WBA Kelas Berat Perintahkan Jarrell Miller Jadi Penantang Wajib Oleksandr Usyk
Senin, 27 April 2026 - 10:18 WIB
loading...
WBA Kelas Berat Perintahkan Jarrell Miller Jadi Penantang Wajib Oleksandr Usyk
A
A
A
Petinju kelas berat asal Amerika Serikat, Jarrell Miller , resmi mengamankan status sebagai penantang wajib gelar WBA milik Oleksandr Usyk. Kepastian itu didapat setelah Miller meraih kemenangan angka mutlak atas petinju Kuba, Lenier Pero, dalam duel eliminator yang digelar di Las Vegas, 25 April 2026.
Kemenangan tersebut langsung mengangkat posisi Miller ke puncak antrean penantang. Rekornya kini mencatat 28 kemenangan (22 KO), satu kekalahan, dan dua hasil imbang—cukup untuk kembali masuk dalam peta persaingan elite kelas berat.
Namun bukan hanya soal kemenangan, Miller juga langsung melontarkan pernyataan panas kepada Usyk. Ia mengakui kualitas juara asal Ukraina itu, tetapi menilai ada celah yang bisa dimanfaatkan.
“Dia petinju hebat, tapi tidak punya pukulan yang benar-benar keras. Selain itu, dia juga bermasalah saat menghadapi petarung yang menekan dan rajin menyerang ke tubuh,” ujar Miller.
Baca Juga: Jarrell Miller Menang Brutal Lawan Lenier Pero, Total 1.000 Pukulan
Dengan gaya bertarung agresif dan volume pukulan tinggi, Miller percaya diri bisa merepotkan Usyk jika duel keduanya benar-benar terjadi. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai tipe petarung “bully” yang tidak memberi ruang bagi lawan untuk berkembang.
Di sisi lain, Usyk belum sepenuhnya fokus pada ancaman Miller. Juara dunia itu tengah mempersiapkan laga unik bertajuk Glory in Giza, di mana ia dijadwalkan menghadapi kickboxer top Belanda, Rico Verhoeven, pada 23 Mei 2026 di kawasan Piramida Giza, Mesir.
Situasi ini membuat potensi duel Usyk vs Miller semakin menarik. Jika Usyk mampu melewati laga crossover tersebut, pertarungan melawan Miller berpeluang menjadi ujian berikutnya dalam mempertahankan dominasinya di kelas berat.
Bagi Miller, momentum saat ini adalah kesempatan emas. Setelah kembali ke jalur kemenangan, ia kini hanya tinggal selangkah lagi menuju perebutan gelar dunia—sekaligus membuktikan apakah kritiknya terhadap Usyk benar adanya di atas ring.
Kemenangan tersebut langsung mengangkat posisi Miller ke puncak antrean penantang. Rekornya kini mencatat 28 kemenangan (22 KO), satu kekalahan, dan dua hasil imbang—cukup untuk kembali masuk dalam peta persaingan elite kelas berat.
Namun bukan hanya soal kemenangan, Miller juga langsung melontarkan pernyataan panas kepada Usyk. Ia mengakui kualitas juara asal Ukraina itu, tetapi menilai ada celah yang bisa dimanfaatkan.
“Dia petinju hebat, tapi tidak punya pukulan yang benar-benar keras. Selain itu, dia juga bermasalah saat menghadapi petarung yang menekan dan rajin menyerang ke tubuh,” ujar Miller.
Baca Juga: Jarrell Miller Menang Brutal Lawan Lenier Pero, Total 1.000 Pukulan
Dengan gaya bertarung agresif dan volume pukulan tinggi, Miller percaya diri bisa merepotkan Usyk jika duel keduanya benar-benar terjadi. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai tipe petarung “bully” yang tidak memberi ruang bagi lawan untuk berkembang.
Di sisi lain, Usyk belum sepenuhnya fokus pada ancaman Miller. Juara dunia itu tengah mempersiapkan laga unik bertajuk Glory in Giza, di mana ia dijadwalkan menghadapi kickboxer top Belanda, Rico Verhoeven, pada 23 Mei 2026 di kawasan Piramida Giza, Mesir.
Situasi ini membuat potensi duel Usyk vs Miller semakin menarik. Jika Usyk mampu melewati laga crossover tersebut, pertarungan melawan Miller berpeluang menjadi ujian berikutnya dalam mempertahankan dominasinya di kelas berat.
Bagi Miller, momentum saat ini adalah kesempatan emas. Setelah kembali ke jalur kemenangan, ia kini hanya tinggal selangkah lagi menuju perebutan gelar dunia—sekaligus membuktikan apakah kritiknya terhadap Usyk benar adanya di atas ring.
(sto)
Lihat Juga :