MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 Lahirkan Juara Baru
Senin, 18 Mei 2026 - 06:20 WIB
loading...
MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026 sukses digelar di Lapangan Bogowonto dan Lapangan Bola Jala Krida, Surabaya, sejak 12-17 Mei 2026. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
SURABAYA - MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026 sukses digelar di Lapangan Bogowonto dan Lapangan Bola Jala Krida, Surabaya, sejak 12-17 Mei 2026. Turnamen yang diikuti 1.620 siswi dari 78 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Surabaya ini terbagi menjadi 73 tim di kategori KU 10 dan 77 tim di kategori KU 12.
Pada partai final Minggu (17/5), kompetisi sepak bola putri yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut melahirkan dua juara baru dari dua kategori kelompok umur yakni SDN Pacarkeling V/186 B (KU 12) dan SDN Manukan Kulon (KU 10). Baca juga: Milklife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 Diikuti 1.620 Siswi SD dan Madrasah Ibtidaiyah
Di KU 12 MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025 - 2026, tim SDN Pacarkeling V/186 B akhirnya sukses mengunci gelar lewat kemenangan 6-5 pada pertandingan adu penalti, setelah melewati waktu normal dengan kedudukan 1-1. Sementara itu di KU 10 giliran SDN Manukan Kulon memastikan kemenangan, juga lewat drama adu penalti atas SDN DR. SutomoV/327.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen Ferreira Tiago, menilai kualitas para pemain di Surabaya terbilang matang. Hal tersebut tidak terlepas dari ekosistem sepak bola Surabaya yang sudah berjalan selama beberapa tahun belakangan.
Jacksen menambahkan, melimpahnya talenta dari Surabaya membuatnya masih akan mendiskusikan lebih lanjut dengan para stafnya untuk menentukan siapa saja yang benar-benar layak terpilih ke MilkLife Soccer Challenge All Star di Kudus pada pertengahan Juni nanti. Di sisi lain, ia lihat masih ada beberapa tim dengan satu pemain menonjol lebih jauh dibanding yang lain.
”Harapan saya ke depan, kita bisa berkembang bersama secara tim. Potensi anak-anak Surabaya itu sangat besar sekali. Saya akan kumpulkan pemain-pemain yang sudah terpilih masuk All-Star dari Extra Training Seri 1 untuk latihan bersama, nanti bisa kita lihat siapa yang akan terpilih untuk berangkat ke Kudus,” katanya.
Menurutnya, tujuan dari MLSC ini untuk membentuk suatu ekosistem sepak bola putri Indonesia yang matang. Salah satunya adalah dengan membuat bagaimana para pemain ini memiliki jam terbang dan pengalaman bertanding yang terbilang cukup. ”Kompetisi seperti ini kan hanya dua kali dalam setahun, di luar itu saya berharap mereka bisa tetap menimba ilmu dalam kesehariannya dengan SSB (Sekolah Sepak Bola),” jelasnya.
Panitia Pelaksana MilkLife Soccer Challenge 2025 - 2026, Edi Supriyanto, mengapresiasi antusiasme masyarakat Surabaya dan sekitarnya terhadap penyelenggaraan ini. Menurut Edi, pembinaan sepak bola putri harus terus berjalan demi menciptakan ekosistem berkelanjutan di masa mendatang.
Ia menjelaskan, MLSC Seri 2 ini adalah lanjutan dari Seri 1 yang sebelumnya terselenggara tahun lalu. Secara kuantitas ada sedikit penambahan di KU 10 dan pengurangan di KU 12. Harapannya di Seri 1 tahun depan, jumlah pesertanya bisa terus bertambah. Baca juga: MILLS dan Shin Tae Yong Academy Jalin Kerja Sama Bangun Fondasi Sepak Bola Usia Dini Indonesia
Karena suatu pembinaan dianggap berhasil jika pesertanya banyak. Maka, dari situ akan terus muncul talenta-talenta putri yang akan semakin banyak juga. “Ke depan, kami berharap kompetisi berjenjang ini bisa membantu menciptakan ekosistem sepak bola putri Indonesia yang semakin matang,” katanya.
Perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, Arief Anton Sujarwo, mengapresiasi penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di wilayahnya yang sudah berlangsung selama beberapa tahun. Arief berharap, geliat sepak bola di Jawa Timur, khususnya di kategori putri, diharapkan terus meningkat dengan penyelenggaraan kompetisi dari tahun ke tahun.
Pada partai final Minggu (17/5), kompetisi sepak bola putri yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut melahirkan dua juara baru dari dua kategori kelompok umur yakni SDN Pacarkeling V/186 B (KU 12) dan SDN Manukan Kulon (KU 10). Baca juga: Milklife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 Diikuti 1.620 Siswi SD dan Madrasah Ibtidaiyah
Di KU 12 MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025 - 2026, tim SDN Pacarkeling V/186 B akhirnya sukses mengunci gelar lewat kemenangan 6-5 pada pertandingan adu penalti, setelah melewati waktu normal dengan kedudukan 1-1. Sementara itu di KU 10 giliran SDN Manukan Kulon memastikan kemenangan, juga lewat drama adu penalti atas SDN DR. SutomoV/327.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen Ferreira Tiago, menilai kualitas para pemain di Surabaya terbilang matang. Hal tersebut tidak terlepas dari ekosistem sepak bola Surabaya yang sudah berjalan selama beberapa tahun belakangan.
Jacksen menambahkan, melimpahnya talenta dari Surabaya membuatnya masih akan mendiskusikan lebih lanjut dengan para stafnya untuk menentukan siapa saja yang benar-benar layak terpilih ke MilkLife Soccer Challenge All Star di Kudus pada pertengahan Juni nanti. Di sisi lain, ia lihat masih ada beberapa tim dengan satu pemain menonjol lebih jauh dibanding yang lain.
”Harapan saya ke depan, kita bisa berkembang bersama secara tim. Potensi anak-anak Surabaya itu sangat besar sekali. Saya akan kumpulkan pemain-pemain yang sudah terpilih masuk All-Star dari Extra Training Seri 1 untuk latihan bersama, nanti bisa kita lihat siapa yang akan terpilih untuk berangkat ke Kudus,” katanya.
Menurutnya, tujuan dari MLSC ini untuk membentuk suatu ekosistem sepak bola putri Indonesia yang matang. Salah satunya adalah dengan membuat bagaimana para pemain ini memiliki jam terbang dan pengalaman bertanding yang terbilang cukup. ”Kompetisi seperti ini kan hanya dua kali dalam setahun, di luar itu saya berharap mereka bisa tetap menimba ilmu dalam kesehariannya dengan SSB (Sekolah Sepak Bola),” jelasnya.
Panitia Pelaksana MilkLife Soccer Challenge 2025 - 2026, Edi Supriyanto, mengapresiasi antusiasme masyarakat Surabaya dan sekitarnya terhadap penyelenggaraan ini. Menurut Edi, pembinaan sepak bola putri harus terus berjalan demi menciptakan ekosistem berkelanjutan di masa mendatang.
Ia menjelaskan, MLSC Seri 2 ini adalah lanjutan dari Seri 1 yang sebelumnya terselenggara tahun lalu. Secara kuantitas ada sedikit penambahan di KU 10 dan pengurangan di KU 12. Harapannya di Seri 1 tahun depan, jumlah pesertanya bisa terus bertambah. Baca juga: MILLS dan Shin Tae Yong Academy Jalin Kerja Sama Bangun Fondasi Sepak Bola Usia Dini Indonesia
Karena suatu pembinaan dianggap berhasil jika pesertanya banyak. Maka, dari situ akan terus muncul talenta-talenta putri yang akan semakin banyak juga. “Ke depan, kami berharap kompetisi berjenjang ini bisa membantu menciptakan ekosistem sepak bola putri Indonesia yang semakin matang,” katanya.
Perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, Arief Anton Sujarwo, mengapresiasi penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di wilayahnya yang sudah berlangsung selama beberapa tahun. Arief berharap, geliat sepak bola di Jawa Timur, khususnya di kategori putri, diharapkan terus meningkat dengan penyelenggaraan kompetisi dari tahun ke tahun.
(poe)
Lihat Juga :