Kontroversi Piala Dunia 2026 dan Sikap Santai Infantino: Kenapa Dulu Coret Indonesia?
Kamis, 11 Juni 2026 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat hampir mustahil tanpa dukungan penuh dari Trump dan pemerintahannya. Kontroversi lain datang dari harga tiket.
FIFA menghadapi tuduhan menaikkan harga secara artifisial dan menyesatkan penggemar. Sejumlah jaksa agung negara bagian AS telah membuka penyelidikan, tetapi Infantino menepisnya sebagai keluhan dari segelintir orang dan menegaskan harga yang diterapkan sudah sesuai dengan pasar Amerika Utara.
Bagi banyak penggemar yang kesulitan membeli tiket, serta mereka yang mengalami hambatan masuk ke AS, penjelasan itu tentu tidak memberikan banyak ketenangan. Pada akhirnya, kritik terbesar bukan sekadar soal visa atau tiket.
Banyak pihak menilai FIFA telah kehilangan pengaruhnya terhadap turnamen terbesar mereka sendiri. Dan ketika diberi kesempatan untuk menekan pemerintah tuan rumah demi kepentingan peserta dan penggemar, Infantino justru memilih mempertahankan hubungan baik dengan Trump.
Bagi Omar Artan dan mereka yang terdampak kebijakan imigrasi AS, mungkin FIFA tidak hanya perlu berkata "santai saja". Mungkin FIFA seharusnya memperjuangkan lebih banyak hal.
FIFA menghadapi tuduhan menaikkan harga secara artifisial dan menyesatkan penggemar. Sejumlah jaksa agung negara bagian AS telah membuka penyelidikan, tetapi Infantino menepisnya sebagai keluhan dari segelintir orang dan menegaskan harga yang diterapkan sudah sesuai dengan pasar Amerika Utara.
Bagi banyak penggemar yang kesulitan membeli tiket, serta mereka yang mengalami hambatan masuk ke AS, penjelasan itu tentu tidak memberikan banyak ketenangan. Pada akhirnya, kritik terbesar bukan sekadar soal visa atau tiket.
Banyak pihak menilai FIFA telah kehilangan pengaruhnya terhadap turnamen terbesar mereka sendiri. Dan ketika diberi kesempatan untuk menekan pemerintah tuan rumah demi kepentingan peserta dan penggemar, Infantino justru memilih mempertahankan hubungan baik dengan Trump.
Bagi Omar Artan dan mereka yang terdampak kebijakan imigrasi AS, mungkin FIFA tidak hanya perlu berkata "santai saja". Mungkin FIFA seharusnya memperjuangkan lebih banyak hal.
(yov)
Lihat Juga :