Timo Scheunemann: Pembinaan Sepak Bola Putri Indonesia Sudah di Jalur yang Tepat
Senin, 16 Februari 2026 - 15:56 WIB
loading...
A
A
A
Timo Scheunemann menilai hal itu menunjukkan jika ada pembinaan dan dipastikan ada perkembangan yang signifikan. Para talenta talenta tersebut diharapkan dikembangkan melalui turnamen, dan program ekstra training. Mereka juga didorong untuk masuk Sekolah Sepak Bola (SSB).
Lebih jauh dikatakan, All-star dari masing-masing kota saat ini sudah terbentuk dan wajahnya mulai terlihat. All-star Solo memiliki kans berprestasi saat berlaga melawan all-star dari kota lainnya di Kudus pada akhir Juni 2026. "Bandung, Jakarta, Kudus dan Solo yang saya lihat punya kans," ucapnya.
Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation Satria Chandra Wiguna menyambut gembira atas respon positif masyarakat Kota Solo terhadap penyelenggaraan MLSC Solo 2025-2026. Chandra mengungkapkan turnamen sepak bola putri usia dini tersebut menjadi wadah untuk mengolah dan mengasah kemampuan para putri yang dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan untuk menghasilkan talenta yang mumpuni.
“Terima kasih Kota Solo yang selalu antusias dalam mengikuti penyelenggaraan MLSC 2025-2026. Meski jumlah peserta KU 12 sedikit menurun karena benturan jadwal Tahun Kalender Akademik, namun kualitas permainan yang tersaji meningkat. Dukungan juga mengalir deras dari para orang tua yang menyaksikan putrinya bertanding. Tentu kota Solo akan menjadi salah satu kota tujuan penyelenggaraan MLSC dengan harapan besar melahirkan banyak atlet putri berkualitas,” ucap Chandra.
Sementara itu, pada babak final MLSC Solo Seri 2 2025-2026 di Lapangan Kota Barat, Minggu (15/2/2026), SD Kristen Manahan Surakarta akhirnya berhasil mempertahankan gelar kampiun di kategori KU 12 usai menundukkan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Sragen dengan skor akhir 7-2. Sementara di kategori KU 10, giliran MIN 9 Sragen yang memetik gelar juara setelah menumbangkan SDN 02 Malangjiwan dengan skor 3-0.
Lebih jauh dikatakan, All-star dari masing-masing kota saat ini sudah terbentuk dan wajahnya mulai terlihat. All-star Solo memiliki kans berprestasi saat berlaga melawan all-star dari kota lainnya di Kudus pada akhir Juni 2026. "Bandung, Jakarta, Kudus dan Solo yang saya lihat punya kans," ucapnya.
Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation Satria Chandra Wiguna menyambut gembira atas respon positif masyarakat Kota Solo terhadap penyelenggaraan MLSC Solo 2025-2026. Chandra mengungkapkan turnamen sepak bola putri usia dini tersebut menjadi wadah untuk mengolah dan mengasah kemampuan para putri yang dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan untuk menghasilkan talenta yang mumpuni.
“Terima kasih Kota Solo yang selalu antusias dalam mengikuti penyelenggaraan MLSC 2025-2026. Meski jumlah peserta KU 12 sedikit menurun karena benturan jadwal Tahun Kalender Akademik, namun kualitas permainan yang tersaji meningkat. Dukungan juga mengalir deras dari para orang tua yang menyaksikan putrinya bertanding. Tentu kota Solo akan menjadi salah satu kota tujuan penyelenggaraan MLSC dengan harapan besar melahirkan banyak atlet putri berkualitas,” ucap Chandra.
Sementara itu, pada babak final MLSC Solo Seri 2 2025-2026 di Lapangan Kota Barat, Minggu (15/2/2026), SD Kristen Manahan Surakarta akhirnya berhasil mempertahankan gelar kampiun di kategori KU 12 usai menundukkan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Sragen dengan skor akhir 7-2. Sementara di kategori KU 10, giliran MIN 9 Sragen yang memetik gelar juara setelah menumbangkan SDN 02 Malangjiwan dengan skor 3-0.
(sto)
Lihat Juga :