Audisi Umum PB Djarum 2026 Digelar di Tiga Kota, Pencarian Talenta Muda Menjangkau Sumatra dan Sulawesi
Jum'at, 08 Mei 2026 - 11:30 WIB
loading...
Audisi Umum PB Djarum 2026 Digelar di Tiga Kota, Pencarian Talenta Muda Menjangkau Sumatra dan Sulawesi
A
A
A
JAKARTA - Bakti Olahraga Djarum Foundation kembali menggelar Audisi Umum PB Djarum 2026 sebagai bagian dari komitmen membina calon atlet bulutangkis masa depan Indonesia. Tahun ini, pencarian bakat diperluas dengan menyambangi tiga kota, yakni Pekanbaru, Makassar, dan Kudus.
Rangkaian audisi dimulai di Pekanbaru, Riau, pada 7–12 Juli 2026 di GOR Angkasa, Kecamatan Payung Sekaki. Setelah itu, seleksi berlanjut ke Makassar, Sulawesi Selatan, pada 4–9 Agustus 2026 di GOR Dafest, Kecamatan Biringkanaya. Kudus, Jawa Tengah, kembali menjadi lokasi penutup sekaligus pusat karantina di GOR Djarum, Kecamatan Jati, pada 8–13 September 2026.
Audisi tahun ini dibuka untuk kelompok usia U-11 (kelahiran 2016–2018), KU 11 (kelahiran 2015), dan KU 12 (kelahiran 2014), baik putra maupun putri. PB Djarum berharap perluasan lokasi ini bisa membuka peluang lebih besar bagi talenta muda di luar Pulau Jawa.
![Audisi Umum PB Djarum 2026 Digelar di Tiga Kota, Pencarian Talenta Muda Menjangkau Sumatra dan Sulawesi]()
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan keputusan menggelar audisi di lebih banyak kota merupakan jawaban atas antusiasme peserta dan klub-klub daerah yang ingin akses seleksi lebih dekat.
“Sejak 2022 hingga 2025, Audisi Umum PB Djarum kami pusatkan di Kudus. Namun pada tahun-tahun sebelumnya kami juga sempat menggelar ke berbagai kota, bahkan sampai sembilan kota. Tahun ini kami kembali memperluas jangkauan dengan hadir di Pekanbaru dan Makassar sebagai upaya menjaring talenta lebih banyak lagi. Tidak hanya yang berada di Pulau Jawa, tetapi juga dari Sumatra dan Sulawesi. Kami berharap tahun ini dapat menemukan mutiara-mutiara terpendam yang selama ini belum muncul ke permukaan,” ujar Yoppy.
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, menegaskan proses seleksi tetap dilakukan secara ketat demi menemukan atlet muda berkualitas dan bermental juara.
“Kami berharap melalui audisi ini dapat menemukan bibit-bibit unggul yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga memiliki karakter unik dalam bermain serta mental juara. Kombinasi tersebut penting untuk membentuk atlet dengan kualitas super yang mampu bersaing di level tertinggi,” jelas Sigit.
![Audisi Umum PB Djarum 2026 Digelar di Tiga Kota, Pencarian Talenta Muda Menjangkau Sumatra dan Sulawesi]()
Tim pencari bakat akan diperkuat jajaran pelatih PB Djarum, termasuk Hendrawan sebagai Koordinator Atlet Putri dan Leonard Holvy de Pauw sebagai Koordinator Atlet Putra. Kehadiran Hendrawan menjadi sorotan karena ini merupakan kali pertama ia terlibat langsung dalam Audisi Umum PB Djarum sejak bergabung sebagai Technical Advisor Men's & Women's Singles tahun lalu.
“Audisi ini adalah salah satu cara untuk menjemput bakat dan membuka peluang lebih luas bagi bibit-bibit baru. Apalagi tahun ini digelar di tiga kota, ini menjadi kesempatan besar bagi pemain di daerah yang mungkin sebelumnya kesulitan menjangkau Kudus. Harapannya, kita bisa mendapatkan lebih banyak talenta baru dibanding sebelumnya,” kata Hendrawan.
Hendrawan juga menyoroti pentingnya penguasaan teknik di tengah rencana penerapan format baru BWF, yakni 15 poin x 3 game mulai Januari 2027.
