Audisi Umum PB Djarum 2026 Digelar di Tiga Kota, Pencarian Talenta Muda Menjangkau Sumatra dan Sulawesi
Jum'at, 08 Mei 2026 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
“Audisi ini adalah salah satu cara untuk menjemput bakat dan membuka peluang lebih luas bagi bibit-bibit baru. Apalagi tahun ini digelar di tiga kota, ini menjadi kesempatan besar bagi pemain di daerah yang mungkin sebelumnya kesulitan menjangkau Kudus. Harapannya, kita bisa mendapatkan lebih banyak talenta baru dibanding sebelumnya,” kata Hendrawan.
Hendrawan juga menyoroti pentingnya penguasaan teknik di tengah rencana penerapan format baru BWF, yakni 15 poin x 3 game mulai Januari 2027.
“Ke depan dengan format permainan yang cenderung lebih cepat, faktor teknik menjadi semakin penting. Untuk atlet putri, kami melihat penguasaan teknik, footwork, dan kontrol lapangan sebagai aspek utama. Namun tentu tidak mengesampingkan faktor lain seperti mental dan karakter. Fighting spirit juga menjadi salah satu hal yang kami perhatikan, terutama saat mereka memasuki fase-fase akhir seleksi,” jelasnya.
Sementara itu, Leonard Holvy de Pauw menyebut sektor putra akan difokuskan pada pencarian pemain dengan teknik dasar kuat, agresif, dan memiliki kecerdasan membaca permainan.
“Kami mencari pemain yang punya basic kuat, agresif, dan endurance tinggi. Tapi yang paling penting adalah atlet yang smart dan punya fighting spirit. Smart di sini artinya mereka bisa membaca permainan dan mengantisipasi lawan sejak dini, sehingga bermain lebih efisien. Selain itu, kami juga melihat karakter pemain luar Jawa, khususnya dari Sumatra dan Sulawesi, yang umumnya memiliki strength, daya juang, dan fisik lebih kuat. Ini menjadi modal penting yang bisa kami kembangkan lebih lanjut melalui pembinaan di PB Djarum,” papar Holvy.
Lulusan Audisi Umum PB Djarum 2018 Pekanbaru, Jolin Angelia, turut mengajak para calon peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Pebulutangkis yang kini bergabung dengan Pelatnas PBSI itu menilai audisi merupakan panggung pembuktian bagi atlet muda.
Hendrawan juga menyoroti pentingnya penguasaan teknik di tengah rencana penerapan format baru BWF, yakni 15 poin x 3 game mulai Januari 2027.
“Ke depan dengan format permainan yang cenderung lebih cepat, faktor teknik menjadi semakin penting. Untuk atlet putri, kami melihat penguasaan teknik, footwork, dan kontrol lapangan sebagai aspek utama. Namun tentu tidak mengesampingkan faktor lain seperti mental dan karakter. Fighting spirit juga menjadi salah satu hal yang kami perhatikan, terutama saat mereka memasuki fase-fase akhir seleksi,” jelasnya.
Sementara itu, Leonard Holvy de Pauw menyebut sektor putra akan difokuskan pada pencarian pemain dengan teknik dasar kuat, agresif, dan memiliki kecerdasan membaca permainan.
“Kami mencari pemain yang punya basic kuat, agresif, dan endurance tinggi. Tapi yang paling penting adalah atlet yang smart dan punya fighting spirit. Smart di sini artinya mereka bisa membaca permainan dan mengantisipasi lawan sejak dini, sehingga bermain lebih efisien. Selain itu, kami juga melihat karakter pemain luar Jawa, khususnya dari Sumatra dan Sulawesi, yang umumnya memiliki strength, daya juang, dan fisik lebih kuat. Ini menjadi modal penting yang bisa kami kembangkan lebih lanjut melalui pembinaan di PB Djarum,” papar Holvy.
Lulusan Audisi Umum PB Djarum 2018 Pekanbaru, Jolin Angelia, turut mengajak para calon peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Pebulutangkis yang kini bergabung dengan Pelatnas PBSI itu menilai audisi merupakan panggung pembuktian bagi atlet muda.
Lihat Juga :