Indonesia Didenda AFC Buntut Keterlambatan Administrasi Duel Lawan Mali U-23, Sumardji: Kami Pasti Bayar
Kamis, 26 Februari 2026 - 13:34 WIB
loading...
Indonesia Didenda AFC Buntut Keterlambatan Administrasi Duel Lawan Mali U-23, Sumardji: Kami Pasti Bayar
A
A
A
JAKARTA - PSSI dilaporkan mendapat sanksi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) buntut dari pertandingan uji coba internasional Timnas Indonesia U-23 melawan Mali pada periode 15-18 November 2025. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, angkat bicara terkait sanksi tersebut.
PSSI dijatuhi hukuman denda sebesar USD 1.500 atau sekira Rp25 juta. Hukuman tersebut telah dirilis secara resmi oleh Komite Disiplin dan Etik AFC pada Rabu 25 Februari 2026. AFC menjatuhkan sanksi kepada federasi sepak bola Indonesia karena melanggar pasal 11.15 yang mengatur tentang pertandingan internasional.
Pasalnya, PSSI terlambat mendaftarkan pertandingan uji coba Timnas Indonesia U-23 versus Mali pada November 2025. Bagi AFC, keterlambatan tersebut dianggap cukup serius sehingga memberikan pelanggaran administrasi kepada PSSI.
Terkait sanksi tersebut, Sumardji menjelaskan akan mencari informasi lebih lanjut. Pasalnya, dia belum menerima laporan apapun dari Departemen Internasional PSSI terkait sanksi yang diberikan AFC.
“Belum dapat laporan dari Departemen Internasional (PSSI). Nanti saya akan cek, karena saya juga belum dapat info mengenai sanksi tersebut,” kata Sumardji kepada iNews Media Group, Kamis (26/2/2026).
Lebih lanjut, Sumardji menegaskan PSSI akan patuh pada sanksi tersebut. Federasi siap membayar denda Rp25 juta yang dijatuhkan oleh AFC.
“Kalau memang ada sanksi, pasti akan kami bayar,” tegas Sumardji.
Menariknya, sanksi tersebut dijatuhkan menjelang Timnas Indonesia beraksi di FIFA Series 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada bulan Maret mendatang. Meski begitu, tampaknya sanksi tersebut tidak akan berpengaruh besar pada persiapan Skuad Garuda.
Sebagaimana diketahui, FIFA Series 2026 di Indonesia diikuti oleh empat negara dari konfederasi yang berbeda. Keempat negara itu adalah Bulgaria, Kepulauan Solomon, St. Kitts and Nevis, dan tentunya Timnas Indonesia. Turnamen mini tersebut merupakan agenda resmi FIFA.
Di ajang tersebut, Timnas Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis di SUGBK pada 27 Maret 2026. Jika menang, Skuad Garuda akan lolos ke partai puncak dan akan menghadapi pemenang laga antara Kepulauan Solomon versus Bulgaria.
PSSI dijatuhi hukuman denda sebesar USD 1.500 atau sekira Rp25 juta. Hukuman tersebut telah dirilis secara resmi oleh Komite Disiplin dan Etik AFC pada Rabu 25 Februari 2026. AFC menjatuhkan sanksi kepada federasi sepak bola Indonesia karena melanggar pasal 11.15 yang mengatur tentang pertandingan internasional.
Pasalnya, PSSI terlambat mendaftarkan pertandingan uji coba Timnas Indonesia U-23 versus Mali pada November 2025. Bagi AFC, keterlambatan tersebut dianggap cukup serius sehingga memberikan pelanggaran administrasi kepada PSSI.
Terkait sanksi tersebut, Sumardji menjelaskan akan mencari informasi lebih lanjut. Pasalnya, dia belum menerima laporan apapun dari Departemen Internasional PSSI terkait sanksi yang diberikan AFC.
“Belum dapat laporan dari Departemen Internasional (PSSI). Nanti saya akan cek, karena saya juga belum dapat info mengenai sanksi tersebut,” kata Sumardji kepada iNews Media Group, Kamis (26/2/2026).
Lebih lanjut, Sumardji menegaskan PSSI akan patuh pada sanksi tersebut. Federasi siap membayar denda Rp25 juta yang dijatuhkan oleh AFC.
“Kalau memang ada sanksi, pasti akan kami bayar,” tegas Sumardji.
Menariknya, sanksi tersebut dijatuhkan menjelang Timnas Indonesia beraksi di FIFA Series 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada bulan Maret mendatang. Meski begitu, tampaknya sanksi tersebut tidak akan berpengaruh besar pada persiapan Skuad Garuda.
Sebagaimana diketahui, FIFA Series 2026 di Indonesia diikuti oleh empat negara dari konfederasi yang berbeda. Keempat negara itu adalah Bulgaria, Kepulauan Solomon, St. Kitts and Nevis, dan tentunya Timnas Indonesia. Turnamen mini tersebut merupakan agenda resmi FIFA.
Di ajang tersebut, Timnas Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis di SUGBK pada 27 Maret 2026. Jika menang, Skuad Garuda akan lolos ke partai puncak dan akan menghadapi pemenang laga antara Kepulauan Solomon versus Bulgaria.
(sto)
Lihat Juga :