Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:49 WIB
loading...
Kapten Timnas Iran Mehdi Taremi: Kemenangan Kami Dirampok Wasit dan FIFA
A
A
A
Kapten Timnas Iran, Mehdi Taremi, melontarkan kritik tajam kepada FIFA dan Presidennya, Gianni Infantino, usai laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026. Striker Olympiacos itu menilai penyelenggaraan turnamen berlangsung tidak adil bagi Team Melli karena berbagai persoalan di luar lapangan yang tak kunjung diselesaikan.
Kekecewaan Iran memuncak setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Mesir. Hasil tersebut membuat mereka gagal memastikan tiket otomatis ke babak 32 besar dan kini harus menunggu hasil pertandingan grup lain untuk mengetahui nasib sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Menurut Taremi, sejak awal turnamen Iran sudah menghadapi berbagai kendala yang mengganggu persiapan tim. Salah satu masalah terbesar adalah keterlambatan penerbitan visa yang membuat sejumlah anggota staf penting tidak bisa mendampingi skuad. Selain itu, Iran juga harus bolak-balik dari Tijuana, Meksiko, menuju Amerika Serikat untuk menjalani pertandingan, sesuatu yang dinilai menguras tenaga para pemain.
"Turnamen ini benar-benar berantakan. FIFA seharusnya mampu menyelesaikan persoalan-persoalan seperti ini sejak awal, tetapi kenyataannya tidak terjadi," kata Taremi.
Pemain berusia 33 tahun itu mengungkapkan bahwa Gianni Infantino sempat menemui para pemain Iran di ruang ganti seusai laga pertama melawan Selandia Baru dan menjanjikan solusi atas berbagai kendala yang mereka alami. Namun, menurut Taremi, hingga fase grup berakhir tidak ada perubahan berarti.
Kekecewaan Iran memuncak setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Mesir. Hasil tersebut membuat mereka gagal memastikan tiket otomatis ke babak 32 besar dan kini harus menunggu hasil pertandingan grup lain untuk mengetahui nasib sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Menurut Taremi, sejak awal turnamen Iran sudah menghadapi berbagai kendala yang mengganggu persiapan tim. Salah satu masalah terbesar adalah keterlambatan penerbitan visa yang membuat sejumlah anggota staf penting tidak bisa mendampingi skuad. Selain itu, Iran juga harus bolak-balik dari Tijuana, Meksiko, menuju Amerika Serikat untuk menjalani pertandingan, sesuatu yang dinilai menguras tenaga para pemain.
"Turnamen ini benar-benar berantakan. FIFA seharusnya mampu menyelesaikan persoalan-persoalan seperti ini sejak awal, tetapi kenyataannya tidak terjadi," kata Taremi.
Pemain berusia 33 tahun itu mengungkapkan bahwa Gianni Infantino sempat menemui para pemain Iran di ruang ganti seusai laga pertama melawan Selandia Baru dan menjanjikan solusi atas berbagai kendala yang mereka alami. Namun, menurut Taremi, hingga fase grup berakhir tidak ada perubahan berarti.
Lihat Juga :