Persaingan Ketat Juara Dunia di MotoGP, Kuncinya Konsistensi
Sabtu, 26 September 2020 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
“Sangat terkejut bisa di posisi ini, tapi seperti semua orang yang saya pikirkan. Selain Austria dan balapan pertama di Jerez, saya tidak pernah sekuat dan secepat dulu. Saya terkejut masih memimpin kejuaraan, tapi ini merupakan kejuaraan yang gila karena semua orang berjuang. Setiap balapan, setiap orang semuanya berjuang untuk menang,” ucap Dovizioso, dilansir Crash. (Baca juga: 5 Tips Jaga Daya Tahan Tubuh saat Banjir)
Sementara Quartararo mungkin paling favorit untuk memenangkan balapan di Catalunya. Pasalnya, dia memiliki pengalaman bagus pada tahun lalu. Ketika itu, rider asal Prancis ini mampu menembus podium kedua di bawah sang juara Marc Marquez. Kini, tanpa ada pembalap Repsol Honda itu, dia berpeluang menjadi yang terbaik.
Namun, Quartararo masih mengeluhkan kinerja motornya, Yamaha YZR-M1. Menurutnya, tunggangannya itu selalu mengalami kesulitan ketika mencoba menyalip lawan di lintasan lurus. Apalagi, Sirkuit Catalunya memiliki trek sepanjang 1 kilometer yang bakal menjadi tantangan besar buat seluruh rider Yamaha.
“Kami sangat kesulitan dalam menyalip. Jika tidak berbuat seperti Vinales (di Misano) yang memimpin sejak awal, sulit rasanya memenangkan balapan. Saya suka dengan Sirkuit Barcelona. Tapi, lintasan lurus sepanjang 1 kilometer, saya tidak tahu cara mengatasinya. Namun, saya juga tidak sabar, karena yakin bisa memperoleh hasil positif,” kata Quartararo.
Begitu juga dengan Vinales. Rider asal Spanyol itu mengaku sangat bersemangat menjalani balapan di Catalunya. Tapi, dia menyadari trek lurus yang akan dihadapi bakal menjadi masalah besar. Sampai saat ini Yamaha tak mampu berbuat banyak menghadapi kecepatan rivalnya di lintasan itu. Namun, dia tetap yakin masih memiliki kesempatan untuk bisa menang di balapan nanti. (Baca juga: Ini yang Akan Terjadi Jika Suatu Negara Masuk Jurang Resesi)
Sementara Quartararo mungkin paling favorit untuk memenangkan balapan di Catalunya. Pasalnya, dia memiliki pengalaman bagus pada tahun lalu. Ketika itu, rider asal Prancis ini mampu menembus podium kedua di bawah sang juara Marc Marquez. Kini, tanpa ada pembalap Repsol Honda itu, dia berpeluang menjadi yang terbaik.
Namun, Quartararo masih mengeluhkan kinerja motornya, Yamaha YZR-M1. Menurutnya, tunggangannya itu selalu mengalami kesulitan ketika mencoba menyalip lawan di lintasan lurus. Apalagi, Sirkuit Catalunya memiliki trek sepanjang 1 kilometer yang bakal menjadi tantangan besar buat seluruh rider Yamaha.
“Kami sangat kesulitan dalam menyalip. Jika tidak berbuat seperti Vinales (di Misano) yang memimpin sejak awal, sulit rasanya memenangkan balapan. Saya suka dengan Sirkuit Barcelona. Tapi, lintasan lurus sepanjang 1 kilometer, saya tidak tahu cara mengatasinya. Namun, saya juga tidak sabar, karena yakin bisa memperoleh hasil positif,” kata Quartararo.
Begitu juga dengan Vinales. Rider asal Spanyol itu mengaku sangat bersemangat menjalani balapan di Catalunya. Tapi, dia menyadari trek lurus yang akan dihadapi bakal menjadi masalah besar. Sampai saat ini Yamaha tak mampu berbuat banyak menghadapi kecepatan rivalnya di lintasan itu. Namun, dia tetap yakin masih memiliki kesempatan untuk bisa menang di balapan nanti. (Baca juga: Ini yang Akan Terjadi Jika Suatu Negara Masuk Jurang Resesi)
Lihat Juga :