Analisis Kekuatan Grup Piala Dunia 2026: Siapa Untung, Siapa Buntung?
Sabtu, 06 Desember 2025 - 06:43 WIB
loading...
Analisis Kekuatan Grup Piala Dunia 2026: Siapa Untung, Siapa Buntung?
A
A
A
Setelah undian Piala Dunia 2026 selesai digelar pada Sabtu (6/12/2025) dini hari WIB, sorotan langsung jatuh pada: grup mana yang layak menyandang predikat Grup Neraka. Dengan 48 peserta dan 12 grup, format kompetisi kali ini menawarkan dinamika baru sekaligus peluang kejutan dari tim-tim nonunggulan.
Berikut pemeringkatan seluruh grup, dari yang paling ringan hingga yang paling berat, lengkap dengan satu grup yang dianggap paling mematikan di antara semuanya seperti dikutip The Sporting News.
12. Grup D
AS, Australia, Paraguay, dan pemenang Playoff UEFA C
Amerika Serikat mendapat undian yang sangat bersahabat. Tidak ada tim peringkat 10 besar FIFA, bahkan selain AS tidak ada tim di peringkat 20 besar. Australia dan Paraguay bukan lawan mudah, namun masih masuk kategori wajar. Siapa pun yang lolos dari jalur playoff—Slovakia, Turki, Kosovo, atau Rumania—secara teori masih di bawah level tim unggulan lain. Bagi skuat asuhan Mauricio Pochettino, ini adalah kesempatan ideal untuk melaju mulus ke fase gugur.
11. Grup G
Belgia, Iran, Mesir, Selandia Baru
Belgia kembali mendapat grup yang terjangkau. Mesir dan Iran terkenal solid dalam bertahan, tetapi minim kreativitas di lini depan. Selandia Baru, sementara itu, menjadi lawan paling ringan. Ini seharusnya menjadi jalan lapang bagi Kevin De Bruyne dan kawan-kawan.
10. Grup A
Meksiko, Korea Selatan, Afrika Selatan, Playoff UEFA D
Meksiko menghindari tim besar. Bahkan jika Denmark lolos dari jalur playoff, kans El Tri tetap besar untuk melaju. Korea Selatan bisa saja menjadi penantang utama, sementara Afrika Selatan berpotensi merepotkan namun tidak konsisten.
9. Grup J
Argentina, Austria, Aljazair, Yordania
Sebagai juara bertahan, Argentina mendapat undian yang relatif ramah. Austria memiliki daya juang kuat, dan Aljazair bisa menyulitkan di sisi defensif. Namun secara keseluruhan, Lionel Messi dan rekan-rekannya tetap favorit utama.
8. Grup B
Kanada, Swiss, Qatar, Playoff UEFA A
Meski berpotensi bertemu Italia dari jalur playoff, Kanada masih berpeluang besar melangkah. Swiss unggulan utama, tetapi performa mereka belakangan tidak terlalu stabil. Qatar—yang gagal total saat menjadi tuan rumah 2022—tidak dipandang sebagai ancaman besar.
7. Grup F
Belanda, Jepang, Tunisia, Playoff UEFA B
Belanda dan Jepang berada pada level yang lebih tinggi dibanding Tunisia dan calon peserta playoff. Jepang punya rekam jejak mengejutkan pada 2022, sementara Belanda tetap favorit untuk memuncaki grup. Tunisia bisa merepotkan, tetapi tidak cukup kuat untuk mencuri dominasi dua unggulan.
6. Grup L
Inggris, Kroasia, Panama, Ghana
Inggris dan Kroasia kembali bertemu dalam satu grup. Meski terlihat “mengerikan” di atas kertas, gap kekuatan kedua tim Eropa dengan Panama dan Ghana terlalu besar. The Three Lions serta Vatreni hampir dipastikan mengisi dua slot teratas.
