Sinyal Kebangkitan Sepak Bola Putri, Debut MilkLife Soccer Challenge Banjarmasin Seri 2 2025 – 2026
Minggu, 03 Mei 2026 - 21:23 WIB
loading...
A
A
A
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago, menekankan pentingnya kesinambungan program pembinaan untuk menjaga potensi besar sepak bola putri, khususnya di Kalimantan.
“Seperti yang kita lihat pekan lalu di Samarinda, antusiasme dan potensi pemain putri di Kalimantan sangat besar. Ini harus terus dijaga dengan menyediakan lebih banyak ruang latihan dan kompetisi yang konsisten. Tujuan MilkLife Soccer Challenge hadir di sini adalah untuk pemassalan sepak bola putri di Banjarmasin. Kami mengimbau agar dalam waktu dekat lebih banyak SSB yang fokus kepada pembinaan pemain putri,” ujar Jacksen.
Ia juga menambahkan bahwa turnamen ini menjadi bagian dari proses seleksi menuju tahap yang lebih tinggi.
“Ajang ini bukan sekadar turnamen, tetapi bagian dari proses seleksi dan pembinaan jangka panjang. Para pemain yang tampil menonjol akan memiliki kesempatan untuk melangkah ke level berikutnya, termasuk bergabung dalam MLSC All-Stars. Ini menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk terus berkembang. Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin daerah seperti Kalimantan Selatan akan menyusul jejak daerah lain dalam melahirkan pemain-pemain putri berkualitas,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, tim pelatih telah memilih sekitar 25 pemain terbaik untuk mengikuti program MilkLife Soccer Extra Training yang akan dimulai pada 4 Mei 2026. Program ini menjadi bagian dari persiapan menuju ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang dijadwalkan berlangsung pada 24–28 Juni 2026 di Kudus.
Final Sarat Drama dan Efektivitas
Dua laga final menghadirkan tensi tinggi. Di KU 10, SDN Pagatan Besar dan SDN Sungai Andai 4 tampil berimbang sepanjang pertandingan. Kebuntuan akhirnya pecah lewat aksi Miftahul Gina pada menit ke-27. Gol tunggal tersebut cukup untuk memastikan gelar juara.
“Seperti yang kita lihat pekan lalu di Samarinda, antusiasme dan potensi pemain putri di Kalimantan sangat besar. Ini harus terus dijaga dengan menyediakan lebih banyak ruang latihan dan kompetisi yang konsisten. Tujuan MilkLife Soccer Challenge hadir di sini adalah untuk pemassalan sepak bola putri di Banjarmasin. Kami mengimbau agar dalam waktu dekat lebih banyak SSB yang fokus kepada pembinaan pemain putri,” ujar Jacksen.
Ia juga menambahkan bahwa turnamen ini menjadi bagian dari proses seleksi menuju tahap yang lebih tinggi.
“Ajang ini bukan sekadar turnamen, tetapi bagian dari proses seleksi dan pembinaan jangka panjang. Para pemain yang tampil menonjol akan memiliki kesempatan untuk melangkah ke level berikutnya, termasuk bergabung dalam MLSC All-Stars. Ini menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk terus berkembang. Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin daerah seperti Kalimantan Selatan akan menyusul jejak daerah lain dalam melahirkan pemain-pemain putri berkualitas,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, tim pelatih telah memilih sekitar 25 pemain terbaik untuk mengikuti program MilkLife Soccer Extra Training yang akan dimulai pada 4 Mei 2026. Program ini menjadi bagian dari persiapan menuju ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang dijadwalkan berlangsung pada 24–28 Juni 2026 di Kudus.
Final Sarat Drama dan Efektivitas
Dua laga final menghadirkan tensi tinggi. Di KU 10, SDN Pagatan Besar dan SDN Sungai Andai 4 tampil berimbang sepanjang pertandingan. Kebuntuan akhirnya pecah lewat aksi Miftahul Gina pada menit ke-27. Gol tunggal tersebut cukup untuk memastikan gelar juara.
Lihat Juga :