Chelsea Pecat Pelatih Enzo Maresca, Nama Liam Rosenior Jadi Kandidat Suksesor
Jum'at, 02 Januari 2026 - 13:10 WIB
loading...
Chelsea Pecat Pelatih Enzo Maresca, Nama Liam Rosenior Jadi Kandidat Suksesor
A
A
A
Chelsea resmi membuka lembaran baru dalam proyek kepelatihannya setelah memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Enzo Maresca. Keputusan tersebut diumumkan pada Kamis (1/1/2026), menyusul performa tim yang terus menurun di Premier League serta hubungan internal yang kian renggang.
Manajemen The Blues kini mulai bergerak mencari sosok pengganti. Nama pelatih RC Strasbourg, Liam Rosenior, mencuat sebagai kandidat terkuat untuk mengisi posisi pelatih kepala. Laporan Sky Sports menyebut Rosenior berada di urutan teratas daftar incaran Chelsea.
Peluang Rosenior dinilai terbuka lebar mengingat Strasbourg dan Chelsea berada dalam satu payung kepemilikan, yakni konsorsium BlueCo. Kesamaan struktur kepemilikan tersebut diyakini akan memperlancar komunikasi antarklub dan memudahkan proses transisi apabila penunjukan resmi dilakukan. Bahkan, Strasbourg disebut sudah bersiap dengan rencana darurat untuk mencari pelatih baru.
Rosenior saat ini menjalani musim keduanya bersama klub Ligue 1 tersebut. Pelatih berusia 41 tahun itu dikenal sebagai figur muda dengan perkembangan pesat sejak gantung sepatu pada 2018. Karier kepelatihannya dimulai dari peran asisten di Brighton & Hove Albion U-23, sebelum melanjutkan kiprah di Derby County dan Hull City.
Di internal Chelsea, Rosenior dikabarkan memiliki dukungan cukup kuat. Meski demikian, manajemen klub belum sepenuhnya menutup opsi lain. Nama pelatih FC Porto, Francesco Farioli, juga masuk dalam radar sebagai alternatif.
Sementara itu, retaknya hubungan antara Maresca dan manajemen disebut menjadi faktor krusial di balik pemecatan. Situasi memanas sejak Maresca melontarkan komentar emosional usai kemenangan atas Everton pada pertengahan Desember, yang ia sebut sebagai “48 jam terburuk” selama berada di klub.
Ketegangan berlanjut setelah hasil imbang kontra Bournemouth yang disambut cemoohan suporter. Maresca juga mengindikasikan adanya pihak internal yang tidak sepenuhnya mendukungnya. Perbedaan pandangan mengenai kebijakan rotasi pemain dan rekomendasi tim medis turut memperkeruh suasana.
Puncaknya terjadi ketika Maresca menolak hadir dalam konferensi pers usai laga melawan Bournemouth. Keputusan tersebut mengejutkan pihak klub, terlebih karena asistennya, Willy Caballero, yang akhirnya harus mewakili tim di hadapan media.
Dari sisi performa, Chelsea memang mengalami penurunan signifikan pada Desember. Dalam delapan pertandingan terakhir, The Blues hanya meraih dua kemenangan dan turun ke posisi kelima klasemen sementara. Sejak ditangani Maresca pada Juni 2024, Chelsea mencatatkan total 55 kemenangan dari 91 laga di semua kompetisi.
Manajemen The Blues kini mulai bergerak mencari sosok pengganti. Nama pelatih RC Strasbourg, Liam Rosenior, mencuat sebagai kandidat terkuat untuk mengisi posisi pelatih kepala. Laporan Sky Sports menyebut Rosenior berada di urutan teratas daftar incaran Chelsea.
Peluang Rosenior dinilai terbuka lebar mengingat Strasbourg dan Chelsea berada dalam satu payung kepemilikan, yakni konsorsium BlueCo. Kesamaan struktur kepemilikan tersebut diyakini akan memperlancar komunikasi antarklub dan memudahkan proses transisi apabila penunjukan resmi dilakukan. Bahkan, Strasbourg disebut sudah bersiap dengan rencana darurat untuk mencari pelatih baru.
Rosenior saat ini menjalani musim keduanya bersama klub Ligue 1 tersebut. Pelatih berusia 41 tahun itu dikenal sebagai figur muda dengan perkembangan pesat sejak gantung sepatu pada 2018. Karier kepelatihannya dimulai dari peran asisten di Brighton & Hove Albion U-23, sebelum melanjutkan kiprah di Derby County dan Hull City.
Di internal Chelsea, Rosenior dikabarkan memiliki dukungan cukup kuat. Meski demikian, manajemen klub belum sepenuhnya menutup opsi lain. Nama pelatih FC Porto, Francesco Farioli, juga masuk dalam radar sebagai alternatif.
Sementara itu, retaknya hubungan antara Maresca dan manajemen disebut menjadi faktor krusial di balik pemecatan. Situasi memanas sejak Maresca melontarkan komentar emosional usai kemenangan atas Everton pada pertengahan Desember, yang ia sebut sebagai “48 jam terburuk” selama berada di klub.
Ketegangan berlanjut setelah hasil imbang kontra Bournemouth yang disambut cemoohan suporter. Maresca juga mengindikasikan adanya pihak internal yang tidak sepenuhnya mendukungnya. Perbedaan pandangan mengenai kebijakan rotasi pemain dan rekomendasi tim medis turut memperkeruh suasana.
Puncaknya terjadi ketika Maresca menolak hadir dalam konferensi pers usai laga melawan Bournemouth. Keputusan tersebut mengejutkan pihak klub, terlebih karena asistennya, Willy Caballero, yang akhirnya harus mewakili tim di hadapan media.
Dari sisi performa, Chelsea memang mengalami penurunan signifikan pada Desember. Dalam delapan pertandingan terakhir, The Blues hanya meraih dua kemenangan dan turun ke posisi kelima klasemen sementara. Sejak ditangani Maresca pada Juni 2024, Chelsea mencatatkan total 55 kemenangan dari 91 laga di semua kompetisi.
(sto)
Lihat Juga :