Bayern Lupa Rasanya Kalah
Kamis, 24 September 2020 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
Bayern didukung statistik. Dalam enam dari tujuh pertandingan terakhir final Super, pemenang Liga Champions selalu mampu mengalahkan juara Liga Europa. Mereka juga memiliki rekor bagus, yaitu menang tiga kali dalam tiga pertandingan terakhir melawan wakil Spanyol di tempat netral di kompetisi Eropa.
Die Roten semakin difavoritkan berbekal kinerja sensasional mereka. Sejak pergantian tahun, Neuer dkk menjalani 31 pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi dan memenangkan 30 pertandingan di antaranya, termasuk saat menggilas Schalke 04 dengan skor 8-0 pada pertandingan pertama Bundesliga, Sabtu (19/9/2020).
Menurut Flick, kemenangan besar di Bundesliga menjadi pesan bagi setiap lawan bahwa Bayern selalu memiliki rasa lapar yang besar dan bertekad meraih lebih banyak kesuksesan musim ini, termasuk mengincar trofi kedua Super Eropa. Namun, pelatih berusia 55 tahun tersebut mewanti-wanti pasukannya agar pandai menjaga ketahanan fisik dan konsentrasi mengingat jadwal pertandingan padat.
Setelah Sevilla, Die Roten dinantikan Hoffenheim pada lanjutan Bundesliga, Minggu (27/9/2020). “Kami ingin menunjukkan di musim ini kami selalu ada. Kami baru saja menjalani pertandingan pertama. Kami tidak boleh tergesa-gesa. Tapi, penting untuk menunjukkan bahwa kami berada di jalur yang benar,” papar Flick, dilansir Reuters. (Baca juga: Riau Jadi Pusat perhatian Penanganan Karhutla)
Permainan Sevilla tak kalah ofensif, tapi dengan cara berbeda. Sebagian besar keberhasilan Los Nervionenses menjuarai Liga Europa musim lalu adalah hasil dari agesivitas dua bek sayap, yakni Sergio Reguilon dan Jesus Navas yang diberi kebebasan maju ketika peluang muncul.
Dengan keberadaan Ever Banega di depan bek lawan, peluang itu sering datang. Ketika Banega turun, Fernando Reges dibebaskan mendukung permainan menyerang Sevilla. Bersama Joan Jordan, mereka merepotkan pertahanan lawan.
Keberanian Sevilla melakukan pressing tinggi terhadap pertahanan lawan terlihat dalam statistik mereka dengan fase penguasaan bola mereka dimulai rata-rata 39,4 m dari gawang mereka sendiri atau tertinggi kedua di Liga Europa musim lalu. Sevilla bahkan mampu mempertahankan pressing tinggi ini (37,5 m) di final melawan Inter Milan. (Baca juga: Tangani Wabah Corona, RI Pinjam Lagi ke ADB)
Die Roten semakin difavoritkan berbekal kinerja sensasional mereka. Sejak pergantian tahun, Neuer dkk menjalani 31 pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi dan memenangkan 30 pertandingan di antaranya, termasuk saat menggilas Schalke 04 dengan skor 8-0 pada pertandingan pertama Bundesliga, Sabtu (19/9/2020).
Menurut Flick, kemenangan besar di Bundesliga menjadi pesan bagi setiap lawan bahwa Bayern selalu memiliki rasa lapar yang besar dan bertekad meraih lebih banyak kesuksesan musim ini, termasuk mengincar trofi kedua Super Eropa. Namun, pelatih berusia 55 tahun tersebut mewanti-wanti pasukannya agar pandai menjaga ketahanan fisik dan konsentrasi mengingat jadwal pertandingan padat.
Setelah Sevilla, Die Roten dinantikan Hoffenheim pada lanjutan Bundesliga, Minggu (27/9/2020). “Kami ingin menunjukkan di musim ini kami selalu ada. Kami baru saja menjalani pertandingan pertama. Kami tidak boleh tergesa-gesa. Tapi, penting untuk menunjukkan bahwa kami berada di jalur yang benar,” papar Flick, dilansir Reuters. (Baca juga: Riau Jadi Pusat perhatian Penanganan Karhutla)
Permainan Sevilla tak kalah ofensif, tapi dengan cara berbeda. Sebagian besar keberhasilan Los Nervionenses menjuarai Liga Europa musim lalu adalah hasil dari agesivitas dua bek sayap, yakni Sergio Reguilon dan Jesus Navas yang diberi kebebasan maju ketika peluang muncul.
Dengan keberadaan Ever Banega di depan bek lawan, peluang itu sering datang. Ketika Banega turun, Fernando Reges dibebaskan mendukung permainan menyerang Sevilla. Bersama Joan Jordan, mereka merepotkan pertahanan lawan.
Keberanian Sevilla melakukan pressing tinggi terhadap pertahanan lawan terlihat dalam statistik mereka dengan fase penguasaan bola mereka dimulai rata-rata 39,4 m dari gawang mereka sendiri atau tertinggi kedua di Liga Europa musim lalu. Sevilla bahkan mampu mempertahankan pressing tinggi ini (37,5 m) di final melawan Inter Milan. (Baca juga: Tangani Wabah Corona, RI Pinjam Lagi ke ADB)
Lihat Juga :