Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Kamis, 25 Juni 2026 - 21:22 WIB
loading...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
A
A
A
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Sugiono, menyambut positif komitmen Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat pembinaan olahraga nasional melalui program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) yang berkelanjutan dan berjangka panjang.
Menurut Sugiono, kebijakan pelatnas multiyears menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem pembinaan atlet yang lebih terstruktur, konsisten, dan berkesinambungan guna meningkatkan daya saing olahraga Indonesia di level dunia.
"PB IPSI menyambut baik dan mendukung komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembinaan olahraga nasional melalui program pelatnas yang berkelanjutan dan jangka panjang," ujar Sugiono di Jakarta, Minggu (21/6).
Ia menilai, keberlanjutan program pembinaan menjadi fondasi utama dalam mencetak atlet-atlet berprestasi, termasuk di cabang olahraga pencak silat. Karena itu, dukungan pemerintah terhadap pelatnas jangka panjang dinilai sangat penting untuk memberikan kepastian program sekaligus memperkuat ekosistem olahraga dari tingkat daerah hingga nasional.
"Bagi pencak silat, keberlanjutan pembinaan merupakan fondasi utama dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi. Dukungan pemerintah terhadap pelatnas multiyears menjadi langkah strategis yang memberikan kepastian program pembinaan sekaligus memperkuat ekosistem olahraga nasional," tegasnya.
Sugiono yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI berharap semangat Presiden Prabowo dalam memajukan olahraga nasional dapat semakin memperkuat upaya internasionalisasi pencak silat. Menurutnya, selain pembinaan atlet yang berkelanjutan, diperlukan langkah-langkah strategis untuk memperluas eksistensi pencak silat di tingkat global.
"Selain penguatan pembinaan atlet melalui program pelatnas yang berkelanjutan, diperlukan pula langkah strategis yang mampu memperluas eksistensi pencak silat di tingkat internasional. Dengan begitu, peluang pencak silat tampil di ajang olahraga dunia, termasuk Olimpiade, akan semakin terbuka," ujarnya.
Sugiono menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar cabang olahraga prestasi, tetapi juga warisan budaya bangsa yang telah mendapat perhatian masyarakat internasional. Karena itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dinilai sangat penting untuk mendorong pencak silat mencapai pengakuan yang lebih luas di dunia.
"Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, PB IPSI, para pendekar, pelatih, atlet, akademisi, diaspora, serta komunitas pencak silat di dalam dan luar negeri, kami optimistis pencak silat akan semakin mendunia dan memperoleh pengakuan yang lebih luas di kancah internasional," katanya.
Ia menambahkan, PB IPSI siap bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, pemerintah, serta seluruh elemen olahraga nasional untuk mewujudkan sistem pembinaan yang berkelanjutan demi kemajuan pencak silat dan peningkatan prestasi olahraga Indonesia di masa depan.
"PB IPSI siap bersinergi dengan Kemenpora, pemerintah, dan seluruh elemen olahraga nasional untuk mendukung terwujudnya sistem pembinaan yang berkelanjutan demi kemajuan pencak silat di level dunia serta prestasi olahraga Indonesia ke depan," pungkas Sugiono.
Menurut Sugiono, kebijakan pelatnas multiyears menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem pembinaan atlet yang lebih terstruktur, konsisten, dan berkesinambungan guna meningkatkan daya saing olahraga Indonesia di level dunia.
"PB IPSI menyambut baik dan mendukung komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembinaan olahraga nasional melalui program pelatnas yang berkelanjutan dan jangka panjang," ujar Sugiono di Jakarta, Minggu (21/6).
Ia menilai, keberlanjutan program pembinaan menjadi fondasi utama dalam mencetak atlet-atlet berprestasi, termasuk di cabang olahraga pencak silat. Karena itu, dukungan pemerintah terhadap pelatnas jangka panjang dinilai sangat penting untuk memberikan kepastian program sekaligus memperkuat ekosistem olahraga dari tingkat daerah hingga nasional.
"Bagi pencak silat, keberlanjutan pembinaan merupakan fondasi utama dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi. Dukungan pemerintah terhadap pelatnas multiyears menjadi langkah strategis yang memberikan kepastian program pembinaan sekaligus memperkuat ekosistem olahraga nasional," tegasnya.
Sugiono yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI berharap semangat Presiden Prabowo dalam memajukan olahraga nasional dapat semakin memperkuat upaya internasionalisasi pencak silat. Menurutnya, selain pembinaan atlet yang berkelanjutan, diperlukan langkah-langkah strategis untuk memperluas eksistensi pencak silat di tingkat global.
"Selain penguatan pembinaan atlet melalui program pelatnas yang berkelanjutan, diperlukan pula langkah strategis yang mampu memperluas eksistensi pencak silat di tingkat internasional. Dengan begitu, peluang pencak silat tampil di ajang olahraga dunia, termasuk Olimpiade, akan semakin terbuka," ujarnya.
Sugiono menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar cabang olahraga prestasi, tetapi juga warisan budaya bangsa yang telah mendapat perhatian masyarakat internasional. Karena itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dinilai sangat penting untuk mendorong pencak silat mencapai pengakuan yang lebih luas di dunia.
"Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, PB IPSI, para pendekar, pelatih, atlet, akademisi, diaspora, serta komunitas pencak silat di dalam dan luar negeri, kami optimistis pencak silat akan semakin mendunia dan memperoleh pengakuan yang lebih luas di kancah internasional," katanya.
Ia menambahkan, PB IPSI siap bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, pemerintah, serta seluruh elemen olahraga nasional untuk mewujudkan sistem pembinaan yang berkelanjutan demi kemajuan pencak silat dan peningkatan prestasi olahraga Indonesia di masa depan.
"PB IPSI siap bersinergi dengan Kemenpora, pemerintah, dan seluruh elemen olahraga nasional untuk mendukung terwujudnya sistem pembinaan yang berkelanjutan demi kemajuan pencak silat di level dunia serta prestasi olahraga Indonesia ke depan," pungkas Sugiono.
(sto)
Lihat Juga :