WBC Kutuk Hukuman Mati Petinju Iran Mohammad Javad Vafaei Sani
Rabu, 12 November 2025 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
“Menjatuhkan hukuman mati kepada seorang petinju, seorang juara, hanya karena mengekspresikan pikirannya, merupakan serangan langsung terhadap nilai-nilai dasar olahraga dan martabat manusia.”
Mohammad Javad Vafaei Sani, 30 tahun, ditangkap setelah ikut serta dalam gelombang demonstrasi besar-besaran di Iran pada 2019. Selama lima tahun terakhir, ia dilaporkan mengalami penyiksaan dan kurungan isolasi.
Persidangan terhadap Sani disebut organisasi hak asasi manusia sebagai “sangat tidak adil” dan penuh pelanggaran prosedural. Kasus ini mengingatkan publik pada tragedi serupa tahun 2020, ketika juara gulat Iran Navid Afkari dieksekusi setelah dituduh terlibat dalam aksi protes anti-pemerintah.
WBC menyerukan PBB, Komite Olimpiade Internasional (IOC), federasi olahraga dunia, dan seluruh pemerintahan internasional agar turun tangan menyelamatkan nyawa sang petinju.
“Kami mendesak otoritas Iran untuk meninjau kembali dan membatalkan hukuman mati terhadap Mohammad Javad Vafaei Sani,” tegas Sulaiman.
Seruan ini mempertegas posisi WBC bahwa olahraga tidak boleh digunakan sebagai alat represi politik. Komunitas olahraga global kini menunggu langkah nyata dunia internasional untuk menekan Iran agar menghentikan praktik pelanggaran HAM terhadap atlet yang menyuarakan kebebasan berekspresi.
Kasus yang Mengguncang Dunia Olahraga
Mohammad Javad Vafaei Sani, 30 tahun, ditangkap setelah ikut serta dalam gelombang demonstrasi besar-besaran di Iran pada 2019. Selama lima tahun terakhir, ia dilaporkan mengalami penyiksaan dan kurungan isolasi.
Persidangan terhadap Sani disebut organisasi hak asasi manusia sebagai “sangat tidak adil” dan penuh pelanggaran prosedural. Kasus ini mengingatkan publik pada tragedi serupa tahun 2020, ketika juara gulat Iran Navid Afkari dieksekusi setelah dituduh terlibat dalam aksi protes anti-pemerintah.
WBC menyerukan PBB, Komite Olimpiade Internasional (IOC), federasi olahraga dunia, dan seluruh pemerintahan internasional agar turun tangan menyelamatkan nyawa sang petinju.
“Kami mendesak otoritas Iran untuk meninjau kembali dan membatalkan hukuman mati terhadap Mohammad Javad Vafaei Sani,” tegas Sulaiman.
Seruan ini mempertegas posisi WBC bahwa olahraga tidak boleh digunakan sebagai alat represi politik. Komunitas olahraga global kini menunggu langkah nyata dunia internasional untuk menekan Iran agar menghentikan praktik pelanggaran HAM terhadap atlet yang menyuarakan kebebasan berekspresi.
(sto)
Lihat Juga :