Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Kamis, 11 Juni 2026 - 12:38 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kondisi panas dan lembap, sistem pendingin alami tubuh akan bekerja lebih keras. Masalah semakin serius ketika kelembapan udara tinggi karena keringat menjadi sulit menguap, sehingga kemampuan tubuh untuk menurunkan suhu ikut menurun.
Baca Juga: Kontroversi Piala Dunia 2026 dan Sikap Santai Infantino: Kenapa Dulu Coret Indonesia?
Sejumlah kota tuan rumah yang diperkirakan menghadapi tantangan tersebut antara lain Houston, Miami, Dallas, dan Monterrey. "Kelembapan tinggi adalah salah satu kondisi paling sulit bagi tubuh manusia," kata Minson.
Peneliti memperkirakan peluang penurunan performa akibat panas mencapai 70 persen, atau meningkat 37 poin persentase dibandingkan kondisi tanpa pengaruh perubahan iklim. Sementara itu, Profesor ilmu biologi dari Dartmouth College, Ryan Calsbeek, menilai panas dan kelembapan tidak hanya berdampak pada kesehatan pemain, tetapi juga dapat mengubah ritme pertandingan.
"Suhu dan kelembapan yang lebih tinggi kemungkinan akan memperlambat permainan. Pemain akan kesulitan mempertahankan kombinasi antara kekuatan eksplosif dan daya tahan aerobik selama lebih dari 90 menit," jelasnya.
Data menunjukkan hampir separuh pertandingan memiliki peluang minimal 50 persen untuk dimainkan pada suhu di atas 28 derajat Celsius, angka yang diketahui dapat menurunkan kecepatan lari, jarak tempuh, serta memperlambat proses pemulihan fisik pemain. Selain panas, faktor ketinggian juga menjadi perhatian.
Baca Juga: Kontroversi Piala Dunia 2026 dan Sikap Santai Infantino: Kenapa Dulu Coret Indonesia?
Sejumlah kota tuan rumah yang diperkirakan menghadapi tantangan tersebut antara lain Houston, Miami, Dallas, dan Monterrey. "Kelembapan tinggi adalah salah satu kondisi paling sulit bagi tubuh manusia," kata Minson.
Perubahan Iklim Pengaruhi Performa
Penelitian terbaru dari Climate Central menunjukkan perubahan iklim telah meningkatkan peluang terjadinya suhu yang cukup tinggi untuk memengaruhi performa pemain dalam 97 dari 104 pertandingan Piala Dunia 2026. Salah satu pertandingan yang diperkirakan paling terdampak adalah laga Grup A antara Uruguay dan Spanyol di Guadalajara pada 26 Juni.Peneliti memperkirakan peluang penurunan performa akibat panas mencapai 70 persen, atau meningkat 37 poin persentase dibandingkan kondisi tanpa pengaruh perubahan iklim. Sementara itu, Profesor ilmu biologi dari Dartmouth College, Ryan Calsbeek, menilai panas dan kelembapan tidak hanya berdampak pada kesehatan pemain, tetapi juga dapat mengubah ritme pertandingan.
"Suhu dan kelembapan yang lebih tinggi kemungkinan akan memperlambat permainan. Pemain akan kesulitan mempertahankan kombinasi antara kekuatan eksplosif dan daya tahan aerobik selama lebih dari 90 menit," jelasnya.
Data menunjukkan hampir separuh pertandingan memiliki peluang minimal 50 persen untuk dimainkan pada suhu di atas 28 derajat Celsius, angka yang diketahui dapat menurunkan kecepatan lari, jarak tempuh, serta memperlambat proses pemulihan fisik pemain. Selain panas, faktor ketinggian juga menjadi perhatian.
Lihat Juga :