WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:40 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Benhard juga menjadi narasumber dalam Webinar Nasional "Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia" yang diselenggarakan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat melalui Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (24/6/2026).
Diskusi tersebut turut menghadirkan Direktur Operasional I.League Asep Saputra, pengamat sepak bola Suryopratomo, serta Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali. Para narasumber menyoroti pentingnya transformasi sepak bola nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembinaan usia dini, kompetisi yang sehat, infrastruktur yang memadai, serta tata kelola yang profesional.
Benhard menegaskan, generasi berbakat akan selalu lahir, namun mereka membutuhkan jalur yang tepat untuk berkembang.
"Momentum harus bertemu kesempatan. Kami tidak hanya menunggu pemain berbakat muncul, tetapi juga menciptakan peluang agar mereka bisa berkembang menjadi pesepak bola profesional," katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemain yang berkompetisi dan terdaftar di Spanyol selama tiga tahun berpeluang memperoleh status homegrown. Status tersebut memberikan keuntungan dalam regulasi kompetisi karena pemain dianggap sebagai hasil pembinaan lokal tanpa mengubah kewarganegaraan mereka.
Menurut Benhard, pembinaan usia muda merupakan fondasi utama kemajuan sepak bola Indonesia. Karena itu, WOSPAC tidak datang untuk menggantikan metode pembinaan yang sudah ada, melainkan melengkapi dengan membawa talenta Indonesia langsung merasakan atmosfer sepak bola Eropa.
Program WOSPAC mengombinasikan latihan berstandar tinggi, pendidikan formal internasional yang tetap terintegrasi dengan kurikulum Indonesia, serta pembentukan karakter agar pemain siap menghadapi tantangan sebagai atlet profesional.
Diskusi tersebut turut menghadirkan Direktur Operasional I.League Asep Saputra, pengamat sepak bola Suryopratomo, serta Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali. Para narasumber menyoroti pentingnya transformasi sepak bola nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembinaan usia dini, kompetisi yang sehat, infrastruktur yang memadai, serta tata kelola yang profesional.
Benhard menegaskan, generasi berbakat akan selalu lahir, namun mereka membutuhkan jalur yang tepat untuk berkembang.
"Momentum harus bertemu kesempatan. Kami tidak hanya menunggu pemain berbakat muncul, tetapi juga menciptakan peluang agar mereka bisa berkembang menjadi pesepak bola profesional," katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemain yang berkompetisi dan terdaftar di Spanyol selama tiga tahun berpeluang memperoleh status homegrown. Status tersebut memberikan keuntungan dalam regulasi kompetisi karena pemain dianggap sebagai hasil pembinaan lokal tanpa mengubah kewarganegaraan mereka.
Menurut Benhard, pembinaan usia muda merupakan fondasi utama kemajuan sepak bola Indonesia. Karena itu, WOSPAC tidak datang untuk menggantikan metode pembinaan yang sudah ada, melainkan melengkapi dengan membawa talenta Indonesia langsung merasakan atmosfer sepak bola Eropa.
Program WOSPAC mengombinasikan latihan berstandar tinggi, pendidikan formal internasional yang tetap terintegrasi dengan kurikulum Indonesia, serta pembentukan karakter agar pemain siap menghadapi tantangan sebagai atlet profesional.
Lihat Juga :