5. Grup K
Portugal, Kolombia, Uzbekistan, Playoff FIFA 1
Portugal menghadapi tantangan menarik dari Kolombia yang tengah bangkit. Uzbekistan merupakan kuda hitam Asia yang terus berkembang, sementara DR Kongo atau Jamaika berpotensi memberi kejutan bila lolos. Grup ini tidak mudah, tetapi dua unggulan utama masih memiliki peluang besar lolos.
4. Grup E
Jerman, Ekuador, Pantai Gading, Curacao
Inilah titik di mana tensi mulai meningkat. Ekuador tampil gemilang di kualifikasi, sementara Pantai Gading selalu punya potensi meledak. Curacao bukan favorit, namun skuad berbasis pemain Eropa mereka cukup kompetitif. Jerman harus benar-benar waspada agar tidak mengulangi trauma fase grup seperti 2018 dan 2022.
3. Grup H
Spanyol, Uruguay, Arab Saudi, Tanjung Verde
Pada awalnya tampak seperti calon Group of Death. Spanyol sang peringkat 1 dunia dipadukan dengan Uruguay yang solid. Arab Saudi, meski tak sekuat 2022, mampu mencetak kejutan, sementara Tanjung Verde tidak boleh diremehkan. Namun ketimpangan kualitas membuat grup ini tidak masuk kategori “paling mematikan”.
2. Grup C
Brasil, Maroko, Skotlandia, Haiti
Tiga tim teratas memiliki potensi membuat grup ini penuh drama. Brasil sedang mencari jati diri kembali di bawah Ancelotti. Maroko datang sebagai semifinalis Piala Dunia 2022 dengan generasi emas. Skotlandia menjadi tim Eropa yang sering mencetak kejutan. Haiti memang lebih lemah, tetapi tiga tim lain cukup kuat untuk membuat persaingan ketat hingga laga terakhir.
1. Grup I
Prancis, Senegal, Norwegia, Playoff FIFA 2
Tidak ada grup lain yang memiliki kekuatan merata seperti Grup I.
Prancis: finalis dua edisi terakhir, diperkuat Kylian Mbappé.
Senegal: juara Afrika dengan materi bintang Eropa.
Norwegia: memiliki Erling Haaland dan Martin Ødegaard yang bisa membuat kejutan.
Iraq/Bolivia/Suriname dari jalur playoff: lawan yang tangguh secara fisik dan defensif.
Berikut pemeringkatan seluruh grup, dari yang paling ringan hingga yang paling berat, lengkap dengan satu grup yang dianggap paling mematikan di antara semuanya seperti dikutip The Sporting News.
12. Grup D
AS, Australia, Paraguay, dan pemenang Playoff UEFA C
Amerika Serikat mendapat undian yang sangat bersahabat. Tidak ada tim peringkat 10 besar FIFA, bahkan selain AS tidak ada tim di peringkat 20 besar. Australia dan Paraguay bukan lawan mudah, namun masih masuk kategori wajar. Siapa pun yang lolos dari jalur playoff—Slovakia, Turki, Kosovo, atau Rumania—secara teori masih di bawah level tim unggulan lain. Bagi skuat asuhan Mauricio Pochettino, ini adalah kesempatan ideal untuk melaju mulus ke fase gugur.
11. Grup G
Belgia, Iran, Mesir, Selandia Baru
Belgia kembali mendapat grup yang terjangkau. Mesir dan Iran terkenal solid dalam bertahan, tetapi minim kreativitas di lini depan. Selandia Baru, sementara itu, menjadi lawan paling ringan. Ini seharusnya menjadi jalan lapang bagi Kevin De Bruyne dan kawan-kawan.
10. Grup A
Meksiko, Korea Selatan, Afrika Selatan, Playoff UEFA D
Meksiko menghindari tim besar. Bahkan jika Denmark lolos dari jalur playoff, kans El Tri tetap besar untuk melaju. Korea Selatan bisa saja menjadi penantang utama, sementara Afrika Selatan berpotensi merepotkan namun tidak konsisten.
