Liverpool Pede Tenggelamkan Real Madrid di Anfield, Ini Buktinya...
Selasa, 04 November 2025 - 14:58 WIB
loading...
Liverpool Pede Tenggelamkan Real Madrid di Anfield, Ini Buktinya...
A
A
A
LIVERPOOL - Duel panas antara Liverpool vs Real Madrid di Liga Champions , Rabu (5/11/2025) dini hari WIB, tampaknya akan berpihak pada tuan rumah. Pasalnya, Real Madrid datang ke Anfield dalam kondisi pincang dengan empat pemain kunci yang dipastikan absen.
Tim asuhan Xabi Alonso baru saja kehilangan Franco Mastantuono, wonderkid asal Argentina yang tampil impresif sejak datang dari River Plate musim panas lalu. Pemain 18 tahun itu menderita cedera pubalgia, dan dipastikan tidak akan tampil di Anfield.
“Setelah menjalani pemeriksaan medis hari ini, Franco Mastantuono didiagnosis mengalami pubalgia. Proses pemulihannya akan dipantau,” demikian pernyataan resmi Real Madrid.
Absennya Mastantuono menjadi pukulan telak karena sang pemain sebenarnya dijadwalkan tampil sejak menit awal menghadapi Liverpool . Namun, itu bukan satu-satunya masalah yang dihadapi Los Blancos.
![Liverpool Pede Tenggelamkan Real Madrid di Anfield, Ini Buktinya...]()
Selain Mastantuono, Antonio Rudiger dan David Alaba juga tak bisa diturunkan. Rudiger masih belum pulih dari cedera otot serius, sementara Alaba absen akibat cedera betis yang kambuh.
Kondisi kian buruk setelah Dani Carvajal juga menepi usai menjalani operasi lutut, membuat Madrid krisis bek berpengalaman di laga penting ini.
Dengan situasi tersebut, Federico Valverde kemungkinan besar akan dipaksa bermain sebagai bek kanan, posisi yang bukan tempat aslinya. Alonso bahkan masih harus menilai kondisi Trent Alexander-Arnold, eks pemain Liverpool yang baru pulih dari cedera hamstring.
“Kami membutuhkannya karena dia punya kualitas luar biasa. Tapi kami juga harus membantunya agar bisa tampil sesuai kapasitasnya,” ujar Xabi Alonso dalam konferensi pers jelang laga.![Liverpool Pede Tenggelamkan Real Madrid di Anfield, Ini Buktinya...]()
Bagi Xabi Alonso, pertandingan ini sarat emosi. Ia pernah menjadi ikon Liverpool pada periode 2004–2009, bahkan ikut membawa The Reds menjuarai Liga Champions 2005. Kini, ia kembali ke Anfield bukan sebagai legenda yang dielu-elukan, melainkan sebagai lawan yang harus menghadapi badai cedera di timnya sendiri.
“Selalu menyenangkan kembali ke tempat di mana Anda pernah dicintai,” kata Alonso. “Namun saya harus mengendalikan emosi agar tetap fokus pada apa yang harus dilakukan tim.”
Namun, situasi di kubu Real Madrid membuat laga ini terasa berat. Empat pemain absen, satu pemain belum bugar sepenuhnya, dan tekanan untuk menjaga rekor sempurna di Liga Champions membuat Alonso harus berpikir keras.
![Liverpool Pede Tenggelamkan Real Madrid di Anfield, Ini Buktinya...]()
Sebaliknya, Liverpool tengah dalam performa stabil dan siap tampil di depan publik sendiri. Dukungan penuh Anfield dikenal bisa membuat lawan gentar — apalagi jika sang lawan datang tanpa kekuatan penuh.
Dengan Real Madrid tanpa empat pemain inti — Mastantuono, Alaba, Rüdiger, dan Carvajal — lini pertahanan mereka berpotensi keropos menghadapi trio maut The Reds.
Jika Liverpool mampu memanfaatkan situasi ini, bukan mustahil Los Blancos akan benar-benar “tenggelam di Laut Anfield”, terutama dengan tekanan tinggi khas The Reds yang selama ini menjadi mimpi buruk bagi tim-tim besar Eropa.
Tim asuhan Xabi Alonso baru saja kehilangan Franco Mastantuono, wonderkid asal Argentina yang tampil impresif sejak datang dari River Plate musim panas lalu. Pemain 18 tahun itu menderita cedera pubalgia, dan dipastikan tidak akan tampil di Anfield.
“Setelah menjalani pemeriksaan medis hari ini, Franco Mastantuono didiagnosis mengalami pubalgia. Proses pemulihannya akan dipantau,” demikian pernyataan resmi Real Madrid.
Absennya Mastantuono menjadi pukulan telak karena sang pemain sebenarnya dijadwalkan tampil sejak menit awal menghadapi Liverpool . Namun, itu bukan satu-satunya masalah yang dihadapi Los Blancos.
Empat Pemain Inti Absen, Lini Belakang Madrid Krisis

Selain Mastantuono, Antonio Rudiger dan David Alaba juga tak bisa diturunkan. Rudiger masih belum pulih dari cedera otot serius, sementara Alaba absen akibat cedera betis yang kambuh.
Kondisi kian buruk setelah Dani Carvajal juga menepi usai menjalani operasi lutut, membuat Madrid krisis bek berpengalaman di laga penting ini.
Dengan situasi tersebut, Federico Valverde kemungkinan besar akan dipaksa bermain sebagai bek kanan, posisi yang bukan tempat aslinya. Alonso bahkan masih harus menilai kondisi Trent Alexander-Arnold, eks pemain Liverpool yang baru pulih dari cedera hamstring.
“Kami membutuhkannya karena dia punya kualitas luar biasa. Tapi kami juga harus membantunya agar bisa tampil sesuai kapasitasnya,” ujar Xabi Alonso dalam konferensi pers jelang laga.
Xabi Alonso Kembali ke Anfield, Tapi dalam Tekanan Berat

Bagi Xabi Alonso, pertandingan ini sarat emosi. Ia pernah menjadi ikon Liverpool pada periode 2004–2009, bahkan ikut membawa The Reds menjuarai Liga Champions 2005. Kini, ia kembali ke Anfield bukan sebagai legenda yang dielu-elukan, melainkan sebagai lawan yang harus menghadapi badai cedera di timnya sendiri.
“Selalu menyenangkan kembali ke tempat di mana Anda pernah dicintai,” kata Alonso. “Namun saya harus mengendalikan emosi agar tetap fokus pada apa yang harus dilakukan tim.”
Namun, situasi di kubu Real Madrid membuat laga ini terasa berat. Empat pemain absen, satu pemain belum bugar sepenuhnya, dan tekanan untuk menjaga rekor sempurna di Liga Champions membuat Alonso harus berpikir keras.
Liverpool Diunggulkan, Anfield Bisa Jadi “Kuburan” Madrid

Sebaliknya, Liverpool tengah dalam performa stabil dan siap tampil di depan publik sendiri. Dukungan penuh Anfield dikenal bisa membuat lawan gentar — apalagi jika sang lawan datang tanpa kekuatan penuh.
Dengan Real Madrid tanpa empat pemain inti — Mastantuono, Alaba, Rüdiger, dan Carvajal — lini pertahanan mereka berpotensi keropos menghadapi trio maut The Reds.
Jika Liverpool mampu memanfaatkan situasi ini, bukan mustahil Los Blancos akan benar-benar “tenggelam di Laut Anfield”, terutama dengan tekanan tinggi khas The Reds yang selama ini menjadi mimpi buruk bagi tim-tim besar Eropa.
(sto)
Lihat Juga :