PBSI Hapus Sistem Pulang-Panggil Atlet Pelatnas di Akhir Tahun
Rabu, 07 Januari 2026 - 09:38 WIB
loading...
A
A
A
“Evaluasi tetap berjalan. Jika atlet tidak mencapai KPI yang sudah ditentukan, maka akan ada degradasi. Waktu degradasinya pun bisa berbeda-beda, tergantung pencapaian KPI masing-masing atlet,” jelas Eng Hian.
Sementara itu, sistem promosi atlet akan dilakukan melalui Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI yang digelar setiap awal tahun. Jumlah atlet yang direkrut akan disesuaikan dengan kebutuhan Pelatnas dan kriteria yang ditetapkan Bidang Binpres PP PBSI.
Seleknas sendiri mengacu pada PO 012 Tahun 2025, dengan sejumlah persyaratan, antara lain kuota 16 atlet tunggal dan 16 pasangan ganda, juara Kejurnas Taruna sebagai penerima wild card, atlet peringkat 15 besar nasional, atlet hasil pantauan tim pemandu bakat, serta atlet yang lolos verifikasi usia dari PP PBSI.
Eng Hian berharap, kebijakan ini dapat memperkuat sistem pembinaan nasional agar lebih profesional, transparan, dan terukur. Ia optimistis, regulasi baru ini akan berdampak positif terhadap peningkatan prestasi bulu tangkis Indonesia di level Asia dan dunia.
“Peraturan ini menjadi acuan bersama agar setiap keputusan didasarkan pada kinerja dan evaluasi yang jelas. Target kami adalah konsistensi prestasi di kejuaraan besar seperti Kejuaraan Dunia, Thomas Uber Cup, hingga Olimpiade Los Angeles 2028,” pungkasnya.
Sementara itu, sistem promosi atlet akan dilakukan melalui Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI yang digelar setiap awal tahun. Jumlah atlet yang direkrut akan disesuaikan dengan kebutuhan Pelatnas dan kriteria yang ditetapkan Bidang Binpres PP PBSI.
Seleknas sendiri mengacu pada PO 012 Tahun 2025, dengan sejumlah persyaratan, antara lain kuota 16 atlet tunggal dan 16 pasangan ganda, juara Kejurnas Taruna sebagai penerima wild card, atlet peringkat 15 besar nasional, atlet hasil pantauan tim pemandu bakat, serta atlet yang lolos verifikasi usia dari PP PBSI.
Eng Hian berharap, kebijakan ini dapat memperkuat sistem pembinaan nasional agar lebih profesional, transparan, dan terukur. Ia optimistis, regulasi baru ini akan berdampak positif terhadap peningkatan prestasi bulu tangkis Indonesia di level Asia dan dunia.
“Peraturan ini menjadi acuan bersama agar setiap keputusan didasarkan pada kinerja dan evaluasi yang jelas. Target kami adalah konsistensi prestasi di kejuaraan besar seperti Kejuaraan Dunia, Thomas Uber Cup, hingga Olimpiade Los Angeles 2028,” pungkasnya.
(sto)
Lihat Juga :