Ketum PASI Luhut Panjaitan Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang
Senin, 22 Juni 2026 - 16:37 WIB
loading...
Ketum PASI Luhut Panjaitan Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang. Foto: Kemenpora
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia ( PB PASI ), Luhut Binsar Panjaitan, menyambut positif arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pelaksanaan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang yang didukung skema pendanaan multiyears bagi cabang olahraga prestasi.
Dukungan tersebut mengemuka setelah pertemuan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dengan Presiden Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (19/6). Dalam kesempatan itu, Presiden menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang untuk mempersiapkan atlet menghadapi berbagai ajang internasional, termasuk melalui penguatan pembinaan usia dini lewat Akademi Olahraga Nasional.
Menurut Luhut, kebijakan tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga nasional. Dengan adanya kepastian program dan dukungan anggaran berkelanjutan, federasi dapat menyusun roadmap pengembangan atlet secara lebih terukur dan berkesinambungan.
“Prestasi olahraga tidak bisa dibangun secara instan. Atlet kelas dunia lahir dari proses pembinaan yang panjang, konsisten, dan berkelanjutan. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membentuk atlet yang mampu bersaing di level tertinggi,” ujar Luhut dalam keterangan tertulisnya.
Ia menilai skema Pelatnas jangka panjang dan pendanaan multiyears akan memberikan dampak positif bagi atlet maupun pelatih. Selain menghadirkan kepastian program, kebijakan tersebut dinilai mampu mendorong tata kelola olahraga yang lebih profesional dan berorientasi pada prestasi jangka panjang.
“Ini merupakan kabar baik yang sudah lama dinantikan. Selama ini, atlet dan federasi kerap terkendala oleh siklus perencanaan tahunan yang membuat program pembinaan sulit berjalan optimal. Padahal, konsistensi program menjadi kunci lahirnya prestasi,” katanya.
Luhut juga melihat langkah Presiden Prabowo sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi olahraga Indonesia, bukan sekadar mengejar target medali dalam satu ajang tertentu.
“Pemerintah menunjukkan komitmen untuk membangun sistem olahraga yang kuat dan berkelanjutan. Ini adalah investasi penting bagi masa depan olahraga Indonesia,” lanjutnya.
Selain dukungan pemerintah, Luhut menekankan perlunya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Menurutnya, sinergi lintas sektor dapat memperluas kesempatan atlet untuk mengikuti kompetisi internasional dan meningkatkan kualitas persaingan mereka di level dunia.
“Dukungan dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar atlet memiliki lebih banyak kesempatan menambah pengalaman bertanding. Dengan begitu, mereka akan semakin siap dan kompetitif saat membawa nama Indonesia di panggung internasional,” tutupnya.
Dukungan tersebut mengemuka setelah pertemuan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dengan Presiden Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (19/6). Dalam kesempatan itu, Presiden menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang untuk mempersiapkan atlet menghadapi berbagai ajang internasional, termasuk melalui penguatan pembinaan usia dini lewat Akademi Olahraga Nasional.
Menurut Luhut, kebijakan tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga nasional. Dengan adanya kepastian program dan dukungan anggaran berkelanjutan, federasi dapat menyusun roadmap pengembangan atlet secara lebih terukur dan berkesinambungan.
“Prestasi olahraga tidak bisa dibangun secara instan. Atlet kelas dunia lahir dari proses pembinaan yang panjang, konsisten, dan berkelanjutan. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membentuk atlet yang mampu bersaing di level tertinggi,” ujar Luhut dalam keterangan tertulisnya.
Ia menilai skema Pelatnas jangka panjang dan pendanaan multiyears akan memberikan dampak positif bagi atlet maupun pelatih. Selain menghadirkan kepastian program, kebijakan tersebut dinilai mampu mendorong tata kelola olahraga yang lebih profesional dan berorientasi pada prestasi jangka panjang.
“Ini merupakan kabar baik yang sudah lama dinantikan. Selama ini, atlet dan federasi kerap terkendala oleh siklus perencanaan tahunan yang membuat program pembinaan sulit berjalan optimal. Padahal, konsistensi program menjadi kunci lahirnya prestasi,” katanya.
Luhut juga melihat langkah Presiden Prabowo sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi olahraga Indonesia, bukan sekadar mengejar target medali dalam satu ajang tertentu.
“Pemerintah menunjukkan komitmen untuk membangun sistem olahraga yang kuat dan berkelanjutan. Ini adalah investasi penting bagi masa depan olahraga Indonesia,” lanjutnya.
Selain dukungan pemerintah, Luhut menekankan perlunya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Menurutnya, sinergi lintas sektor dapat memperluas kesempatan atlet untuk mengikuti kompetisi internasional dan meningkatkan kualitas persaingan mereka di level dunia.
“Dukungan dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar atlet memiliki lebih banyak kesempatan menambah pengalaman bertanding. Dengan begitu, mereka akan semakin siap dan kompetitif saat membawa nama Indonesia di panggung internasional,” tutupnya.
(sto)
Lihat Juga :