Jelang Kompetisi Liga Indonesia, Patuhi Protokol Kesehatan
Jum'at, 18 September 2020 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
Suara yang sama disampaikan Pelatih Persib Bandung Robert Alberts. Dia mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi untuk mengikuti protokol kesehatan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.
Menurut dia, pemain yang notabene akan berinteraksi langsung di lapangan saat kompetisi berjalan nanti harus lebih berhati-hati. Protokol kesehatan wajib diterapkan tidak hanya saat berlatih bersama, namun saat melakukan aktivitas di rumah atau mes.
“Berkaitan dengan pemain, penting bagi mereka untuk tetap disiplin, termasuk ketika tidak bersama-sama dengan tim. Kami harus pastikan mereka terbebas dari Covid-19, begitu juga orang-orang di sekitarnya karena Liga 1 tersisa dua pekan lagi. Semua orang yang terlibat di kompetisi harus mengikuti prosedur demi menciptakan lingkungan yang aman,” katanya, dilansir laman Persib.
Masalah penerapan protokol kesehatan ini juga menjadi perhatian Kepala BNPB Doni Monardo. Jenderal bintang tiga TNI AD itu mengingatkan seluruh pihak yang terlihat untuk mematuhi aturan sesuai pedoman Satgas Penanganan Covid-19. (Baca juga: Karpet Merah Terbentang untuk Kampus Asing)
Dia mewanti-wanti seluruh tim untuk memastikan seluruh pemain dan ofisial yang terlibat di kompetisi nanti tidak memiliki riwayat penyakit bawaan. Menurutnya, hal tersebut hanya akan meningkatkan risiko penularan Covid-19.
“Pemain yang punya penyakit bawaan kami sarankan untuk tidak mengikuti kompetisi karena sangat berisiko. Tim Liga 1 dan Liga 2 harus memastikan seluruh pemain serta ofisialnya sehat secara fisik tanpa penyakit penyerta,” tandasnya.
Untuk memastikan kompetisi tetap aman dari segi kesehatan, Doni, yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19, menyatakan akan memfasilitasi tes swab berkala sebagai salah satu kewajiban dalam melanjutkan kompetisi olahraga. Fasilitas ini tidak hanya akan diberikan kepada pemain Liga 1 dan Liga 2, namun juga pemain Indonesian Basket League (IBL) yang juga digelar Oktober mendatang.
Menurut dia, pemain yang notabene akan berinteraksi langsung di lapangan saat kompetisi berjalan nanti harus lebih berhati-hati. Protokol kesehatan wajib diterapkan tidak hanya saat berlatih bersama, namun saat melakukan aktivitas di rumah atau mes.
“Berkaitan dengan pemain, penting bagi mereka untuk tetap disiplin, termasuk ketika tidak bersama-sama dengan tim. Kami harus pastikan mereka terbebas dari Covid-19, begitu juga orang-orang di sekitarnya karena Liga 1 tersisa dua pekan lagi. Semua orang yang terlibat di kompetisi harus mengikuti prosedur demi menciptakan lingkungan yang aman,” katanya, dilansir laman Persib.
Masalah penerapan protokol kesehatan ini juga menjadi perhatian Kepala BNPB Doni Monardo. Jenderal bintang tiga TNI AD itu mengingatkan seluruh pihak yang terlihat untuk mematuhi aturan sesuai pedoman Satgas Penanganan Covid-19. (Baca juga: Karpet Merah Terbentang untuk Kampus Asing)
Dia mewanti-wanti seluruh tim untuk memastikan seluruh pemain dan ofisial yang terlibat di kompetisi nanti tidak memiliki riwayat penyakit bawaan. Menurutnya, hal tersebut hanya akan meningkatkan risiko penularan Covid-19.
“Pemain yang punya penyakit bawaan kami sarankan untuk tidak mengikuti kompetisi karena sangat berisiko. Tim Liga 1 dan Liga 2 harus memastikan seluruh pemain serta ofisialnya sehat secara fisik tanpa penyakit penyerta,” tandasnya.
Untuk memastikan kompetisi tetap aman dari segi kesehatan, Doni, yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19, menyatakan akan memfasilitasi tes swab berkala sebagai salah satu kewajiban dalam melanjutkan kompetisi olahraga. Fasilitas ini tidak hanya akan diberikan kepada pemain Liga 1 dan Liga 2, namun juga pemain Indonesian Basket League (IBL) yang juga digelar Oktober mendatang.
Lihat Juga :