Gaet Sosok Legendaris, EA Sports FC Mobile Hadirkan Komentator Berbahasa Indonesia
Kamis, 18 Desember 2025 - 16:19 WIB
loading...
A
A
A
“Saya sangat bangga terpilih menjadi salah satu komentator Bahasa Indonesia di dalam game EA SPORTS FC™ Mobile. Ini adalah salah satu pencapaian besar dalam karier saya, dan saya berterima kasih atas kesempatan untuk melayani komunitas di Indonesia. Saya berharap para penggemar akan menyukai fitur baru ini dan lebih menikmati setiap pertandingan dengan komentar saya,” ucap Valentino Jebret.
Valentino Jebret menegaskan bahwa suara komentator memiliki peran penting dalam membangun ikatan emosional antara sepak bola dan penikmatnya. Termasuk ketika sepak bola hadir dalam medium game.
“Sepak bola itu bukan cuma soal skor, tapi soal emosi. Tugas komentator adalah menghidupkan momen, tensinya, dramanya, euforianya. Ketika suara itu hadir di dalam game, pemain bukan sekadar bermain, tapi ikut merasakan atmosfer pertandingan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Valentino Jebret juga menilai kehadiran commentary berbahasa Indonesia sebagai langkah penting dalam menjaga identitas dan budaya sepak bola nasional di tengah ekosistem game global.
“Kalau kita ingin sepak bola Indonesia dihargai secara global, kita harus bangga dulu menggunakan bahasa dan budaya kita sendiri. Indonesian Commentary ini bukan soal kampungan atau tidak, tapi soal karakter dan jati diri,” pungkas dia.
Valentino Jebret menegaskan bahwa suara komentator memiliki peran penting dalam membangun ikatan emosional antara sepak bola dan penikmatnya. Termasuk ketika sepak bola hadir dalam medium game.
“Sepak bola itu bukan cuma soal skor, tapi soal emosi. Tugas komentator adalah menghidupkan momen, tensinya, dramanya, euforianya. Ketika suara itu hadir di dalam game, pemain bukan sekadar bermain, tapi ikut merasakan atmosfer pertandingan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Valentino Jebret juga menilai kehadiran commentary berbahasa Indonesia sebagai langkah penting dalam menjaga identitas dan budaya sepak bola nasional di tengah ekosistem game global.
“Kalau kita ingin sepak bola Indonesia dihargai secara global, kita harus bangga dulu menggunakan bahasa dan budaya kita sendiri. Indonesian Commentary ini bukan soal kampungan atau tidak, tapi soal karakter dan jati diri,” pungkas dia.
(sto)
Lihat Juga :