Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
Selasa, 16 Juni 2026 - 08:59 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Jaringan antirasisme Fare, yang menjadi mitra FIFA dan UEFA dalam memerangi diskriminasi di sepak bola, sebelumnya juga mendesak FIFA untuk segera menyelidiki insiden tersebut.
"Saran dari para ahli kami menunjukkan bahwa gerakan tersebut jelas menyerupai simbol tangan 'OK' terbalik yang digunakan sebagai simbol 'kekuatan kulit putih' di kalangan sayap kanan ekstrem global," kata Fare.
Di sisi lain, organisasi antirasisme Inggris, Kick It Out, juga dilaporkan telah mengirim surat kepada FIFA untuk meminta klarifikasi terkait insiden tersebut.
Adapun Shaun Evans bukan nama baru di dunia perwasitan internasional. Wasit berusia 38 tahun itu telah masuk daftar wasit FIFA sejak 2017 dan merupakan salah satu petugas VAR berpengalaman yang juga bertugas pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Di level domestik, Evans telah menjadi wasit Liga Australia sejak 2012 dan pernah memimpin Grand Final pada 2019.
Jaringan antirasisme Fare, yang menjadi mitra FIFA dan UEFA dalam memerangi diskriminasi di sepak bola, sebelumnya juga mendesak FIFA untuk segera menyelidiki insiden tersebut.
"Saran dari para ahli kami menunjukkan bahwa gerakan tersebut jelas menyerupai simbol tangan 'OK' terbalik yang digunakan sebagai simbol 'kekuatan kulit putih' di kalangan sayap kanan ekstrem global," kata Fare.
Di sisi lain, organisasi antirasisme Inggris, Kick It Out, juga dilaporkan telah mengirim surat kepada FIFA untuk meminta klarifikasi terkait insiden tersebut.
Adapun Shaun Evans bukan nama baru di dunia perwasitan internasional. Wasit berusia 38 tahun itu telah masuk daftar wasit FIFA sejak 2017 dan merupakan salah satu petugas VAR berpengalaman yang juga bertugas pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Di level domestik, Evans telah menjadi wasit Liga Australia sejak 2012 dan pernah memimpin Grand Final pada 2019.
(yov)
Lihat Juga :