Usai Insiden Memalukan di US Open, Djokovic Janji Bangkit di Roma
Rabu, 16 September 2020 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
Padahal, Djokovic tampil luar biasa di sepanjang ATP Tour 2020. Dia telah membukukan 26 kemenangan secara beruntun. Namun, catatan mentereng itu harus ternoda di AS Terbuka. Pasalnya, itu menjadi satu-satunya kekalahan yang dideritanya pada tahun ini.
Selain itu, pengoleksi 17 gelar Grand Slam ini juga berharap tidak mengulang kesalahan lagi di masa mendatang. Namun, dia menyadari setiap saat sedang bermain dengan intensitas tinggi, terkadang emosi selalu bisa berubah. Ini yang membuatnya tidak bisa berjanji apakah bisa mengontrol emosinya lebih baik lagi atau tidak ketika sudah berada di atas lapangan pada masa mendatang.
"Saya tidak dapat berjanji atau saya tidak dapat menjamin bahwa saya tidak akan pernah melakukan hal serupa dalam hidup saya. Tapi, saya pasti akan mencoba yang terbaik agar hal seperti itu tidak pernah terjadi lagi," ujar Djokovic. (Baca juga: Paket Isolasi Mandiri Covid-19, Bisnis Legit Beresiko Tinggi)
Di Roma Masters, Djokovic akan menjadi unggulan teratas di depan petenis peringkat dua dunia Rafael Nadal yang sedang fokus mempersiapkan diri jelang Grand Slam Prancis Terbuka, 27 September mendatang. Nadal, yang mengincar gelar Roma Masters yang ke-10, kembali setelah lebih dari enam bulan absen, termasuk melewatkan AS Terbuka karena kekhawatiran akan virus corona.
“Untuk orang-orang yang bermain di AS Terbuka, ini jeda yang pendek setelah satu bulan melelahkan bermain di Amerika Serikat dan di permukaan yang berbeda. Nadal memutuskan untuk tetap di tanah liat dan berlatih. Itu memberinya lebih banyak keuntungan. Tapi, jika tidak berlatih di tanah liat, dia tetap menjadi favorit nomor satu di Roland Garros atau turnamen tanah liat lainnya," ungkap Djokovic.
Selain itu, pengoleksi 17 gelar Grand Slam ini juga berharap tidak mengulang kesalahan lagi di masa mendatang. Namun, dia menyadari setiap saat sedang bermain dengan intensitas tinggi, terkadang emosi selalu bisa berubah. Ini yang membuatnya tidak bisa berjanji apakah bisa mengontrol emosinya lebih baik lagi atau tidak ketika sudah berada di atas lapangan pada masa mendatang.
"Saya tidak dapat berjanji atau saya tidak dapat menjamin bahwa saya tidak akan pernah melakukan hal serupa dalam hidup saya. Tapi, saya pasti akan mencoba yang terbaik agar hal seperti itu tidak pernah terjadi lagi," ujar Djokovic. (Baca juga: Paket Isolasi Mandiri Covid-19, Bisnis Legit Beresiko Tinggi)
Di Roma Masters, Djokovic akan menjadi unggulan teratas di depan petenis peringkat dua dunia Rafael Nadal yang sedang fokus mempersiapkan diri jelang Grand Slam Prancis Terbuka, 27 September mendatang. Nadal, yang mengincar gelar Roma Masters yang ke-10, kembali setelah lebih dari enam bulan absen, termasuk melewatkan AS Terbuka karena kekhawatiran akan virus corona.
“Untuk orang-orang yang bermain di AS Terbuka, ini jeda yang pendek setelah satu bulan melelahkan bermain di Amerika Serikat dan di permukaan yang berbeda. Nadal memutuskan untuk tetap di tanah liat dan berlatih. Itu memberinya lebih banyak keuntungan. Tapi, jika tidak berlatih di tanah liat, dia tetap menjadi favorit nomor satu di Roland Garros atau turnamen tanah liat lainnya," ungkap Djokovic.
Lihat Juga :