Imbas Aturan 25 Detik, Alwi Farhan Sempat Kena Tegur Wasit di Indonesia Masters 2026
Sabtu, 24 Januari 2026 - 06:58 WIB
loading...
Imbas Aturan 25 Detik, Alwi Farhan Sempat Kena Tegur Wasit di Indonesia Masters 2026. Foto: SINDOnews/Cikal Bintang
A
A
A
JAKARTA - Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, memastikan langkah ke semifinal Indonesia Masters 2026 . Meski meraih kemenangan, Alwi mengaku sempat mendapat teguran wasit akibat penerapan ketat aturan 25 detik saat laga perempat final.
Laga perempatfinal berlangsung di Istora Senayan, Jumat (23/1/2026) malam WIB. Alwi berhasil menaklukkan wakil Jepang, Yushi Tanaka dalam dua gim langsung dengah skor 22-20 dan 21-16.
Namun, di balik kemenangan tersebut, Alwi mengakui sempat mendapat teguran dari wasit yang memimpin laga. Lantaran sang wasit sangat menekankan penerapan aturan 25 detik BWF yang mulai diberlakukan di Indonesia Masters 2026.
"Cukup tricky tadi wasitnya saya rasa. Dari awal baru mau masuk lapangan juga sudah ada teguran-teguran yang saya rasa belum perlu diucapkan," ujar Alwi dalam konferensi pers usai pertandingan.
"Dia sangat-sangat menekankan 25 detik. Tadi saya sempat bertanya ke wasit, ‘ini shuttle-nya sudah rusak’, terus dia bilang, ‘mau (lanjut) main apa saya (beri) kartu?’," katanya.
Situasi tersebut sempat membuat Alwi terpancing emosi. Beruntung, kehadiran sang pelatih, Indra Wijaya, membantunya untuk tetap fokus dan mengendalikan diri.
"Waduh takut juga kan saya. Nanti daripada rugi. Tapi Alhamdulillah, meski saya sempat terpancing, Ko Indra bantu arahin saya. Ya anak muda lah pasti, jadi agak nafsu,” ucap Alwi.
Alwi juga mengungkapkan rasa syukurnya bisa meraih kemenangan di laga perempat final. Meski tidak berada dalam kondisi fisik terbaik, Alwi akhirnya berhasil mengamankan tiket semifinal Indonesia Masters 2026.
"Saya Alhamdulillah sekali, saya amat diberkati hari ini. Saya tidak dalam kondisi 100 persen, tapi saya mencoba memuaskan semangat yang ada," tuturnya.
Tak lupa, Alwi mengapresiasi dukungan penonton Istora yang bergemuruh sepanjang laga. Menurutnya para penonton sangat berperan besar dalam menjaga mentalnya untuk tidak putus asa.
"Alhamdulillah berkat doa dan dukungan masyarakat Indonesia, khususnya yang di Istora juga. Terima kasih banget. Percaya atau enggak, suara berisik itu sangat membantu saya untuk tidak putus asa dan justru bikin lawan makin tertekan," pungkasnya.
Laga perempatfinal berlangsung di Istora Senayan, Jumat (23/1/2026) malam WIB. Alwi berhasil menaklukkan wakil Jepang, Yushi Tanaka dalam dua gim langsung dengah skor 22-20 dan 21-16.
Namun, di balik kemenangan tersebut, Alwi mengakui sempat mendapat teguran dari wasit yang memimpin laga. Lantaran sang wasit sangat menekankan penerapan aturan 25 detik BWF yang mulai diberlakukan di Indonesia Masters 2026.
"Cukup tricky tadi wasitnya saya rasa. Dari awal baru mau masuk lapangan juga sudah ada teguran-teguran yang saya rasa belum perlu diucapkan," ujar Alwi dalam konferensi pers usai pertandingan.
"Dia sangat-sangat menekankan 25 detik. Tadi saya sempat bertanya ke wasit, ‘ini shuttle-nya sudah rusak’, terus dia bilang, ‘mau (lanjut) main apa saya (beri) kartu?’," katanya.
Situasi tersebut sempat membuat Alwi terpancing emosi. Beruntung, kehadiran sang pelatih, Indra Wijaya, membantunya untuk tetap fokus dan mengendalikan diri.
"Waduh takut juga kan saya. Nanti daripada rugi. Tapi Alhamdulillah, meski saya sempat terpancing, Ko Indra bantu arahin saya. Ya anak muda lah pasti, jadi agak nafsu,” ucap Alwi.
Alwi juga mengungkapkan rasa syukurnya bisa meraih kemenangan di laga perempat final. Meski tidak berada dalam kondisi fisik terbaik, Alwi akhirnya berhasil mengamankan tiket semifinal Indonesia Masters 2026.
"Saya Alhamdulillah sekali, saya amat diberkati hari ini. Saya tidak dalam kondisi 100 persen, tapi saya mencoba memuaskan semangat yang ada," tuturnya.
Tak lupa, Alwi mengapresiasi dukungan penonton Istora yang bergemuruh sepanjang laga. Menurutnya para penonton sangat berperan besar dalam menjaga mentalnya untuk tidak putus asa.
"Alhamdulillah berkat doa dan dukungan masyarakat Indonesia, khususnya yang di Istora juga. Terima kasih banget. Percaya atau enggak, suara berisik itu sangat membantu saya untuk tidak putus asa dan justru bikin lawan makin tertekan," pungkasnya.
(sto)
Lihat Juga :