Kiper Muda Bandung Rizki Nur Fadhilah Korban TPPO? Kemlu: Ia Sengaja Berangkat ke Kamboja
Kamis, 20 November 2025 - 07:33 WIB
loading...
A
A
A
Kemlu juga memastikan bahwa Rizki memang direkrut ke sebuah operasi penipuan online (scam) di kawasan Sihanoukville, tetapi proses awal keberangkatan tidak mengandung unsur paksaan, sehingga ia tidak masuk kategori korban TPPO.
“Dari rangkaian informasi yang diperoleh, RNF tidak memenuhi unsur sebagai korban perdagangan orang,” tulis Kemlu.
Pernyataan Kemlu ini berbeda dari keterangan ayah Rizki, Dedi Solehudin. Menurutnya, sang anak awalnya dijanjikan bermain bola di Medan oleh seseorang yang dikenal lewat Facebook. Perjalanan Rizki kemudian disebut melewati Medan–Jakarta–Malaysia sebelum akhirnya masuk ke Kamboja.
Dedi juga mengaku bahwa putranya mengalami penyiksaan karena gagal memenuhi target mencari nomor telepon warga China untuk dijadikan sasaran penipuan. Kesaksian keluarga ini yang kemudian memicu laporan awal ke Hotline Perlindungan WNI KBRI Phnom Penh pada 10 November 2025.
Setelah berhasil keluar dari jaringan scam, Rizki sendiri yang menuju KBRI. Kini pihak kedutaan sedang memproses dokumen perjalanan dan berkoordinasi dengan otoritas Kamboja agar ia bisa segera dipulangkan ke Bandung.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa tawaran kerja dari media sosial—apa pun bentuknya—harus diteliti dengan serius. Banyak sindikat penipuan internasional memanfaatkan celah tersebut untuk merekrut anak muda dengan janji pekerjaan yang tampak meyakinkan.
“Dari rangkaian informasi yang diperoleh, RNF tidak memenuhi unsur sebagai korban perdagangan orang,” tulis Kemlu.
Versi Keluarga Berbeda
Pernyataan Kemlu ini berbeda dari keterangan ayah Rizki, Dedi Solehudin. Menurutnya, sang anak awalnya dijanjikan bermain bola di Medan oleh seseorang yang dikenal lewat Facebook. Perjalanan Rizki kemudian disebut melewati Medan–Jakarta–Malaysia sebelum akhirnya masuk ke Kamboja.
Dedi juga mengaku bahwa putranya mengalami penyiksaan karena gagal memenuhi target mencari nomor telepon warga China untuk dijadikan sasaran penipuan. Kesaksian keluarga ini yang kemudian memicu laporan awal ke Hotline Perlindungan WNI KBRI Phnom Penh pada 10 November 2025.
Setelah berhasil keluar dari jaringan scam, Rizki sendiri yang menuju KBRI. Kini pihak kedutaan sedang memproses dokumen perjalanan dan berkoordinasi dengan otoritas Kamboja agar ia bisa segera dipulangkan ke Bandung.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa tawaran kerja dari media sosial—apa pun bentuknya—harus diteliti dengan serius. Banyak sindikat penipuan internasional memanfaatkan celah tersebut untuk merekrut anak muda dengan janji pekerjaan yang tampak meyakinkan.
(sto)
Lihat Juga :