PSSI Dukung Menpora Erick Cegah Predator Seksual Beraksi di Dunia Olahraga
Minggu, 15 Maret 2026 - 07:13 WIB
loading...
A
A
A
“Atlet adalah kebanggaan bangsa yang harus kita jaga dan lindungi. Mereka berhak berlatih, bertanding, dan berkembang dalam lingkungan yang aman terlindungi bukan malah menjadi ruang yang menimbulkan trauma. Untuk para predator di dunia olahraga, tidak ada kata toleransi. Kami menuntut hukuman yang setimpal dan seberat-beratnya sesuai undang-undang yang berlaku. Hukuman ini sebagai pesan tegas bahwa dunia olahraga Indonesia adalah wilayah terlarang bagi pelaku kekerasan. Kita harus memastikan para pelaku ini mendapatkan efek jera yang nyata agar tidak ada lagi masa depan atlet yang dikorbankan,” tegasVivin Sungkono.
Lebih lanjut, Vivin menyampaikan bahwa untuk mencegah kasus serupa terjadi di cabang sepak bola, diperlukan sejumlah langkah konkret seperti adanya advokasi pada para atlet korban, memperkuat regulasi dan kode etik yang secara tegas melarang segala bentuk kekerasan beserta penegakan normanya, serta memberikan edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan kepada atlet, pelatih, dan ofisial mengenai batasan perilaku profesional serta pentingnya menghormati integritas pribadi.
“Kita ingin para atlet fokus pada prestasi tanpa dibayangi rasa takut atau tekanan. Karena itu, semua pihak harus bekerja bersama memastikan sistem perlindungan yang kuat benar-benar berjalan. Melindungi atlet bukan hanya tanggung jawab federasi, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kita harus memastikan bahwa dunia sepak bola Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, profesionalitas, dan rasa hormat,” tutupnya.
Lebih lanjut, Vivin menyampaikan bahwa untuk mencegah kasus serupa terjadi di cabang sepak bola, diperlukan sejumlah langkah konkret seperti adanya advokasi pada para atlet korban, memperkuat regulasi dan kode etik yang secara tegas melarang segala bentuk kekerasan beserta penegakan normanya, serta memberikan edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan kepada atlet, pelatih, dan ofisial mengenai batasan perilaku profesional serta pentingnya menghormati integritas pribadi.
“Kita ingin para atlet fokus pada prestasi tanpa dibayangi rasa takut atau tekanan. Karena itu, semua pihak harus bekerja bersama memastikan sistem perlindungan yang kuat benar-benar berjalan. Melindungi atlet bukan hanya tanggung jawab federasi, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kita harus memastikan bahwa dunia sepak bola Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, profesionalitas, dan rasa hormat,” tutupnya.
(sto)
Lihat Juga :