Pemerintah Jerman Hati-hati Tanggapi Seruan Boikot Piala Dunia 2026
Jum'at, 06 Februari 2026 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli, dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bertindak sebagai tuan rumah bersama. Di tengah dinamika politik yang berkembang, Berlin sebelumnya enggan mengambil posisi tegas terkait boikot dan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada federasi sepak bola nasional.
Sikap serupa juga disampaikan Menteri Olahraga Jerman, Christiane Schenderlein. Ia menyatakan pemerintah tidak mendukung gagasan boikot dan mengingatkan agar olahraga tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis.
“Olahraga tidak boleh dieksploitasi seperti ini,” kata Schenderlein kepada harian Sueddeutsche Zeitung.
Ketegangan geopolitik sendiri sempat mereda setelah Presiden Trump menarik ancaman tarif dagang dan menyatakan tidak akan merebut Greenland dengan kekerasan. Ia juga mengklaim telah mencapai kesepakatan kerangka kerja dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, terkait peningkatan pengaruh Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Dengan situasi yang mulai mereda, Pemerintah Jerman menegaskan fokusnya untuk memisahkan urusan politik dan olahraga, sembari tetap memantau perkembangan menjelang Piala Dunia 2026.
Sikap serupa juga disampaikan Menteri Olahraga Jerman, Christiane Schenderlein. Ia menyatakan pemerintah tidak mendukung gagasan boikot dan mengingatkan agar olahraga tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis.
“Olahraga tidak boleh dieksploitasi seperti ini,” kata Schenderlein kepada harian Sueddeutsche Zeitung.
Ketegangan geopolitik sendiri sempat mereda setelah Presiden Trump menarik ancaman tarif dagang dan menyatakan tidak akan merebut Greenland dengan kekerasan. Ia juga mengklaim telah mencapai kesepakatan kerangka kerja dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, terkait peningkatan pengaruh Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Dengan situasi yang mulai mereda, Pemerintah Jerman menegaskan fokusnya untuk memisahkan urusan politik dan olahraga, sembari tetap memantau perkembangan menjelang Piala Dunia 2026.
(sto)
Lihat Juga :