9. Grup J
Argentina, Austria, Aljazair, Yordania
Sebagai juara bertahan, Argentina mendapat undian yang relatif ramah. Austria memiliki daya juang kuat, dan Aljazair bisa menyulitkan di sisi defensif. Namun secara keseluruhan, Lionel Messi dan rekan-rekannya tetap favorit utama.
8. Grup B
Kanada, Swiss, Qatar, Playoff UEFA A
Meski berpotensi bertemu Italia dari jalur playoff, Kanada masih berpeluang besar melangkah. Swiss unggulan utama, tetapi performa mereka belakangan tidak terlalu stabil. Qatar—yang gagal total saat menjadi tuan rumah 2022—tidak dipandang sebagai ancaman besar.
7. Grup F
Belanda, Jepang, Tunisia, Playoff UEFA B
Belanda dan Jepang berada pada level yang lebih tinggi dibanding Tunisia dan calon peserta playoff. Jepang punya rekam jejak mengejutkan pada 2022, sementara Belanda tetap favorit untuk memuncaki grup. Tunisia bisa merepotkan, tetapi tidak cukup kuat untuk mencuri dominasi dua unggulan.
6. Grup L
Inggris, Kroasia, Panama, Ghana
Inggris dan Kroasia kembali bertemu dalam satu grup. Meski terlihat “mengerikan” di atas kertas, gap kekuatan kedua tim Eropa dengan Panama dan Ghana terlalu besar. The Three Lions serta Vatreni hampir dipastikan mengisi dua slot teratas.
5. Grup K
Portugal, Kolombia, Uzbekistan, Playoff FIFA 1
Portugal menghadapi tantangan menarik dari Kolombia yang tengah bangkit. Uzbekistan merupakan kuda hitam Asia yang terus berkembang, sementara DR Kongo atau Jamaika berpotensi memberi kejutan bila lolos. Grup ini tidak mudah, tetapi dua unggulan utama masih memiliki peluang besar lolos.
4. Grup E
Jerman, Ekuador, Pantai Gading, Curacao
Inilah titik di mana tensi mulai meningkat. Ekuador tampil gemilang di kualifikasi, sementara Pantai Gading selalu punya potensi meledak. Curacao bukan favorit, namun skuad berbasis pemain Eropa mereka cukup kompetitif. Jerman harus benar-benar waspada agar tidak mengulangi trauma fase grup seperti 2018 dan 2022.
3. Grup H
Spanyol, Uruguay, Arab Saudi, Tanjung Verde
Pada awalnya tampak seperti calon Group of Death. Spanyol sang peringkat 1 dunia dipadukan dengan Uruguay yang solid. Arab Saudi, meski tak sekuat 2022, mampu mencetak kejutan, sementara Tanjung Verde tidak boleh diremehkan. Namun ketimpangan kualitas membuat grup ini tidak masuk kategori “paling mematikan”.
2. Grup C
Brasil, Maroko, Skotlandia, Haiti
Tiga tim teratas memiliki potensi membuat grup ini penuh drama. Brasil sedang mencari jati diri kembali di bawah Ancelotti. Maroko datang sebagai semifinalis Piala Dunia 2022 dengan generasi emas. Skotlandia menjadi tim Eropa yang sering mencetak kejutan. Haiti memang lebih lemah, tetapi tiga tim lain cukup kuat untuk membuat persaingan ketat hingga laga terakhir.
1. Grup I
Prancis, Senegal, Norwegia, Playoff FIFA 2
Tidak ada grup lain yang memiliki kekuatan merata seperti Grup I.
Prancis: finalis dua edisi terakhir, diperkuat Kylian Mbappé.
Senegal: juara Afrika dengan materi bintang Eropa.
Norwegia: memiliki Erling Haaland dan Martin Ødegaard yang bisa membuat kejutan.
Iraq/Bolivia/Suriname dari jalur playoff: lawan yang tangguh secara fisik dan defensif.
(sto)
Lihat Juga :