Profil Varo Mario, Pembalap Muda Calon Bintang Yamaha Cup Race 2025
Sabtu, 29 November 2025 - 22:38 WIB
loading...
A
A
A
Cedera, memar, bahkan pingsan pernah ia alami saat latihan. Meski begitu, semangatnya tidak luntur. Ia tetap berlatih dengan antusias dan menikmati proses meskipun penuh tantangan.
Perjalanan Varo semakin serius ketika ia berkesempatan menimba ilmu di Italia. Di sana, ia mengikuti pelatihan di Luca Fabrizio Riders Academy, tempat yang sama di mana juara dunia Ohvale 2023, Gabriel Vuono, ditempa.
Tidak mudah bagi anak seumurannya karena ia harus bersaing dengan peserta lain dari berbagai negara dengan usia jauh lebih tua. Varo menjadi satu-satunya anak berusia 7 tahun di antara para remaja belasan tahun. Namun, ia tetap percaya diri dan bangga bisa mewakili Indonesia dan menularkan minat balap ke anak usia dini.
"Latihan dulu (untuk anak seusia Varo, red). Harus bisa naik sepeda dulu. Kalau mau naik motor harus punya peralatan safety, terus latihan motornya juga harus bagus," kata Varo di sela-sela Yamaha Cup Race 2025 di Sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Sabtu (29/11/2025)
Di balik usaha Varo, ada sosok ayah yang memberikan dukungan luar biasa. Meski memahami risiko besar di dunia balap, ayahnya tetap memberi restu. Ia bahkan rela mengorbankan tabungan masa tua demi membiayai pendidikan balap Varo di Italia.
Keyakinan sang ayah muncul dari ketekunan yang diperlihatkan Varo sejak awal. Menurutnya, selama Varo konsisten dan mau terus belajar, ia pasti bisa berkembang menuju level yang lebih tinggi.
Perjalanan Varo semakin serius ketika ia berkesempatan menimba ilmu di Italia. Di sana, ia mengikuti pelatihan di Luca Fabrizio Riders Academy, tempat yang sama di mana juara dunia Ohvale 2023, Gabriel Vuono, ditempa.
Tidak mudah bagi anak seumurannya karena ia harus bersaing dengan peserta lain dari berbagai negara dengan usia jauh lebih tua. Varo menjadi satu-satunya anak berusia 7 tahun di antara para remaja belasan tahun. Namun, ia tetap percaya diri dan bangga bisa mewakili Indonesia dan menularkan minat balap ke anak usia dini.
"Latihan dulu (untuk anak seusia Varo, red). Harus bisa naik sepeda dulu. Kalau mau naik motor harus punya peralatan safety, terus latihan motornya juga harus bagus," kata Varo di sela-sela Yamaha Cup Race 2025 di Sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Sabtu (29/11/2025)
Di balik usaha Varo, ada sosok ayah yang memberikan dukungan luar biasa. Meski memahami risiko besar di dunia balap, ayahnya tetap memberi restu. Ia bahkan rela mengorbankan tabungan masa tua demi membiayai pendidikan balap Varo di Italia.
Keyakinan sang ayah muncul dari ketekunan yang diperlihatkan Varo sejak awal. Menurutnya, selama Varo konsisten dan mau terus belajar, ia pasti bisa berkembang menuju level yang lebih tinggi.
(sto)
Lihat Juga :