“Ke depan dengan format permainan yang cenderung lebih cepat, faktor teknik menjadi semakin penting. Untuk atlet putri, kami melihat penguasaan teknik, footwork, dan kontrol lapangan sebagai aspek utama. Namun tentu tidak mengesampingkan faktor lain seperti mental dan karakter. Fighting spirit juga menjadi salah satu hal yang kami perhatikan, terutama saat mereka memasuki fase-fase akhir seleksi,” jelasnya.
Sementara itu, Leonard Holvy de Pauw menyebut sektor putra akan difokuskan pada pencarian pemain dengan teknik dasar kuat, agresif, dan memiliki kecerdasan membaca permainan.
“Kami mencari pemain yang punya basic kuat, agresif, dan endurance tinggi. Tapi yang paling penting adalah atlet yang smart dan punya fighting spirit. Smart di sini artinya mereka bisa membaca permainan dan mengantisipasi lawan sejak dini, sehingga bermain lebih efisien. Selain itu, kami juga melihat karakter pemain luar Jawa, khususnya dari Sumatra dan Sulawesi, yang umumnya memiliki strength, daya juang, dan fisik lebih kuat. Ini menjadi modal penting yang bisa kami kembangkan lebih lanjut melalui pembinaan di PB Djarum,” papar Holvy.
Lulusan Audisi Umum PB Djarum 2018 Pekanbaru, Jolin Angelia, turut mengajak para calon peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Pebulutangkis yang kini bergabung dengan Pelatnas PBSI itu menilai audisi merupakan panggung pembuktian bagi atlet muda.
“Menurut saya, audisi ini adalah kesempatan besar untuk memulai perjalanan sebagai atlet bulutangkis. Jadi persiapkan diri sebaik mungkin, latihan yang intensif, dan tunjukkan kemampuan terbaik saat di lapangan. Jangan mudah menyerah kalau belum berhasil bergabung, karena proses setiap orang berbeda. Yang penting tetap konsisten berlatih dan terus percaya dengan kemampuan diri sendiri,” ujar Jolin.
Seleksi Audisi Umum PB Djarum 2026 akan diawali tahap screening dengan sistem gugur satu game hingga 21 poin tanpa deuce. Peserta yang lolos berhak melaju ke fase turnamen. Super Tiket akan diberikan kepada juara putra dan putri di Pekanbaru dan Makassar, sedangkan di Kudus diberikan kepada semifinalis putra dan finalis putri untuk lanjut ke tahap karantina.
Tahap karantina berlangsung pada 14 September hingga 9 Oktober 2026, dengan dua fase eliminasi pada 28 September dan 10 Oktober 2026. Peserta yang lolos akan menerima Djarum Beasiswa Bulutangkis dan resmi bergabung bersama PB Djarum.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi PB Djarum dan telah dibuka sejak 6 April hingga 1 September 2026 pukul 23.59 WIB.
Rangkaian audisi dimulai di Pekanbaru, Riau, pada 7–12 Juli 2026 di GOR Angkasa, Kecamatan Payung Sekaki. Setelah itu, seleksi berlanjut ke Makassar, Sulawesi Selatan, pada 4–9 Agustus 2026 di GOR Dafest, Kecamatan Biringkanaya. Kudus, Jawa Tengah, kembali menjadi lokasi penutup sekaligus pusat karantina di GOR Djarum, Kecamatan Jati, pada 8–13 September 2026.
Audisi tahun ini dibuka untuk kelompok usia U-11 (kelahiran 2016–2018), KU 11 (kelahiran 2015), dan KU 12 (kelahiran 2014), baik putra maupun putri. PB Djarum berharap perluasan lokasi ini bisa membuka peluang lebih besar bagi talenta muda di luar Pulau Jawa.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan keputusan menggelar audisi di lebih banyak kota merupakan jawaban atas antusiasme peserta dan klub-klub daerah yang ingin akses seleksi lebih dekat.
“Sejak 2022 hingga 2025, Audisi Umum PB Djarum kami pusatkan di Kudus. Namun pada tahun-tahun sebelumnya kami juga sempat menggelar ke berbagai kota, bahkan sampai sembilan kota. Tahun ini kami kembali memperluas jangkauan dengan hadir di Pekanbaru dan Makassar sebagai upaya menjaring talenta lebih banyak lagi. Tidak hanya yang berada di Pulau Jawa, tetapi juga dari Sumatra dan Sulawesi. Kami berharap tahun ini dapat menemukan mutiara-mutiara terpendam yang selama ini belum muncul ke permukaan,” ujar Yoppy.
