Sulit Tergoyahkan, Juara Bundesliga Bisa Tetap (Bayern)
Jum'at, 18 September 2020 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
“Saya memilih nomor tersebut (10) dengan sadar untuk membuat pernyataan bahwa saya datang ke sini untuk menerima tanggung jawab. saya memiliki tujuan besar bersama Bayern dan saya ingin menunjukkan bahwa tim dapat mengandalkan saya sepenuhnya," kata Sane dilansir bundesliga.com
Semangat tinggi juga dilontarkan Goretzka. Dia mengungkapkan mentalitas yang kuat merupakan kunci kesuksesan Bayern menorehkan treble winners musim lalu. Goretzka yakin jika menunjukkan mentalitas serupa, Die Roten mampu mempertahankan atau berprestasi lebih baik, musim ini. (Baca juga: Karpet merah Terbentang untuk Kampus Asing)
“Yang paling menonjol adalah mentalitasnya. Sangat tidak menyenangkan bermain melawan kami, dan bahkan lebih sulit untuk mengalahkan kami. Intensitas permainan kami dan tekanan kami terhadap bola telah bekerja dengan sangat baik akhir-akhir ini,” papar Goretzka.
![Sulit Tergoyahkan, Juara Bundesliga Bisa Tetap (Bayern)]()
Begitu superiornya Bayern jelas menjadi tugas para rival membuat Bundesliga tetap kompetitif, musim ini. Salah satu tim yang mungkin bisa menganggu Die Roten adalah Dortmund. Pertanyaannya, apa yang harus dilakukan Dortmund untuk memenangkan Bundesliga? Secara tekad dan persiapan, Die Roten cukup baik melakukannya. Diperkuat pemain-pemain seperti Erling Haaland, Jadon Sancho dan Axel Witsel, yang berkombinasi menorehkan rekor klub untuk gol terbanyak Bundesliga (84 gol) dalam satu musim, musim lalu. Sayangnya, semua itu belum cukup.
Permasalahan mentalitas disinyalir menjadi penyebab. Dortmund seolah kehilangan hal itu sejak ditinggal Juergen Klopp pada 2015. Dortmund mungkin mengajarkan disiplin, fokus, dan dorongan, tetapi begitu pula tim olahraga profesional lainnya di planet ini. Moto mereka Echte Liebe (Cinta Sejati), akar kelas pekerja mereka dan hubungan dengan basis penggemar mereka adalah yang membedakan mereka, tetapi ini tampaknya tidak diterjemahkan ke dalam mentalitas lapangan yang nyata oleh para suksesor Klopp termasuk pelatih Dortmund saat ini, Lucien Favre. (Baca juga: Tidur Buruk Terkait dengan Penambahan Berat Badan)
Psikolog Olahraga Dr. Thorsten Leber permasalahan mentalitas bukan dari luar melainkan dari dalam tim itu sendiri. "Mentalitas tidak bisa didikte. Saya harus menginginkannya. Itu harus menjadi bagian dari diri saya dan saya hanya bisa mencapainya ketika saya memasukkan para pemain sedini mungkin, dan saya memberi mereka perasaan bahwa mentalitas yang diciptakan adalah milik mereka dan bukan pelatih. Itu juga membutuhkan pelatih yang mau membiarkan pemain memiliki masukan," ujar Leber
Tips dari Leber seharusnya menjadi cambuk Dortmund tampil lebih oke. Favre yang membawa Die Borussen finish di urutan kedua Bundesliga dua musim beruntun jelas harus memasang target lebih tinggi. Ujian itu datang saat Dortmund menjamu Borussia Mongchengladbach pada pertandingan pertama Bundesliga di Signal Iduna Park, Sabtu (19/9).
Semangat tinggi juga dilontarkan Goretzka. Dia mengungkapkan mentalitas yang kuat merupakan kunci kesuksesan Bayern menorehkan treble winners musim lalu. Goretzka yakin jika menunjukkan mentalitas serupa, Die Roten mampu mempertahankan atau berprestasi lebih baik, musim ini. (Baca juga: Karpet merah Terbentang untuk Kampus Asing)
“Yang paling menonjol adalah mentalitasnya. Sangat tidak menyenangkan bermain melawan kami, dan bahkan lebih sulit untuk mengalahkan kami. Intensitas permainan kami dan tekanan kami terhadap bola telah bekerja dengan sangat baik akhir-akhir ini,” papar Goretzka.

Begitu superiornya Bayern jelas menjadi tugas para rival membuat Bundesliga tetap kompetitif, musim ini. Salah satu tim yang mungkin bisa menganggu Die Roten adalah Dortmund. Pertanyaannya, apa yang harus dilakukan Dortmund untuk memenangkan Bundesliga? Secara tekad dan persiapan, Die Roten cukup baik melakukannya. Diperkuat pemain-pemain seperti Erling Haaland, Jadon Sancho dan Axel Witsel, yang berkombinasi menorehkan rekor klub untuk gol terbanyak Bundesliga (84 gol) dalam satu musim, musim lalu. Sayangnya, semua itu belum cukup.
Permasalahan mentalitas disinyalir menjadi penyebab. Dortmund seolah kehilangan hal itu sejak ditinggal Juergen Klopp pada 2015. Dortmund mungkin mengajarkan disiplin, fokus, dan dorongan, tetapi begitu pula tim olahraga profesional lainnya di planet ini. Moto mereka Echte Liebe (Cinta Sejati), akar kelas pekerja mereka dan hubungan dengan basis penggemar mereka adalah yang membedakan mereka, tetapi ini tampaknya tidak diterjemahkan ke dalam mentalitas lapangan yang nyata oleh para suksesor Klopp termasuk pelatih Dortmund saat ini, Lucien Favre. (Baca juga: Tidur Buruk Terkait dengan Penambahan Berat Badan)
Psikolog Olahraga Dr. Thorsten Leber permasalahan mentalitas bukan dari luar melainkan dari dalam tim itu sendiri. "Mentalitas tidak bisa didikte. Saya harus menginginkannya. Itu harus menjadi bagian dari diri saya dan saya hanya bisa mencapainya ketika saya memasukkan para pemain sedini mungkin, dan saya memberi mereka perasaan bahwa mentalitas yang diciptakan adalah milik mereka dan bukan pelatih. Itu juga membutuhkan pelatih yang mau membiarkan pemain memiliki masukan," ujar Leber
Tips dari Leber seharusnya menjadi cambuk Dortmund tampil lebih oke. Favre yang membawa Die Borussen finish di urutan kedua Bundesliga dua musim beruntun jelas harus memasang target lebih tinggi. Ujian itu datang saat Dortmund menjamu Borussia Mongchengladbach pada pertandingan pertama Bundesliga di Signal Iduna Park, Sabtu (19/9).
Lihat Juga :