Lewis Hamilton Tuding FIA Coba Jegal Dominasi di Formula One
Selasa, 29 September 2020 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
Juara dunia F1 enam kali ini pun mengecam hukuman itu yang dinilai sangat konyol. Bahkan, Hamilton juga menuduh FIA mencoba "menghentikan" dominasinya pada balapan di musim ini. Hasilnya, dia pun gagal mendulang kemenangan untuk menyamai rekor menang terbanyak Michael Schumacher dengan 91 kali.
"Ini tidak selalu tentang saya, tapi saya pikir mungkin untuk tim besar, kapan pun tim berada di depan. Jelas mereka melakukan banyak pemeriksaan. Semua yang kami miliki di mobil diperiksa dan diperiksa tiga kali lipat. Mereka mengubah aturan, seperti peraturan mesin, banyak hal yang harus dilakukan agar balapan tetap menarik," kata Hamilton, dilansir planetf1.
Hamilton patut curiga terhadap FIA yang menuduh memperlambat balapannya. Pasalnya, ini bukan pertama kali dirinya mendapatkan hukuman pada musim ini. Sebelumnya, pembalap berusia 35 tahun itu juga mendapat empat poin penalti di GP Austria karena mengabaikan bendera kuning ketika kualifikasi dan dua poin tambahan setelah insiden senggolan dengan Alexander Albon. Dia juga mendapat penalti dua poin karena memasuki jalur pit ketika masih tertutup di GP Italia. (Lihat videonya: Sepeda Kayu dari Limbah Pinus
"Saya tahu ini membuat situasi menjadi lebih sulit, tapi ini bukan pertama kalinya saya harus menghadapi hal seperti ini. Kami akan terus berjuang. Kami tidak akan membiarkan mereka membingungkan kami dan lain kali kami akan melakukan yang lebih baik bersama-sama," ucap Hamilton.
Meski begitu, Hamilton saat ini tetap masih memimpin klasemen sementara F1 2020 dengan mengumpulkan 205 poin. Torehan itu unggul 44 angka dari Bottas yang berada di posisi kedua. Kini, dia akan mencoba melupakan hasil balapan di Sochi dan fokus menjalani balapan guna menyamai rekor Schumacher pada GP Eifel di Nuerburgring, Jerman, 11 Oktober mendatang. (Raikhul Amar)
"Ini tidak selalu tentang saya, tapi saya pikir mungkin untuk tim besar, kapan pun tim berada di depan. Jelas mereka melakukan banyak pemeriksaan. Semua yang kami miliki di mobil diperiksa dan diperiksa tiga kali lipat. Mereka mengubah aturan, seperti peraturan mesin, banyak hal yang harus dilakukan agar balapan tetap menarik," kata Hamilton, dilansir planetf1.
Hamilton patut curiga terhadap FIA yang menuduh memperlambat balapannya. Pasalnya, ini bukan pertama kali dirinya mendapatkan hukuman pada musim ini. Sebelumnya, pembalap berusia 35 tahun itu juga mendapat empat poin penalti di GP Austria karena mengabaikan bendera kuning ketika kualifikasi dan dua poin tambahan setelah insiden senggolan dengan Alexander Albon. Dia juga mendapat penalti dua poin karena memasuki jalur pit ketika masih tertutup di GP Italia. (Lihat videonya: Sepeda Kayu dari Limbah Pinus
"Saya tahu ini membuat situasi menjadi lebih sulit, tapi ini bukan pertama kalinya saya harus menghadapi hal seperti ini. Kami akan terus berjuang. Kami tidak akan membiarkan mereka membingungkan kami dan lain kali kami akan melakukan yang lebih baik bersama-sama," ucap Hamilton.
Meski begitu, Hamilton saat ini tetap masih memimpin klasemen sementara F1 2020 dengan mengumpulkan 205 poin. Torehan itu unggul 44 angka dari Bottas yang berada di posisi kedua. Kini, dia akan mencoba melupakan hasil balapan di Sochi dan fokus menjalani balapan guna menyamai rekor Schumacher pada GP Eifel di Nuerburgring, Jerman, 11 Oktober mendatang. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :