Indonesia Tertahan di Babak 12 Besar Setelah Kalah Tipis dari Prancis
Sabtu, 22 November 2025 - 20:29 WIB
loading...
Indonesia Tertahan di Babak 12 Besar Setelah Kalah Tipis dari Prancis
A
A
A
MUSCAT - Tim snooker putra Indonesia harus tertahan pada babak 12 besar (Top 12) Oman World Cup Team Men Snooker Championships 2025 setelah kalah tipis 2–3 dari Prancis dalam laga ketat di Active Oman Sports and Entertainment Hub, Kamis (21/11).
Turnamen yang berada di bawah naungan International Billiards & Snooker Federation (IBSF) ini berlangsung pada 15–23 November 2025 di Muscat.
Indonesia menurunkan Gebby Adi Wibawa dan Dhendy Khristanto, yang sebelumnya mencatat kemenangan atas China dan Bahrain pada fase penyisihan grup. Namun, duel menghadapi Prancis menghadirkan sejumlah momen krusial yang tidak berpihak kepada skuad Merah Putih.
Laga dibuka dengan kekalahan pada frame pertama. Gebby, yang tampil stabil, melakukan satu kesalahan pada bola hitam. Peluang kecil itu langsung dimanfaatkan pemain Prancis untuk mencetak break 91. Indonesia membalas pada frame kedua lewat performa solid Dhendy, yang mencatat break 40 dan menutup frame dengan skor 74–17.
Setelah kembali tertinggal pada frame ganda, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2–2 melalui permainan apik Gebby pada frame keempat. Ia mencatatkan break 59 dan menang telak 68–5.
Pada frame penentuan, Dhendy sempat memimpin 58–54 sebelum situasi berbalik akibat pukulan safety yang tidak berjalan mulus. Bola pukulan Dhendy mengenai bola pink dan masuk, menghasilkan penalti enam poin. Kesempatan itu dimanfaatkan pemain Prancis untuk menghabiskan empat bola tersisa dan menutup laga dengan skor 69–51.
Pelatih tim nasional, Imran Ibrahim, menilai dua peluang penting tersebut seharusnya bisa menjadi titik balik.
“Di frame ganda ada peluang ketika Gebby gagal pada bola hitam. Peluang juga muncul di frame kelima ketika bola safety Dhendy menyentuh bola pink. Secara teknis kami tidak kalah, tetapi dua momen itu sangat menentukan,” ujar Imran, yang juga menjabat sebagai Deputy Chairman I Bidang Teknis dan Kepelatihan PB POBSI.
Ia melihat perkembangan positif dari sisi mental dan kualitas pukulan kedua pemain. “Mereka sudah lebih berani mengambil keputusan pada bola-bola sulit. Penguatan konsentrasi dan kemampuan potting akan terus kami dorong,” katanya.
Imran menambahkan bahwa keikutsertaan di Oman menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara besar meskipun memiliki keterbatasan fasilitas dan turnamen dalam negeri. “Di Oman terlihat permainan kita tidak jauh berbeda. Dengan latihan berkelanjutan, peluang mencapai level tertinggi tetap ada,” ujarnya.
Indonesia menutup turnamen dengan catatan positif setelah mampu menaklukkan Tiongkok dan Bahrain serta tampil kompetitif hingga laga penentu babak 12 besar.
Turnamen yang berada di bawah naungan International Billiards & Snooker Federation (IBSF) ini berlangsung pada 15–23 November 2025 di Muscat.
Indonesia menurunkan Gebby Adi Wibawa dan Dhendy Khristanto, yang sebelumnya mencatat kemenangan atas China dan Bahrain pada fase penyisihan grup. Namun, duel menghadapi Prancis menghadirkan sejumlah momen krusial yang tidak berpihak kepada skuad Merah Putih.
Laga dibuka dengan kekalahan pada frame pertama. Gebby, yang tampil stabil, melakukan satu kesalahan pada bola hitam. Peluang kecil itu langsung dimanfaatkan pemain Prancis untuk mencetak break 91. Indonesia membalas pada frame kedua lewat performa solid Dhendy, yang mencatat break 40 dan menutup frame dengan skor 74–17.
Setelah kembali tertinggal pada frame ganda, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2–2 melalui permainan apik Gebby pada frame keempat. Ia mencatatkan break 59 dan menang telak 68–5.
Pada frame penentuan, Dhendy sempat memimpin 58–54 sebelum situasi berbalik akibat pukulan safety yang tidak berjalan mulus. Bola pukulan Dhendy mengenai bola pink dan masuk, menghasilkan penalti enam poin. Kesempatan itu dimanfaatkan pemain Prancis untuk menghabiskan empat bola tersisa dan menutup laga dengan skor 69–51.
Pelatih tim nasional, Imran Ibrahim, menilai dua peluang penting tersebut seharusnya bisa menjadi titik balik.
“Di frame ganda ada peluang ketika Gebby gagal pada bola hitam. Peluang juga muncul di frame kelima ketika bola safety Dhendy menyentuh bola pink. Secara teknis kami tidak kalah, tetapi dua momen itu sangat menentukan,” ujar Imran, yang juga menjabat sebagai Deputy Chairman I Bidang Teknis dan Kepelatihan PB POBSI.
Ia melihat perkembangan positif dari sisi mental dan kualitas pukulan kedua pemain. “Mereka sudah lebih berani mengambil keputusan pada bola-bola sulit. Penguatan konsentrasi dan kemampuan potting akan terus kami dorong,” katanya.
Imran menambahkan bahwa keikutsertaan di Oman menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara besar meskipun memiliki keterbatasan fasilitas dan turnamen dalam negeri. “Di Oman terlihat permainan kita tidak jauh berbeda. Dengan latihan berkelanjutan, peluang mencapai level tertinggi tetap ada,” ujarnya.
Indonesia menutup turnamen dengan catatan positif setelah mampu menaklukkan Tiongkok dan Bahrain serta tampil kompetitif hingga laga penentu babak 12 besar.
(sto)
Lihat Juga :