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, menegaskan proses seleksi tetap dilakukan secara ketat demi menemukan atlet muda berkualitas dan bermental juara.
“Kami berharap melalui audisi ini dapat menemukan bibit-bibit unggul yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga memiliki karakter unik dalam bermain serta mental juara. Kombinasi tersebut penting untuk membentuk atlet dengan kualitas super yang mampu bersaing di level tertinggi,” jelas Sigit.

Tim pencari bakat akan diperkuat jajaran pelatih PB Djarum, termasuk Hendrawan sebagai Koordinator Atlet Putri dan Leonard Holvy de Pauw sebagai Koordinator Atlet Putra. Kehadiran Hendrawan menjadi sorotan karena ini merupakan kali pertama ia terlibat langsung dalam Audisi Umum PB Djarum sejak bergabung sebagai Technical Advisor Men's & Women's Singles tahun lalu.
“Audisi ini adalah salah satu cara untuk menjemput bakat dan membuka peluang lebih luas bagi bibit-bibit baru. Apalagi tahun ini digelar di tiga kota, ini menjadi kesempatan besar bagi pemain di daerah yang mungkin sebelumnya kesulitan menjangkau Kudus. Harapannya, kita bisa mendapatkan lebih banyak talenta baru dibanding sebelumnya,” kata Hendrawan.
Hendrawan juga menyoroti pentingnya penguasaan teknik di tengah rencana penerapan format baru BWF, yakni 15 poin x 3 game mulai Januari 2027.
“Ke depan dengan format permainan yang cenderung lebih cepat, faktor teknik menjadi semakin penting. Untuk atlet putri, kami melihat penguasaan teknik, footwork, dan kontrol lapangan sebagai aspek utama. Namun tentu tidak mengesampingkan faktor lain seperti mental dan karakter. Fighting spirit juga menjadi salah satu hal yang kami perhatikan, terutama saat mereka memasuki fase-fase akhir seleksi,” jelasnya.
Sementara itu, Leonard Holvy de Pauw menyebut sektor putra akan difokuskan pada pencarian pemain dengan teknik dasar kuat, agresif, dan memiliki kecerdasan membaca permainan.
“Kami mencari pemain yang punya basic kuat, agresif, dan endurance tinggi. Tapi yang paling penting adalah atlet yang smart dan punya fighting spirit. Smart di sini artinya mereka bisa membaca permainan dan mengantisipasi lawan sejak dini, sehingga bermain lebih efisien. Selain itu, kami juga melihat karakter pemain luar Jawa, khususnya dari Sumatra dan Sulawesi, yang umumnya memiliki strength, daya juang, dan fisik lebih kuat. Ini menjadi modal penting yang bisa kami kembangkan lebih lanjut melalui pembinaan di PB Djarum,” papar Holvy.
Lulusan Audisi Umum PB Djarum 2018 Pekanbaru, Jolin Angelia, turut mengajak para calon peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Pebulutangkis yang kini bergabung dengan Pelatnas PBSI itu menilai audisi merupakan panggung pembuktian bagi atlet muda.
“Menurut saya, audisi ini adalah kesempatan besar untuk memulai perjalanan sebagai atlet bulutangkis. Jadi persiapkan diri sebaik mungkin, latihan yang intensif, dan tunjukkan kemampuan terbaik saat di lapangan. Jangan mudah menyerah kalau belum berhasil bergabung, karena proses setiap orang berbeda. Yang penting tetap konsisten berlatih dan terus percaya dengan kemampuan diri sendiri,” ujar Jolin.
Seleksi Audisi Umum PB Djarum 2026 akan diawali tahap screening dengan sistem gugur satu game hingga 21 poin tanpa deuce. Peserta yang lolos berhak melaju ke fase turnamen. Super Tiket akan diberikan kepada juara putra dan putri di Pekanbaru dan Makassar, sedangkan di Kudus diberikan kepada semifinalis putra dan finalis putri untuk lanjut ke tahap karantina.
Tahap karantina berlangsung pada 14 September hingga 9 Oktober 2026, dengan dua fase eliminasi pada 28 September dan 10 Oktober 2026. Peserta yang lolos akan menerima Djarum Beasiswa Bulutangkis dan resmi bergabung bersama PB Djarum.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi PB Djarum dan telah dibuka sejak 6 April hingga 1 September 2026 pukul 23.59 WIB.
(sto)
Lihat Juga :