Atletik Indonesia Bersinar di Filipina, Emilia Nova Sumbang Emas dan 2 Perak untuk Merah Putih
Senin, 15 Juni 2026 - 19:59 WIB
loading...
Tim Atletik Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional / Foto: PASI
A
A
A
JAKARTA - Tim Atletik Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Skuad Merah Putih sukses membawa pulang satu medali emas dan dua medali perak dari ajang The ICTSI Philippine Athletics Championships 2026 yang berlangsung di New Clark City Athletic Stadium, Capas, Tarlac, Filipina, pada 10–14 Juni 2026.
Sorotan utama tertuju kepada Emilia Nova yang tampil impresif di nomor saptalomba (heptathlon). Mengandalkan ketahanan fisik, konsistensi, dan konsentrasi tinggi dalam tujuh nomor yang dipertandingkan, Emilia berhasil mengumpulkan total 5.110 poin untuk memastikan medali emas menjadi milik Indonesia.
Kesuksesan di Filipina semakin lengkap dengan raihan dua medali perak. Dina Aulia tampil gemilang di nomor lari gawang 100 meter putri dengan catatan waktu 13,63 detik, yang mengantarkannya finis di posisi kedua.
Sementara itu, dari sektor lapangan, Abd Hafiz turut menyumbangkan medali perak melalui nomor lempar lembing putra. Hafiz mencatatkan lemparan terbaik sejauh 68,49 meter untuk mengamankan tempat di podium.
Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, mengapresiasi daya juang para atlet yang terus menjaga tren positif perolehan medali Indonesia di berbagai ajang internasional. "Keberhasilan Emilia, Dina, dan Hafiz di Filipina ini menjadi bukti nyata bahwa atlet-atlet kita memiliki daya saing yang patut diperhitungkan. Ajang kejuaraan internasional semacam ini adalah medium kalibrasi yang sangat krusial; kita bisa melihat secara objektif parameter apa yang sudah berhasil dan mana yang perlu dipertajam lagi guna mematangkan persiapan menuju agenda-agenda besar berikutnya," ujar Luhut dalam keterangan persnya.
Pencapaian di Filipina sekaligus melengkapi rentetan hasil positif skuad Merah Putih dalam tur kompetisi Asia yang telah dijalani sejak Mei lalu, khususnya pada nomor lompat galah. Sebelumnya, atlet lompat galah putri andalan Indonesia, Diva Renatta Jayadi, sukses meraih medali perak pada edisi perdana 1st Asian Jumps Championships 2026 yang digelar di Changshou Sports Center, Chongqing, China, pada 18–19 Mei 2026. Di level elite Asia tersebut, Diva membukukan lompatan setinggi 4,35 meter.
Konsistensi penampilannya berlanjut saat kembali naik podium, kali ini dengan meraih medali perunggu pada ajang Busan International Pole Vault Meeting 2026 di Korea Selatan melalui lompatan setinggi 4,20 meter. Pada kejuaraan yang sama, pelompat galah putra Indonesia, Idan Fauzan Richsan, juga memperoleh pengalaman berharga di tengah ketatnya persaingan internasional. Ia menuntaskan kompetisi di posisi ketujuh dengan catatan lompatan setinggi 5,20 meter.
Menutup rangkaian tur Asia tersebut, Luhut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan program pengiriman atlet ke berbagai kompetisi internasional. "Seluruh rangkaian tur Asia, dari China, Korea Selatan, hingga puncaknya di Filipina ini, dapat terealisasi dengan baik berkat dukungan Kemenpora RI dan kemitraan strategis bersama MIND ID. Sinergi inilah yang memberi kami ruang untuk terus mengakselerasi jam terbang para atlet, memastikan mentalitas dan daya saing mereka di panggung internasional tetap tajam dan terjaga," pungkasnya.
Sorotan utama tertuju kepada Emilia Nova yang tampil impresif di nomor saptalomba (heptathlon). Mengandalkan ketahanan fisik, konsistensi, dan konsentrasi tinggi dalam tujuh nomor yang dipertandingkan, Emilia berhasil mengumpulkan total 5.110 poin untuk memastikan medali emas menjadi milik Indonesia.
Kesuksesan di Filipina semakin lengkap dengan raihan dua medali perak. Dina Aulia tampil gemilang di nomor lari gawang 100 meter putri dengan catatan waktu 13,63 detik, yang mengantarkannya finis di posisi kedua.
Sementara itu, dari sektor lapangan, Abd Hafiz turut menyumbangkan medali perak melalui nomor lempar lembing putra. Hafiz mencatatkan lemparan terbaik sejauh 68,49 meter untuk mengamankan tempat di podium.
Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, mengapresiasi daya juang para atlet yang terus menjaga tren positif perolehan medali Indonesia di berbagai ajang internasional. "Keberhasilan Emilia, Dina, dan Hafiz di Filipina ini menjadi bukti nyata bahwa atlet-atlet kita memiliki daya saing yang patut diperhitungkan. Ajang kejuaraan internasional semacam ini adalah medium kalibrasi yang sangat krusial; kita bisa melihat secara objektif parameter apa yang sudah berhasil dan mana yang perlu dipertajam lagi guna mematangkan persiapan menuju agenda-agenda besar berikutnya," ujar Luhut dalam keterangan persnya.
Pencapaian di Filipina sekaligus melengkapi rentetan hasil positif skuad Merah Putih dalam tur kompetisi Asia yang telah dijalani sejak Mei lalu, khususnya pada nomor lompat galah. Sebelumnya, atlet lompat galah putri andalan Indonesia, Diva Renatta Jayadi, sukses meraih medali perak pada edisi perdana 1st Asian Jumps Championships 2026 yang digelar di Changshou Sports Center, Chongqing, China, pada 18–19 Mei 2026. Di level elite Asia tersebut, Diva membukukan lompatan setinggi 4,35 meter.
Konsistensi penampilannya berlanjut saat kembali naik podium, kali ini dengan meraih medali perunggu pada ajang Busan International Pole Vault Meeting 2026 di Korea Selatan melalui lompatan setinggi 4,20 meter. Pada kejuaraan yang sama, pelompat galah putra Indonesia, Idan Fauzan Richsan, juga memperoleh pengalaman berharga di tengah ketatnya persaingan internasional. Ia menuntaskan kompetisi di posisi ketujuh dengan catatan lompatan setinggi 5,20 meter.
Menutup rangkaian tur Asia tersebut, Luhut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan program pengiriman atlet ke berbagai kompetisi internasional. "Seluruh rangkaian tur Asia, dari China, Korea Selatan, hingga puncaknya di Filipina ini, dapat terealisasi dengan baik berkat dukungan Kemenpora RI dan kemitraan strategis bersama MIND ID. Sinergi inilah yang memberi kami ruang untuk terus mengakselerasi jam terbang para atlet, memastikan mentalitas dan daya saing mereka di panggung internasional tetap tajam dan terjaga," pungkasnya.
(yov)
Lihat Juga :