Pejabat Federasi Sepak Bola Jerman Setuju Boikot Piala Dunia 2026 Amerika Serikat
Senin, 26 Januari 2026 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
“Jika melihat alasan boikot Olimpiade pada 1980-an, menurut saya ancaman yang kita hadapi saat ini justru lebih besar. Diskusi ini wajib dilakukan,” tegasnya.
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi turnamen terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta. Dari total 104 pertandingan, sebanyak 78 laga dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, sementara sisanya dibagi antara Meksiko dan Kanada.
Gottlich juga menyinggung inkonsistensi sikap dunia sepak bola terhadap isu politik. Ia menilai kritik keras terhadap Piala Dunia Qatar beberapa tahun lalu bertolak belakang dengan sikap permisif terhadap situasi politik saat ini.
“Qatar dianggap terlalu politis oleh semua orang. Sekarang kita tiba-tiba bersikap sepenuhnya apolitis? Itu sangat mengganggu saya,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mempertanyakan batas nilai dan prinsip yang seharusnya dijaga oleh organisasi sepak bola global. Göttlich secara terbuka meminta kejelasan sikap dari Presiden DFB Bernd Neuendorf dan Presiden FIFA Gianni Infantino terkait isu tersebut.
“Sebagai organisasi dan sebagai masyarakat, kita perlahan lupa menetapkan batas dan membela nilai. Kapan batas itu dilanggar?” pungkasnya.
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi turnamen terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta. Dari total 104 pertandingan, sebanyak 78 laga dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, sementara sisanya dibagi antara Meksiko dan Kanada.
Gottlich juga menyinggung inkonsistensi sikap dunia sepak bola terhadap isu politik. Ia menilai kritik keras terhadap Piala Dunia Qatar beberapa tahun lalu bertolak belakang dengan sikap permisif terhadap situasi politik saat ini.
“Qatar dianggap terlalu politis oleh semua orang. Sekarang kita tiba-tiba bersikap sepenuhnya apolitis? Itu sangat mengganggu saya,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mempertanyakan batas nilai dan prinsip yang seharusnya dijaga oleh organisasi sepak bola global. Göttlich secara terbuka meminta kejelasan sikap dari Presiden DFB Bernd Neuendorf dan Presiden FIFA Gianni Infantino terkait isu tersebut.
“Sebagai organisasi dan sebagai masyarakat, kita perlahan lupa menetapkan batas dan membela nilai. Kapan batas itu dilanggar?” pungkasnya.
(sto)
Lihat Juga :