SD Kunciran 4 Juara, Rekor Peserta Pecah di MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 1 2025–2026
Minggu, 23 November 2025 - 15:59 WIB
loading...
SD Kunciran 4 Juara, Rekor Peserta Pecah di MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 1 2025–2026. Foto: SINDOnews/Susanto
A
A
A
SD Kunciran 4 juara MilkLife Soccer Challenge Seri 1 musim 2025–2026. Kepastian itu didapat usai mengalahkan Sekolah Anak Indonesia lewat babak adu penalti, 3-2. Laga berlanjut ke babak tos-tosan setelah kedua tim bermain sama kuat 3-3 di waktu normal.
Gelombang besar partisipasi kembali mewarnai penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Seri 1 musim 2025–2026. Ajang sepak bola putri tingkat Sekolah Dasar yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini mencatatkan sejarah baru dengan total 2.695 peserta dari 156 SD dan MI di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Rangkaian kompetisi dimulai dari babak kualifikasi pada 7–9 November 2025, dilanjutkan fase turnamen pada 18–23 November 2025 yang berlangsung di Kingkong Soccer Arena serta Stadion Atang Sutresna Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. Jakarta menjadi kota penutup dari 10 kota pelaksanaan MLSC tahun ini.
Para peserta terbagi ke dalam 240 tim, terdiri dari 76 tim kelompok usia (KU) 10 dan 164 tim KU 12. Lonjakan peserta ini memecahkan rekor sebelumnya dan menjadi jumlah terbanyak sepanjang MLSC digelar. Bandingkan dengan tahun 2024, ketika seri pertama hanya melibatkan 368 siswi, kemudian meningkat menjadi 1.359 peserta di seri kedua, dan kembali bertambah hingga 1.601 peserta pada penyelenggaraan awal 2025.
Program Director MLSC, Teddy Tjahjono, menyebut capaian tahun ini sebagai bukti pesatnya minat sepak bola putri di Jakarta.
“Rekor peserta kembali terlampaui, hampir 3.000 siswi ikut ambil bagian. Ini jumlah tertinggi sepanjang MLSC berlangsung dan menunjukkan bahwa minat anak-anak perempuan untuk bermain sepak bola meningkat tajam,” ujar Teddy.
Tahun ini juga menandai hadirnya 77 sekolah baru yang turut meramaikan kompetisi. Di kategori KU 10, kejutan datang dari SDN Cipinang Muara 19 Pagi yang sukses melaju hingga perempat final meski berstatus debutan. Sementara di KU 12 terdapat tujuh tim baru yang berhasil menembus babak 32 besar, termasuk SDN Ciganjur 04 dan SDN Jatipadang 05 Pagi.
Pelatih Kepala MLSC Jakarta Seri 1 2025–2026, Jihad Sabiili, menilai perkembangan kemampuan teknis para peserta juga meningkat signifikan.
“Dibandingkan seri pertama tahun lalu, para siswi kini lebih memahami teknik dasar dan pola permainan. Bahkan beberapa tim debutan tampil cukup solid karena memiliki pemain yang sudah terbiasa berlatih di SSB,” jelas Jihad.
Tidak hanya mempertandingkan format utama 7 vs 7, MLSC musim ini juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8 yang diikuti 127 siswi dari 21 sekolah. Festival ini ditujukan sebagai ruang bermain sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sepak bola sejak usia dini.
Selain itu, ajang Skill Challenge kembali digelar dengan lima kategori ketangkasan: 1 on 1, penalti, dribbling, passing control, dan shoot on target. Seperti tahun sebelumnya, dua seri kompetisi di 10 kota nantinya akan menghasilkan para pemain terbaik yang akan tampil di MilkLife Soccer Challenge All Stars.
Antusiasme yang terus meningkat ini mempertegas MLSC sebagai salah satu program sepak bola putri usia dini terbesar di Indonesia, sekaligus wadah lahirnya bibit-bibit potensial masa depan.
Gelombang besar partisipasi kembali mewarnai penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Seri 1 musim 2025–2026. Ajang sepak bola putri tingkat Sekolah Dasar yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini mencatatkan sejarah baru dengan total 2.695 peserta dari 156 SD dan MI di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Rangkaian kompetisi dimulai dari babak kualifikasi pada 7–9 November 2025, dilanjutkan fase turnamen pada 18–23 November 2025 yang berlangsung di Kingkong Soccer Arena serta Stadion Atang Sutresna Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. Jakarta menjadi kota penutup dari 10 kota pelaksanaan MLSC tahun ini.
Para peserta terbagi ke dalam 240 tim, terdiri dari 76 tim kelompok usia (KU) 10 dan 164 tim KU 12. Lonjakan peserta ini memecahkan rekor sebelumnya dan menjadi jumlah terbanyak sepanjang MLSC digelar. Bandingkan dengan tahun 2024, ketika seri pertama hanya melibatkan 368 siswi, kemudian meningkat menjadi 1.359 peserta di seri kedua, dan kembali bertambah hingga 1.601 peserta pada penyelenggaraan awal 2025.
Program Director MLSC, Teddy Tjahjono, menyebut capaian tahun ini sebagai bukti pesatnya minat sepak bola putri di Jakarta.
“Rekor peserta kembali terlampaui, hampir 3.000 siswi ikut ambil bagian. Ini jumlah tertinggi sepanjang MLSC berlangsung dan menunjukkan bahwa minat anak-anak perempuan untuk bermain sepak bola meningkat tajam,” ujar Teddy.
Tahun ini juga menandai hadirnya 77 sekolah baru yang turut meramaikan kompetisi. Di kategori KU 10, kejutan datang dari SDN Cipinang Muara 19 Pagi yang sukses melaju hingga perempat final meski berstatus debutan. Sementara di KU 12 terdapat tujuh tim baru yang berhasil menembus babak 32 besar, termasuk SDN Ciganjur 04 dan SDN Jatipadang 05 Pagi.
Pelatih Kepala MLSC Jakarta Seri 1 2025–2026, Jihad Sabiili, menilai perkembangan kemampuan teknis para peserta juga meningkat signifikan.
“Dibandingkan seri pertama tahun lalu, para siswi kini lebih memahami teknik dasar dan pola permainan. Bahkan beberapa tim debutan tampil cukup solid karena memiliki pemain yang sudah terbiasa berlatih di SSB,” jelas Jihad.
Tidak hanya mempertandingkan format utama 7 vs 7, MLSC musim ini juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8 yang diikuti 127 siswi dari 21 sekolah. Festival ini ditujukan sebagai ruang bermain sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sepak bola sejak usia dini.
Selain itu, ajang Skill Challenge kembali digelar dengan lima kategori ketangkasan: 1 on 1, penalti, dribbling, passing control, dan shoot on target. Seperti tahun sebelumnya, dua seri kompetisi di 10 kota nantinya akan menghasilkan para pemain terbaik yang akan tampil di MilkLife Soccer Challenge All Stars.
Antusiasme yang terus meningkat ini mempertegas MLSC sebagai salah satu program sepak bola putri usia dini terbesar di Indonesia, sekaligus wadah lahirnya bibit-bibit potensial masa depan.
(sto)
Lihat Juga :