Goal Aksis dan Cipta Cendikia FA Berebut Gelar Juara HYDROPLUS Soccer League All-Stars U-15
Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:53 WIB
loading...
A
A
A
Pelatih Cipta Cendikia FA, Ruly Hidayansyah, bersyukur strategi yang disiapkan berjalan efektif, terutama dalam memanfaatkan situasi bola mati.
“Babak pertama memang saya instruksikan anak-anak untuk agresif, main antar ruang. Kalau misalnya open play tidak dapat gol, kami harus punya strong point juga, salah satunya adalah set piece dan alhamdulillah dapat dua gol. Begitu kami kebobolan satu, saya melihat Arema inisiatif langsung menyerang luar biasa dan kita memang kewalahan, jujur. Tapi saya apresiasi buat anak-anak mau kerja keras, mau disiplin lagi pertahanannya sehingga bisa mempertahankan kemenangan,” ujarnya.
Penjaga gawang Cipta Cendikia FA, Alliya Khairun Nissa, menegaskan timnya sudah siap menghadapi Goal Aksis di partai final.
“Kalau saya selalu berpikir semua match saya libatkan Allah, karena saya percaya kalau kita berusaha tanpa doa itu susah, dan doa tanpa usaha itu juga susah. Untuk melawan Goal Aksis di final yang pasti kita harus lebih fokus lagi, karena waktu bertemu di babak penyisihan kami kecolongannya di menit akhir dan itu sakit banget sih. Makanya kita sama teman-teman harus fokus sampai peluit selesai,” katanya.
Sementara itu, pelatih Arema FC Women, Nanang Habibi, mengakui timnya tampil jauh lebih baik pada babak kedua meski belum mampu membalikkan keadaan.
“Tentunya ini bukan hasil yang kami inginkan ya. Tapi terlepas itu, usaha anak-anak sudah sangat luar biasa, terutama di babak kedua mereka mengeluarkan semua kemampuannya. Walaupun masih banyak yang harus dievaluasi terkait struktur organisasi di awal, kemudian penyerangannya tadi juga sedikit lemah di babak pertama. Itu semua akan kami evaluasi untuk lebih baik lagi. Semoga di musim depan bisa juara,” ujarnya.
Kapten Arema FC Women, Kesya Arabela Manisya Nian, berharap pengalaman tampil di level nasional menjadi bekal berharga bagi perkembangan sepak bola putri.
“Menurut saya, kompetisi ini sangat bagus soalnya level nasional dan kami harus lebih siap, jadi beda sama kalau di regional. Ini juga bagus buat perkembangan karier kami karena ada pencari bakat untuk ke Timnas dan membuat sepakbola putri untuk semakin berkembang,” tuturnya.
“Babak pertama memang saya instruksikan anak-anak untuk agresif, main antar ruang. Kalau misalnya open play tidak dapat gol, kami harus punya strong point juga, salah satunya adalah set piece dan alhamdulillah dapat dua gol. Begitu kami kebobolan satu, saya melihat Arema inisiatif langsung menyerang luar biasa dan kita memang kewalahan, jujur. Tapi saya apresiasi buat anak-anak mau kerja keras, mau disiplin lagi pertahanannya sehingga bisa mempertahankan kemenangan,” ujarnya.
Penjaga gawang Cipta Cendikia FA, Alliya Khairun Nissa, menegaskan timnya sudah siap menghadapi Goal Aksis di partai final.
“Kalau saya selalu berpikir semua match saya libatkan Allah, karena saya percaya kalau kita berusaha tanpa doa itu susah, dan doa tanpa usaha itu juga susah. Untuk melawan Goal Aksis di final yang pasti kita harus lebih fokus lagi, karena waktu bertemu di babak penyisihan kami kecolongannya di menit akhir dan itu sakit banget sih. Makanya kita sama teman-teman harus fokus sampai peluit selesai,” katanya.
Sementara itu, pelatih Arema FC Women, Nanang Habibi, mengakui timnya tampil jauh lebih baik pada babak kedua meski belum mampu membalikkan keadaan.
“Tentunya ini bukan hasil yang kami inginkan ya. Tapi terlepas itu, usaha anak-anak sudah sangat luar biasa, terutama di babak kedua mereka mengeluarkan semua kemampuannya. Walaupun masih banyak yang harus dievaluasi terkait struktur organisasi di awal, kemudian penyerangannya tadi juga sedikit lemah di babak pertama. Itu semua akan kami evaluasi untuk lebih baik lagi. Semoga di musim depan bisa juara,” ujarnya.
Kapten Arema FC Women, Kesya Arabela Manisya Nian, berharap pengalaman tampil di level nasional menjadi bekal berharga bagi perkembangan sepak bola putri.
“Menurut saya, kompetisi ini sangat bagus soalnya level nasional dan kami harus lebih siap, jadi beda sama kalau di regional. Ini juga bagus buat perkembangan karier kami karena ada pencari bakat untuk ke Timnas dan membuat sepakbola putri untuk semakin berkembang,” tuturnya.
(sto)
Lihat Juga :