Eropa Genting, Prancis Hati-hati Tanggapi Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Amerika Serikat
Kamis, 22 Januari 2026 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
Meski tekanan politik meningkat, Menteri Olahraga Prancis Marina Ferrari menegaskan pemerintahnya belum berniat membawa konflik geopolitik ke arena sepak bola. “Saat ini, kementerian tidak memiliki keinginan untuk memboikot kompetisi besar yang sangat dinantikan ini,” ujar Ferrari, dikutip dari ESPN.
Namun, ia juga membuka kemungkinan perubahan sikap jika situasi berkembang lebih jauh. "Meskipun demikian, saya tidak menghakimi apa yang mungkin terjadi," sambungnya.
Sikap berbeda datang dari internal politik Prancis. Anggota parlemen sayap kiri Eric Coquerel secara terbuka menyerukan boikot Piala Dunia 2026. Ia menilai tidak etis menggelar turnamen global di negara yang dianggap mengancam tetangganya dan merusak tatanan hukum internasional. Coquerel bahkan mengusulkan agar Piala Dunia dipusatkan hanya di Kanada dan Meksiko.
Di tengah kondisi “Eropa genting” akibat tekanan ekonomi dan politik dari Washington, Prancis tampak memilih sikap hati-hati. Paris berupaya menjaga jarak antara urusan olahraga dan konflik geopolitik, sembari tetap mencermati dinamika yang berkembang. Namun, dengan eskalasi yang belum menunjukkan tanda mereda, Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi lebih dari sekadar ajang sepak bola.
Namun, ia juga membuka kemungkinan perubahan sikap jika situasi berkembang lebih jauh. "Meskipun demikian, saya tidak menghakimi apa yang mungkin terjadi," sambungnya.
Sikap berbeda datang dari internal politik Prancis. Anggota parlemen sayap kiri Eric Coquerel secara terbuka menyerukan boikot Piala Dunia 2026. Ia menilai tidak etis menggelar turnamen global di negara yang dianggap mengancam tetangganya dan merusak tatanan hukum internasional. Coquerel bahkan mengusulkan agar Piala Dunia dipusatkan hanya di Kanada dan Meksiko.
Di tengah kondisi “Eropa genting” akibat tekanan ekonomi dan politik dari Washington, Prancis tampak memilih sikap hati-hati. Paris berupaya menjaga jarak antara urusan olahraga dan konflik geopolitik, sembari tetap mencermati dinamika yang berkembang. Namun, dengan eskalasi yang belum menunjukkan tanda mereda, Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi lebih dari sekadar ajang sepak bola.
(sto)
Lihat Juga :