Super League Musim Depan Diramaikan Klub Milik Polisi, Kejaksaan, dan Bentukan Prabowo
Senin, 11 Mei 2026 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
Selain Garudayaksa, Bhayangkara FC kembali menjadi perhatian publik. Klub yang berada di bawah institusi Polri itu sebelumnya sempat mencicipi sukses besar saat menjadi juara Liga 1 musim 2017. Bhayangkara dikenal sebagai salah satu klub dengan dukungan institusi paling kuat di sepak bola nasional sejak resmi diambil alih Polri pada 2016.
Sementara itu, Adhyaksa FC menjadi klub terbaru yang berhasil menembus Super League. Tim berjuluk Sang Jaksa tersebut memastikan promosi usai menundukkan Persipura Jayapura dengan skor 1-0 dalam laga playoff di Stadion Lukas Enembe.
Adhyaksa FC sendiri awalnya bernama Farmel FC sebelum bekerja sama dengan Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja) dan mendapat dukungan Kejaksaan Agung RI. Transformasi itu membuat perkembangan klub melesat cepat. Hanya dalam dua musim, mereka berhasil naik dari Liga 3 hingga kini menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kehadiran Bhayangkara FC, Garudayaksa FC, dan Adhyaksa FC membuat wajah Super League musim depan dipenuhi klub-klub dengan latar belakang institusi kuat. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana sepak bola Indonesia semakin dekat dengan kekuatan negara, politik, dan jaringan kekuasaan di luar lapangan.
Sementara itu, Adhyaksa FC menjadi klub terbaru yang berhasil menembus Super League. Tim berjuluk Sang Jaksa tersebut memastikan promosi usai menundukkan Persipura Jayapura dengan skor 1-0 dalam laga playoff di Stadion Lukas Enembe.
Adhyaksa FC sendiri awalnya bernama Farmel FC sebelum bekerja sama dengan Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja) dan mendapat dukungan Kejaksaan Agung RI. Transformasi itu membuat perkembangan klub melesat cepat. Hanya dalam dua musim, mereka berhasil naik dari Liga 3 hingga kini menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kehadiran Bhayangkara FC, Garudayaksa FC, dan Adhyaksa FC membuat wajah Super League musim depan dipenuhi klub-klub dengan latar belakang institusi kuat. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana sepak bola Indonesia semakin dekat dengan kekuatan negara, politik, dan jaringan kekuasaan di luar lapangan.
(sto)
Lihat Juga :