan dirinya menyebut George Foreman sebagai “penipu terbesar” dalam sejarah tinju kelas berat. Benarkah?
Holmes, yang dikenal dengan julukan The Easton Assassin, merupakan salah satu petinju dengan jab kiri paling tajam dalam sejarah. Sepanjang kariernya, ia membukukan 69 kemenangan dari total 75 pertarungan, termasuk deretan kemenangan bersejarah atas Tim Witherspoon, Trevor Berbick, hingga Muhammad Ali. Ia memegang gelar juara dunia kelas berat selama tujuh tahun berturut-turut, dari 1978 hingga 1985.
Baca Juga: Petinju Kelas Berat Ini Satu-satunya Pengguncang George Foreman
Namun, di puncak kariernya, Holmes tak pernah satu ring dengan Foreman. Pertarungan antara dua legenda Amerika itu nyaris terwujud pada era 1990-an, namun tak pernah benar-benar terjadi. Foreman sendiri mencetak sejarah pada tahun 1994 ketika mengalahkan Michael Moorer untuk menjadi juara dunia kelas berat tertua sepanjang masa—rekor yang masih belum terpecahkan hingga kini.
Meski begitu, Holmes pernah melontarkan kritik keras kepada Foreman dalam sebuah wawancara yang kini kembali beredar.
“Semua orang tahu George Foreman tidak bisa bertinju. Tommy Morrison mengalahkannya, Shannon Briggs juga. Semua tahu dia tidak mau bertarung dengan saya. George Foreman adalah penipu terbesar sepanjang masa,” ujar Holmes dalam klip yang viral.
Foreman memang sempat kalah dari dua nama yang disebut Holmes: Tommy Morrison pada 1993 dan Shannon Briggs pada 1997, yang sekaligus menjadi laga terakhirnya sebelum pensiun di usia 48 tahun dengan rekor 76 kemenangan dan 5 kekalahan.
Sementara itu, Holmes melanjutkan kariernya hingga 2002, menutup perjalanan panjangnya di dunia tinju dengan kemenangan atas Eric “Butterbean” Esch dalam duel ke-75 sepanjang kariernya.
Dua legenda besar itu kini dikenang dengan cara berbeda — Holmes dengan ketajaman teknik dan daya tahannya di ring, sementara Foreman tak hanya diingat karena sabuk juara, tapi juga kisah comeback luar biasanya di usia senja. Namun bagi Holmes, rival lamanya itu akan selalu menjadi “sosok yang terlalu dilebih-lebihkan.”
Holmes, yang dikenal dengan julukan The Easton Assassin, merupakan salah satu petinju dengan jab kiri paling tajam dalam sejarah. Sepanjang kariernya, ia membukukan 69 kemenangan dari total 75 pertarungan, termasuk deretan kemenangan bersejarah atas Tim Witherspoon, Trevor Berbick, hingga Muhammad Ali. Ia memegang gelar juara dunia kelas berat selama tujuh tahun berturut-turut, dari 1978 hingga 1985.
Baca Juga: Petinju Kelas Berat Ini Satu-satunya Pengguncang George Foreman
Namun, di puncak kariernya, Holmes tak pernah satu ring dengan Foreman. Pertarungan antara dua legenda Amerika itu nyaris terwujud pada era 1990-an, namun tak pernah benar-benar terjadi. Foreman sendiri mencetak sejarah pada tahun 1994 ketika mengalahkan Michael Moorer untuk menjadi juara dunia kelas berat tertua sepanjang masa—rekor yang masih belum terpecahkan hingga kini.
Meski begitu, Holmes pernah melontarkan kritik keras kepada Foreman dalam sebuah wawancara yang kini kembali beredar.
“Semua orang tahu George Foreman tidak bisa bertinju. Tommy Morrison mengalahkannya, Shannon Briggs juga. Semua tahu dia tidak mau bertarung dengan saya. George Foreman adalah penipu terbesar sepanjang masa,” ujar Holmes dalam klip yang viral.
Foreman memang sempat kalah dari dua nama yang disebut Holmes: Tommy Morrison pada 1993 dan Shannon Briggs pada 1997, yang sekaligus menjadi laga terakhirnya sebelum pensiun di usia 48 tahun dengan rekor 76 kemenangan dan 5 kekalahan.
Sementara itu, Holmes melanjutkan kariernya hingga 2002, menutup perjalanan panjangnya di dunia tinju dengan kemenangan atas Eric “Butterbean” Esch dalam duel ke-75 sepanjang kariernya.
Dua legenda besar itu kini dikenang dengan cara berbeda — Holmes dengan ketajaman teknik dan daya tahannya di ring, sementara Foreman tak hanya diingat karena sabuk juara, tapi juga kisah comeback luar biasanya di usia senja. Namun bagi Holmes, rival lamanya itu akan selalu menjadi “sosok yang terlalu dilebih-lebihkan.”
(sto)
Lihat Juga :